Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku

Ku Akhiri Hidup Ayah Tiriku
Bab 35.


__ADS_3

Setelah satu minggu rawat di rumah sakit keadaan Adam mulai membaik. Laura sangat bersemangat menyambut kepulangan sang papa tiri, wanita itu meminta izin tidak masuk kantor, karena ingin membersihkan apartemen Adam.


Laura bangun masih pukul lima pagi, selesai mandi Laura mengenakan pakaian dan memoles wajahnya dengan make up natural. Dia melihat lagi dirinya di kaca yakin bahwa ia sudah cantik dan rapi, Laura keluar dari kamar di ruang keluarga Pelayan sudah menyiapkan paperbox diatas meja sesuai yang di minta Laura tadi malam, sarapan dirinya dan Adam.


"Non ini sarapannya Nona dan tuan Adam," ucap Pelayan. Ia memberikan paperbox itu untuk Laura.


"Sesuai yang aku minta,'kan? sarapanku dan papa?" tanya Laura seraya menerima paper box dari pelayan.


"Benar, Non." sahut pelayan.


"Terima kasih," sahut Laura.


"Sama-sama Non." balas pelayan itu.


Wanita itu berjalan menuju mobilnya, ia membuka pintu mobil lalu meletakkan paperbox itu di kursi bagian depan samping kemudi. Yakin paperbox itu aman tidak akan jatuh Laura pun masuk ke dalam mobil namun Sebelum ia berangkat ke apartemen Laura mengambil ponselnya dari dalam tas lalu menghubungi Adam sebentar.


"Papa...tadi Laura menghubungi dokter kata dokter hari ini papa sudah dibolehkan pulang," ucap Laura melalui sambungan telepon.


[Iya. Tapi kata perawat, papa masih diperiksa dokter sekali lagi,] jawab Adam.

__ADS_1


"Okey, hati-hati pulangnya. Maaf Laura ngga bisa jemput papa karena ada meeting penting," bohong Laura.


Kemudian Laura mengakhiri panggilan telepon. Wanita itu melajukan mobilnya menuju apartemen Adam. Karena jalanan yang sepi tidak membutuhkan waktu lama Laura sudah tidak di apartemen Adam. Wanita dua puluh delapan tahun itu memarkirkan mobilnya di basement lalu ia keluar dari mobil dengan membawa paperbox ditanganbya. Laura berjalan ke arah lift melihat lift berhenti ia pun bergegas masuk ke lift. Laura terlihat sangat buru-buru karena ia ingin membuat kejutan untuk Adam.


Sesampainya di apartemen Laura mengambil alat pembersih lantai serta kanebo untuk mengelap kaca serta kursi dan meja. Meksipun ia memiliki banyak uang untuk menyewa jasa cleaning service harian, tapi Laura ingin membersihkan apartemen Adam, sendiri. Dia ingin memberikan kejutan untuk sang ayah tiri.


Laura memilih membersihkan ruang tamu, meja makan, kamar tidur.lebih dulu. Selesai tiga ruangan itu bersih, Laura berjalan ke ruang kerja yang terhubung dengan kamar tidur Adam. Pria itu sengaja manfaatkan kamar penghubung itu sebagai ruang kerjanya. Tanpa curiga Laura membersihkan meja kerja, kursi lalu ia membersihkan komputer Adam.


Naas itu pun tiba, tanpa sengaja Laura menyentuh mous komputer dan layar komputer itu menyala. Laura terperanjat, matanya membelalak, mulutnya pun ikut terbuka lebar ketika ia melihat wallpaper komputer yang gambarnya tidak asing bagi dirinya sebuah gambar wanita tanpa busana memamerkan dua Buah Cherrynya. Seketika ia merasa Harga dirinya jatuh bahkan ia jijik terhadap dirinya sendiri.


"Papa..."lirihnya berlinang air mata.


Dunianya serasa runtuh saat itu, hidupnya hancur wanita hebat nan kuat itu jatuh tersungkur di lantai kamar kerja Adam. Ia menangis hingga mengeluarkan suaranya.


Laura menggerakkan mouse hingga semua yang ada di komputer itu di salin Laura ke file ponselnya. Wallpaper komputer itu semakin menambah sakit hati Laura karena Adam memasang foto Laura hanya bagian dada tanpa penutup apapun.


Laura memfoto wallpaper itu juga sebagai bukti kuat karena wanita itu sudah merencanakan sesuatu yang akan terjadi di antara dia dan Adam.


Laura tidak percaya wallpaper komputer itu adalah foto dirinya dimana Adam hanya mengambil bagian dada Laura saja dan sama sekali tidak mengenakan apapun. Laura jijik menatap dirinya, ia merasa hina. Mengapa sang papa yang ia anggap seperti ayah kandung sendiri tega melakukan hal keji itu.

__ADS_1


Dan Laura tidak percaya mengapa seratus lembar foto itu adalah foto pribadi Laura dimana ia berada di kamar mandi, di kamar tidur saat mengenakan pakaian dan dua puluh lima foto lainnya adalah foto yang ia kirim untuk sang kekasihnya sewaktu masih berusia tujuh belas tahun.


"Aneh! Dari mana dia mengambil foto-foto itu? Ataukah sepuluh tahun lalu hidup bersama Adam. Pria tua itu memiliki perasaan yang berbeda terhadap aku?" ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Usai menyimpan semua bukti di ponsel Laura menghubungi sahabatnya yaitu mantan kekasih yang dulu pernah ia kirimkan foto pribadinya itu.


[Lihat foto-foto ini adalah foto yang aku kirimkan untukmu semasa aku masih menjadi kekasihmu. Anehnya mengapa bisa tersimpan di galeri komputer papa tiriku?" ]


[Datanglah ke apartemenku. Bantu aku selesaikan masalah ini.Kau cukup bantu aku membersihkan kotoran saja. Ku mohon...]


Usai mengirimkan pesan singkat kepada mantan kekasihnya. Laura menyiapkan segala macam alat yang ia butuhkan untuk bertemu dengan Adam tanpa.ia menghiraukan chatnya di balas tau tidak oleh sang mantan kekasih. Laura memasukkan lagi ponselnya ke dalam tasnya untuk berjaga-jaga.


Laura yang sedang duduk di kursi mendengar bel pintu berbunyi. Ia bergegas membuka pintu.


"Sayang kau disini aku pikir James yang datang lebih du..." Belum juga Adam selesai bicara Laura sudah membekap mulut Adam hingga pria itu susah bernafas. Laura menarik kasar Adam masuk ke kamar masih dalam keadaan mulut Adam di bekap. Adam yang tidak bersiap untuk menyerang, selain itu tubuh Adam masih sangat lemah hanya pasrah kepada Laura.


"Jangan sayang...kenapa kau berubah?" Dengan napas tersengal-sengal Adam masih berusaha tanya bahkan dia masih sempat mengeluarkan obatnya dari kantong celananya lalu bergegas meminum obat itu. Hingga Laura yang marah mendorong tubuh Adam jatuh ke ranjang. Laura mengambil bantal kemudian menutup dimulut Adam hingga pria itu benar-benar kehabisan oksigen.


Cinta yang selama ini ia berikan kepada Adam dalam sekejap saja berubah jadi benci. Adam yang susah bernafas karena di bekap bantal oleh Laura menghembus napas terakhir.

__ADS_1


Laura meletakkan keduanya bagian leher Adam ternyata ayahnya telah meninggal. Laura tidak menangis tetapi masih sangat marah.Laura bingung ia harus membawa Adam kemana? Karena mantan kekasihnya itu tidak kesini Laura akhirnya mengangkat tubuh Adam ala bridal style lalu membawanya ke parkiran mobil. Dia memasukkan tubuh. Adam ke dalam bagasi mobil kemudian di tutupnya lagi tanpa memperhatikan pintu bagasi tertutup dengan benar.


Laura masuk kembali ke apartemen ia membersihkan kembali apartemen itu rapi dan bersih seperti tadi. Laura puas karena sudah mengakhiri hidup Adam meskipun ia masih jijik dengan dirinya.Karena perutnya yang sudah lapaor Laura mengeluarkan makanan dari paperbox dan menikmati makanan itu.


__ADS_2