Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku

Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku
Bab 28.


__ADS_3

Maria menatap tajam Adam, " Ya dia sudah memaafkan kau karena dia sangat menghormati dirimu.Tapi, apa kau lupa semalam kau menghajar aku lagi? Apa kau juga lupa aku pernah berjanji jika kau menyakiti aku sekali lagi maka kita harus bercerai?" Maria mendorong tubuh Adam, agar menyingkir dari hadapannya.


Maria berjalan keluar dari kamar mandi kembali ke kamar membiarkan Adam yang masih mengacak pinggang di kamar mandi sendiri karena pria itu tidak menduga wanita penurutnya itu sudah berani mengambil keputusan.


Menyadari Maria telah kembali ke kamar, Adam pun bergegas berlari mengejar Maria, tangannya menahan bahu Maria namun dengan cepat Maria menepis tangan Adam.


"Ku mohon jangan sentuh aku lagi. Sekarang terserah kau saja masih mau tetap tinggal di rumahku atau kembali ke rumahmu lagi bersama James sembari menunggu sidang perceraian kita. Karena, jujur aku sudah menyerah hidup bersama dirimu." Maria mengganti pakaian yang tadi ia kenakan untuk pergi dengan pakaian santai, dia melempar pakaian bekas tadi ia pakai ke keranjang tempat baju kotor samping lemari.


Usai mengganti pakaian, Maria keluar dari kamar meninggalkan Adam yang masih bergeming. Pria itu tidak menyangka ancaman Maria benar-benar nyata. Dia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa Adam menunduk dengan kedua tangan tertumpu diatas kedua pahanya. Jemarinya memijit keningnya yang mendadak pusing memikirkan perceraian dadakan mereka.


Maria sudah di kamar Berlian balita berusia setahun itu sudah tidur, " Dia baru saja tidur?" tanya Maria seraya berjalan mendekati box Berlian. Ia menatap balita mungil yang sedang tertidur pulas itu seraya tangannya menyentuh pipi Berlian lembut.

__ADS_1


"Betul Nyonya. Nona baru saja tidur dua puluh menit yang lalu. Dia sudah makan dan sudah menghabiskan susu dua botol." jelas suster. Berlian memang kuat makan dan susu makanya Maria tidak heran jika Berlian dapat menghabiskan susu dua botol dan satu Porsi makan ukuran balita.


"Terima kasih, suster. Kau boleh pergi istirahat biar aku yang menemani Berlian di sini." Maria memilih berbaring di ranjang yang di sediakan juga di kamar Berlian.


"Baik, saya permisi Nyonya." ucap suster sopan.


"Hmmm..." Maria berdehem.


♥️♥️♥️♥️


Adam memilih pergi dari rumah tapi bukan untuk kembali ke rumah pribadinya melainkan Adam pergi ke sahabatnya untuk minum.

__ADS_1


"Kenapa kau datang siang-siang seperti ini?" tanya sahabatnya itu.


"Apa kau menolak aku?" sewot Adam seraya menjatuhkan tubuhnya diatas kursi yang terbuat dari rotan.


Ferdi teman Adam itu tertawa, "Sejak kapan aku menolak kau? Hari ini special jadi kau yang menentukan kita akan menghabiskan berapa botol alkohol. Lihat aku baru saja memesan lagi dua botol wine ini di datangkan langsung dari Mexico." Ferdi menunjukkan dua botol alkohol kadar tinggi yang baru saja tiba dari Mexico.


Adam sangat senang, dia menerima botol wine itu dari tangan Ferdi kedua pria paruh baya itu mulai menikmati wine itu.


"Karena kau lebih tua dari aku, jadi kau yang harus minum lebih dulu." Ferdi menuangkan wine di cangkir kecil lalu memberikan kepada Adam.


"Terima kasih. Hmmm... wanginya enak bangt." Adam langsung menenguk wine itu hingga tandas, " Arghh...pait dan panas bangat. Ini lebih kerasa dari buatan di Spanyol." sambung Adam lagi.Pria itu memang alkoholic jadi dia mengerti semua alkohol.

__ADS_1


__ADS_2