Kuntilanak Ganjen

Kuntilanak Ganjen
Part 8


__ADS_3

Para pemuda dikampung Bojong Bebek baru pulang dari acara malmingan, atau wakuncar. Terdengar candaan dan tawa, bahkan sembari merokok mereka sengaja melintasi jalan tikus yang menurut mereka lebih aman dan lebih dekat.


Mereka tak menyadari kalau mereka berjalan melewati jembatan dipinggir kali yang ada pohon beringin besar yang usianya mungkin sudah puluhan tahun, konon katanya pohon beringin itu dihuni oleh makhluk halus.


"Gue tadi dirumah si Iis disuruh marut singkong, karena bapak dan emaknya lagi pada pergi kerumah sodaranya. Dan gue udah bantuin calon bini bikin kicimpring buat jualan." kata Oji yang memulai percakapan.


" Btw hubungan loe sama Mae gimana?


masih gak direstui?"tanya Jupri.


"Iya, gue apes melulu ceritanya gue apel ke rumah si Mae tapi bapaknya ribet amat.


Masa iya tiap apel gue kudu beli martabak, kue balok sama bajigur buat nyogok Bapaknya. Dan kalo gue nikah sama si Mae, kudu ngasih mahar banyak minimal emas 20 gram. Gue dapat duit darimana? Loe kan tau kerjaan gue cuma pelayan toko di grosir Babah Liong. Gak gede gajinya tapi cukup buat makan, beli pakaian murah sama keperluan dapur emakku. Gue bingung mau gimana?". kata Emen sembari menggelengkan kepalanya.


" Rumit juga hubungan loe," sahut Oji.


" Mau mundur gue udah terlanjur cinta,gue cinta mati sama si Mae. Alhamdulillah dia mau nerima gue apa adanya,tapi bapaknya matre banget, gue jadi pusing" Emen mengerutkan keningnya.


"Gue masih untung, gue cuma tani singkong sama sawi ijo. Gue suka nabung kalau habis panen jadi gue bisa beli mahar gede buat calon bini gue si Devi dan emak bapaknya baik banget gak matre. Ya gue disuruh ngapalin surat Ar-Rahman sebagai mahar utamanya"kata Jupri.


"Hahahaha,surat Ar-Rahman emang loe bisa ngaji?"ejek Emen sembari tertawa.


"Sembarangan,ya bisa lah pan dulu gue mantan murid Kiyai Haji Siddiq. Cuman masih terbata-bata,tapi gue berusaha tuk belajar demi meminang pujaan hatiku,bidadari syurgaku"sahut Jupri.


"Beuhh gaya,bidadari surga" celetuk Emen sembari mengunyah permen Loly.


"Hahahaha,yuk balik ini udah malam"Oji mengajak kedua temannya karena hari sudah larut malam.


Saat ketiganya asyik berjalan menyusuri kebun bambu tiba-tiba ada seseorang yang sedang memanggil mereka.


"Bang,sini Bang temani Neng!"

__ADS_1


"Jupri,loe denger gak ada yang manggil?"tanya Oji.


"Iya yah,kok merinding disco begini ya"sahut Emen sembari celingak-celinguk.


"Jangan-jangan tuh setan, ihh kok jadi merinding disco begini ya"Jupri bergidik.


"Mana ada setan malam Minggu, kecuali tuh setan mau ikut malmingan juga, hehe " kata Oji sembari nyengir.


"Beuh, ngomongin setan kita cabut yuk! paling itu setan yang mau numpang lewat,gak usah dipikirin kita kan udah biasa lewat jalan ini,gak ada apa-apa,santuy atuh!"Jupri mencoba menenangkan kedua temannya meski sebenarnya dia juga ketakutan.


"Bang! Sini atuh Bang! Temani aku dong!" Ratih mulai mengusili mereka.


"Woy, loe setan apa dedemit?"sahut Oji kesal.


"Abang lihat aja sendiri!"sahut Ratih.


" Dimana loe, tunjukkan diri loe?" kata Eman


" Hihihi...hihi...." Ratih terus tertawa cekikikan, sementara Emen cs ketakutan.


Emen, Jupri dan Oji segera menoleh ke pohon beringin besar yang berada dipinggir kali, dan terkejut melihat sosok kuntilanak yang sedang mengayunkan kakinya. Rambutnya yang panjang menjuntai kebawah, baju putih yang kusam dan bukukan serta wajah menyeramkan ditambah mata yang melotot dan membuat Emen cs syok bukan main.


"Ya amplop, itu mah ku_ kuntilanak, kabuurrr....!" teriak Jupri yang lari terbirit-birit.


"Jupri, Oji tungguin atuhhh.....!seru Emen yang berlari.


"Buruan Emeeennn.....!" sahut Oji.


"Hihihi, mau lari kemana Bang! Dangdutan yuk! Hihi...hi...." Ratih terus saja cekikikan.


Emen, Oji dan Jupri berlarian kejalan raya sembari ngos-ngosan.

__ADS_1


"Aduhhh, Gusti anu Agung aya-aya wae atuh!"celetuk Emen.


"Emen,eta ku seuri nyikikikna bulu kudukku merinding disco"sahut Jupri.


"Jupri, bukannya kamu bisa ngaji?kenapa atuh malah lari?"kata Oji.


"Kaget atuh euy,serem Kitu kayak kuntilanak difilm alm.Suzanna," sahut Jupri.


Emen dan dua temannya duduk istirahat dipos ronda, lalu datanglah Dodo dan Nono yang baru pulang ngojek.


"Bang ojek, Bang tolong!" sahut Emen cs.


Dodo dan Nono pun berhenti menghampiri Emen dan temannya.


"Emen,keur naon didieu?" tanya Nono.


"Bang Nono, barusan ada kuntilanak dipohon beringin dekat kali"kata Emen menjelaskan.


"Memangnya kalian habis dari mana?"tanya Dodo membuka suara.


"Habis malmingan alias wakuncar"jawab Oji.


Nono dan Dodo saling berpandangan dan sembari melempar senyum, sembari geleng-geleng kepala.


"Ya sudah mungkin kuntilanak nya hanya iseng, dan sekarang mari kita pulang" Nono mengajak Emen cs naik motor.


"Iya, tapi kami gak punya uang untuk ongkosnya" kata Emen jujur.


"Gak usah bayar, lagipula kita tetangga, Dan sekalian kita mau pulang juga"kata Dodo.


"Hatur nuhun atuh!" kata Jupri.

__ADS_1


"Sami-sami,hayu buruan naik!"Dodo mengajak Oji dan Jupri kemotornya, boncengan bertiga kayak cabe-cabean, berhubung keadaan genting.


"Hayu ah, berangkaattt...!" sahut Emen yang dibonceng Nono.


__ADS_2