
Nono sedang tiduran dikasur berniat memejamkan matanya dan segera menarik selimut karena udara sudah mulai dingin, tiba-tiba ada yang membelai rambutnya dan sontak saja membuat Nono kaget melihat Ratih ada dikamarnya.
"Ratih, ngapain ada dikamar Abang?" tanya Nono.
"Aku kangen bang, aku rindu setengah mati, sini peluk aku," kata Ratih.
"Maaf tolong jangan gitu, Abang lelah mau istirahat," kata Nono.
"Tapi aku maunya dekat Abang," rengek Ratih.
"Maaf, tapi Abang gak bisa," tolak Nono dengan sopan.
"Aku cinta sama Bang Nono," kata Ratih lagi.
Nono menatap Ratih dengan heran, ada apa dengan Kunti yang satu ini, aneh banget. Ratih segera memeluk Nono sementara Nono berusaha melepaskan pelukannya dari Ratih.
" Please, jangan meluk Abang!" kata Nono sambil berlari keluar kamar namun Ratih mengejarnya kali ini Ratih berubah wujud menjadi sosok yang mengerikan. Dengan cekikikan Ratih tertawa keras.
" Hihihihihi, hihihihi mau kemana bang?" Sini peluk aku, jangan lari...!" Kata Ratih Sambil terus cekikikan.
Nono segera kabur keluar lalu menuju rumah Dodo yang tak jauh dari rumahnya, dengan terus berteriak-teriak memanggil Dodo.
" Do, Dodo cepat buka pintu" kata Nono.
" Iya, bentar!" jawab Dodo dari dalam rumah.
Dodo membuka pintu dan melihat Nono ketakutan dan sedikit heran dan mempersilahkan temannya masuk.
" Ada apa? Loe teriak-teriak?" tanya Dodo.
" Gue diganggu sama Si Ratih, dia ngehar gue" kata Nono.
" Haha, tuh akibat kelamaan berteman sama Kunti, jadinya begitu," kata Dodo tertawa mengejek.
" Sialan Loe, gue ketakutan loe malah ngetawain gue, gue takut," kata Nono.
"Kenapa si Ratih ganggu loe?" tanya Dodo.
" Gue gak tau, dia tau-tau nya udah ada dikamar gue, dia bilang cinta sama gue, ih amit-amit jabang bebek," kata Nono.
" Haha, tuh Kunti emang udah kepincut sama loe," Dodo tertawa sambil ngejek.
" Dasar kuntilanak Ed*n, gak ada akhlak," kata Nono.
" Tuh kunti ada-ada saja, gak ngerti gue, kok ada kunti macam begitu." kata Dodo.
"Kuntilanak sialan, Do gue nginep disini ya?" tanya Nono.
" Boleh, loe tenang aja!" kata Dodo.
__ADS_1
Ratih terus mencari Nono, akan tetapi dirinya segera pergi dan menghilang gitu aja, setekah menakuti dan mengganggu Nono.
Nono dan Airin sedang jalan-jalan menikmati indahnya malam. Wajar saja bagi keduanya karena telah bertunangan dan setiap malam Minggu Nono menyempatkan untuk bertemu Airin.
"Sayang, kita mau jalan kemana?" tanya Nono.
" Kebioskop, boleh gak?" tanya Airin.
" Boleh atuh!" sahut Nono.
" Yuk atuh kita jalan" ajak Airin.
" Hayu, gaskeun!" sahut Nono.
" Asiaaaapppp!" jawab Airin.
Keduanya sangat bahagia menikmati momen langka. Airin gadis yang baik dan pengertian. Tak masalah jika tak bertemu setiap hari. Dirinya juga bekerja begitu juga sang kekasih harus ngojek setiap hari untuk mengumpulkan dari hasil jeri payahnya supaya ada bekal untuk masa depannya saat sudah menikah dengan dirinya kelak.
Dilain tempat
Ratih tampak cemberut sementara itu Tuti sahabatnya sesama kunti segera menghampirinya
" Atih, kenapa tuh bibir di monyongin segala,jelek pisan!" kata Tuti.
" Bete pisan" jawab Ratih.
" Bete sama Bang Nono, gak nerima cintaku," sahut Ratih.
" Hihihihihi, gimana mau nerima kita ini bangsa kunti ya beda alam atuh!" kata Tuti sambil cekikikan.
"Aku cemburu sama manusia, apalagi sama si Airin, kesel banget." kata Ratih sembari manyun kayak tutut sawah.
" Slow atuh!" kata Tuti.
" Slow timana horeng, yang ada malah booring." sahut Ratih.
" Daripada bete kita dangdutan yuk!" ajak Tuti.
" Dangdutan dimana?" tanya Ratih.
" Dikampung sebelah, Haji Sidiq pan tadi siang habis menggelar acara nikahan cucunya,ada dangdutan dan wayang golek." kata Tuti.
" Hayu atuh!" sahut Ratih.
" Yuk kita berangkat, let's go..." kata Tuti.
Nono dan Airin sedang berbahagia, setelah keduanya mengucap janji sehidup semati didepan penghulu. Rona bahagia terpancar dari raut wajah kedua mempelai. Mereka telah resmi menjadi suami istri sah secara hukum dan agama.
" Ciee...ehem sebentar lagi bakalan tempur dong!" celetuk Emen.
__ADS_1
" Siap-siap Bang! Jangan lupa minum jamu biar kuat sampai pagi" Jupri ikut menimpali.
" Sebelum tempur baca do'a dulu takutnya tuh kuntilanak mengganggu momen bahagia, kan bisa gawat kalau sampai gagal malam pengantin, hehe" sahut Dodo sembari tertawa.
" Hush, loe semua ngaco deh, jangan ngomongin si Ratih, ngerusak suasana aja! Men, cepat loe nikahin tuh si Mae, biar gak disamber orang" kata Nono.
" Jangan dikasih harapan palsu, halalin dong!" celetuk Oji.
" Berisik loe semua, bentar lagi gue nyusul Bang Nono. Gue lagi ngumpulin duit buat biaya pernikahan gue sama si Mae," sahut Emen.
" Udah dong, mendingan kalian nikmati hidangannya, mumpung gratis!" kata Nono.
" Hooh, serbu..." sahut Jupri
" Ketahuan banget loe semua pada lapar, haha..." kata Dodo.
" Jangan dihabisin kasian tamu undangan, ntar gak kebagian deh!" celetuk Oji.
" Hahahaha..."
Malam harinya Aurin duduk ditepi ranjang dengan malu-malu, Nono pun demikian gugup bukan main.
deg ..deg...deg...
" jantung please deh kerjasamanya!" gumam Nono.
deg...deg...deg...
" duh kok jantungku berdegup kencang tak bisa kompromi" gumam Airin.
" Rin, kamu udah siap?"tanya Nono gugup.
" Siap apa?"jawab Airin.
" Anu, itu em---
Nono tak meneruskan ucapannya, gugup dan malu.
" Itu seperti yang dilakukan pengantin baru pada umumnya, masa gak ngerti"celetuk Nono.
" Oh itu, em aku, aku malu Bang!"sahut Airin.
" Tutupin aja mukanya, kita sudah sah jadi suami istri. Istri berhak melayani suaminya kalau nolak nanti dosa," celetuk Nono.
" Aku siap"sahut Airin.
" Alhamdulillah"
Nono dan Airin melewati malam panjang yang indah, cuaca berubah menjadi mendung pertanda akan turun hujan, benar-benar mendukung. Enaknya jadi pengantin baru, uang banyak, makanan banyak tidur nyenyak, hehe.
__ADS_1