
Hari ini Nono akan menjemput salah satu penumpang yang telah memesan untuk dijemputnyanya lewat gojek, namanya Airin.
"Mbak Airin, betulkan?" tanya Nono.
"Iya, saya Airin" sahut Airin sembari tersenyum ramah.
Deg
Deg
Deg
" Ini jantung kenapa ya, deg-degan melulu, gak bisa diajak kompromi" gumamnya dalam hati.
"Bang! Bang Nono!" sahut Airin
"Oh iya, maaf ya Neng!" ucap Nono.
"Abang kok ngelamun?" tanya Airin yang heran dengan Nono.
" Gak apa-apa kok, hehe.." Nono menyahut sambil nyengir kuda.
" Bang, tolong antarkan saya ke kampung Rawa Puyeng No.10 Jalan Anggrek Desa Mekarjaya, tau kan?"kata Airin.
" Tau atuh, tiap hari Abang suka nganterin penumpang kesana. Ayo naik dan pake helmnya." sahut Nono sembari menyodorkan helm kepada Airin.
Nono segera melajukan motornya, sementara Airin duduk anteng dibonceng Nono. Nono sesekali melihat wajah cantik Airin dari kaca spion lalu menyunggingkan senyum.
" Kalau boleh tau, Mbak udah nikah belum?" Nono memberanikan diri untuk bertanya dengan memecah keheningan.
" Belum Bang!" Airin menjawab singkat.
" Yes, gue masih punya peluang tuk deketin nih cewek,hehe" gumam Nono sembari nyengir kayak sapi ompong.
"Hem, Abang kok senyum-senyum sendiri? Kenapa?" tanya Airin.
__ADS_1
" Gak kok, btw Mbak Airin kuliah atau sudah bekerja?" Nono mulai kepo.
" Kerja, di caffe shop milik temanku" sahut Airin.
" Oh" jawab Nono singkat.
Singkat cerita Nono akhirnya telah sampai kealamat yang dituju Airin.
" Bang, berhenti didepan" sahut Airin.
" Ok" sahut Nono.
" Ini ongkosnya, mampir dulu atuh!" kata Airin.
" Gak usah Neng, lain kali aja" ucap Nono.
" Aku masuk dulu" sahut Airin.
" Ya Neng!" jawab Nono.
"Mbak Airin cantik banget kayak bidadari, yang jelas bukan cewek jadi-jadian kayak si Ratih, eh kenapa gue ngomongin si Ratih, ihh amit-amit" Nono bergidik sembari fokus nyetir.
" Ya Allah gara-gara suka ngajemput si Ratih kenapa gue keinget dia terus ya? Ah kayaknya gue lagi gak konsentrasi deh. haduh!" Nono bergumam sembari menepuk jidatnya.
Saat diperjalanan dering ponsel berbunyi.
[Do, kenapa?"]
[Gue lagi ngopi, loe dimana?]
[Lagi dijalan habis ngopi dicaffe shop,]
[Kesini atuh, buruan!]
[Bentar ya, gue jalan dulu]
__ADS_1
[ Ok]
Saat Nono hendak pergi tiba-tiba ponselnya kembali berdering.
" Siapa sih yang telpon, ganggu gue aja" gumam Nono.
[Hallo, ini siapa?]
[Ini Sobri]
[Sobri siapa? sorry gue gak kenal]
[Ini Bang Malik bukan?]
[Bukan, gue Nono Sukarno]
[Oh, sorry kayaknya salah sambung deh]
[Dasar kampret! ngerjain orang aja, huf]
Nono segera menutup telponnya karena kesal.
" Kirain gue yang nelpon Airin, pujaanku tau-tau nya malah telpon nyasar, huft" gerutu Nono sembari menahan nafasnya.
Lalu sebuah pesan masuk ku ponsel miliknya, saat melihat siapa yang mengirim pesan ternyata Emen Suremen.
*Bang, gimana udah nembak si Airin belum?*
*Belumlah, gue masih pedekate. Gue grogi, gue takut dia gak suka sama gue*
* Yaelah, segitu aja takut! Pede atuh, gue aja nembak cewek cakep kayak si Mae gak grogi, gercep atuh!*
* Gue masih bingung Men, gue gak tau harus ngomong apa, secara gue belum pernah nembak cewek apalagi cewek secantik Airin*
* Abang kalau bisa jangan grogi rileks, santai kayak dipantai, hehe...*
__ADS_1
* Ngomong sih gampang yang sudah ngelakuinnya, udah ah gue mau pulang dulu. bye*