
Nono sedang merebahkan dirinya disofa sembari tiduran, berharap segera kealam mimpi, namun yang diharapkan tak sesuai. Dering pinsel berbunyi dan Nono segera bangkit dan membuka siapa pengirim pesan malam-malam. Nono tak terkejut saat tau pelanggan dari dunia lain yang mengirim pesan.
*Bang,aku mau ngojek ditunggu ditempat biasa*
*Ya*
Dengan malas Nono segera menyambar kunci motornya dan segera bergegas pergi. Nono melajukan motornya dengan hati-hati, lima hari yang lalu Nono sempat terjatuh dan menabrak pohon belimbing karena patah hati sama Airin, gadis yang disukainya.
"Bang, kok aga telat?"tanya Ratih.
"Maaf, tangan Abang masih sakit"sahut Nono.
"Loh, kenapa emang?"tanya Ratih.
"Lima hari yang lalu Abang terjatuh dari motor dan menabrak pohon belimbing"sahut Nono.
"Hihihi, Abang ada-ada saja pake acara nabrak segala"celetuk Ratih sambil cekikikan.
"Gak konsentrasi dan lagi patah hati"ucap Nono cuek.
"Hihihi, patah hati aja sampe segitunya, santai atuh!"celetuk Ratih cekikikan.
"Santai dari Hongkong"ucap Nono.
"Yuk jalan"kata Ratih.
"Ok Neng"sahut Nono.
Nono segera membonceng Ratih dan segera membuka percakapan kembali
__ADS_1
"Neng ini mau kemana?bukan ke jalan yang biasa kita lalui" tanya Nono.
"Emang bukan, mau kekampung tempat tinggalku" sahut Ratih.
"Emang dimana?"tanya Nono.
"Bojong Angsa, lurus aja"sahut Ratih.
"Ok Neng!"
Singkatnya keduanya telah sampai,Ratih masuk ke sebuah rumah kecil yang tak terurus, sementara Nono hanya diam diluar tak mau masuk
"Bang, sini!"panggil Ratih.
"Gak ah, disini aja!"sahut Nono.
"Gak usah takut, ada aku"ucap Ratih.
Nono pun ikut masuk setelah Ratih memintanya masuk.
"Ini rumah siapa?"tanya Ratih.
"Rumah bibi dan aku"ucap Ratih.
"Bibinya kok gak ada, kemana?"tanya Nono yang celingak-celinguk.
"Udah meninggal, saat aku gak ada"sahut Ratih.
"Gak ada gimana?"tanya Nono tidak mengerti.
__ADS_1
"Saat aku pergi kerumah Kang Panji tapi pas diperjalanan aku diperkosa dan aku dibunuh, lalu mayatku dibuang kekali dekat jembatan dan pohon beringin besar"sahut Ratih.
"Astagfirullah, siapa yang tega melakukannya?"tanya Nono yang kaget saat mendengar penuturan Ratih.
"Wira Argantara"ucap Ratih.
"Kenapa dia bunuh kamu?"tanya Nono yang sudah penasaran.
"Dulu aku pernah nolak cintanya, karena aku mencintai kang Panji. Dia terus memaksaku namun aku tetap menolak karena perasaan mah gak bisa dipaksa, terus dia gak terima dan dia sakit hati lalu balas dendam dengan melecehkan ku dan membunuhku"sahut Ratih sembari bercerita.
"Apa dia masih hidup?"tanya Nono.
"Dia berhasil menyembunyikan kejahatannya tanpa seorang pun yang tau, aku mau balas dendam"kata Ratih.
"Apa orang itu tinggal disini?"tanya Nono.
"Dikampung sebelah"sahut Ratih.
"Apa aku bisa bantu kamu tuk cariin pelakunya?"tanya Nono yang kasihan akan nasib Ratih.
"Dengan senang hati, serahkan dia pada polisi, supaya arwahku tenang dan tolong carikan mayatku, mungkin masih tenggelam dikali"ucap Ratih.
"Aku dan temanku akan membantumu mencari Wira Argantara, dia harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya"kata Nono.
"Iya, Bang, makasih"ucap Ratih.
"Sama-sama"sahut Nono.
"Pulang yuk, besok Abang kudu ngojek lagi kan?"tanya Ratih.
__ADS_1
"Iya, hayu"sahut Nono.
Nono pun segera pergi bersama Ratih meninggalkan kampung tempat tinggal Ratih. Dan akan mencari keberadaan Wira, yang telah membunuh Ratih.