
Nono dan Dodo sedang menyeruput kopinya, setelah selesai sholat isya berjamaah.Lantas Nono yang rumahnya tak jauh dari rumah Dodo segera mampir kerumahnya sembari membawa cemilan dan kopi buat nanti bergadang.
"No,tuh kunti gak menghubungi lagi loe lagi?" tanya Dodo.
"Alhamdulillah, udah empat hari gak ngontekin lagi. Mungkin lagi sibuk ditempatnya bersama temannya sesama kunti." sahut Nono.
"Gue juga takut pas jemput didekat pohon beringin yang kemarin diceritain sama si Emen dan yang lainnya." ucap Dodo.
"Mungkin tuh kunti nampakkin wujud aslinya"sahut Nono sambil menyesap rokok.
"Serem juga ya, gak kebayang kalau gue lihat wujud asli si Ratih, seperti yang dilihat si Emen dan temannya, ih serem" sahut Dodo bergidik takut.
"Udah ah gak usah ngomongin tuh kunti, kita seruput kopinya takut keburu dingin"kata Nono.
Keduanya tengah asyik menyeruput kopi sembari merokok, dan tiba-tiba handphone milik Nono berbunyi dan ada pesan masuk
"Bang Nono, jemput aku ditempat biasa dan bawa Bang Dodo juga sekalian si Tuti mau ngojek juga, ditunggu ya gak pake lama."
"Astagfirullah,ini kunti gak bisa apa biarin gue hidup tenang,huft" Nono mulai mengernyitkan keningnya.
"Ratih minta dijemput?"tanya Dodo.
"Iya, berdua sama si Tuti dan loe juga ikut gue. Tuti mau ngojek sama loe"ucap Nono.
"Waduh, baru aja diomongin tuh kunti udah langsung ngontek gitu aja. Hayu atuh kita jemput sekarang!" sahut Dodo.
"Bentar atuh Do,habisin dulu kopinya, bisi mubazir"Nono segera menghabiskan kopi ya yang mulai dingin.
"Hooh"sahut Dodo.
Ratih dan Tuti sedang menunggu Nono dan Dodo, sembari mengobrol entah ngobrol apa, mungkin ngobrol seputar dunia perkuntian atau seputar alam gaib.
"Tih, kenapa Bang Nono sama Bang Dodo kok lama banget ya"ucap Tuti gak sabaran.
"Bentar lagi juga nyampe,loe tenang aja"sahut Ratih.
"Ok lah kalau begitu"kata Tuti.
Nono dan Dodo pun telah sampai ke tempat biasa menjemput Ratih, dekat pohon beringin dipinggir kali.
" Tuh Abang baru aja kita omongin, udah muncul lagi" kata Tuti sembari memeluk Dodo.
__ADS_1
"Ntut, loe gak usah ganjen deh, malu-maluin bangsa kunti aja"kata Ratih ketus.
"Sorry,gue repleks"sahut Tuti.
"Ayo naik atuh!"kata Nono dan Dodo
" Ok, berangkat!" sahut Ratih dengan gembira.
"Neng mau pergi kemana?"tanya Nono.
"Neng mau ke Mall, tempat anak muda nongkrong"sahut Ratih.
"Apa?Gak salah?"tanya Nono yang agak heran.
"Kunti juga kan mau ke Mall cari suasana baru" kata Ratih sembari memeluk Nono.
"Waduh, ini kunti ganjen banget pake meluk gue segala" gumam Nono.
"Abang keberatan Neng peluk?"tanya Ratih.
"Eh, anu em, yaudah deh terserah Neng"sahut Nono dengan pasrah.
"Asyik, baik bangetbdeh ih si Abang"sahut Ratih sembari mencubit pipi Nono sembari mempererat pelukannya.
"Aduh Bang, tubuh Abang hangat banget beda sama tubuhku yang dingin kayak salju," kata Tuti mulai ganjen.
"Aduh Neng, itu meluknya jangan terlalu kencang"sahut Dodo yang mulai risih dipeluk Tuti.
"Kan jarang ada cewek cantik kayak aku meluk Abang. Meskipun aku kuntilanak tapi aku sexy loh, dan aku primadona para kunti" kata Tuti dengan percaya diri.
"Masa sih Neng! Gak percaya." celetuk Dodo.
"Beneran deh suerrr" ucap Tuti
"Neng mau kemana?" tanya Dodo.
"Ke Mall sama kayak Ratih mau nongkrong" kata Tuti singkat.
"Masa kunti nongkrong di Mall?"ejek Dodo.
"Kunti juga butuh hiburan, habis dari Mall kita ketempat karaoke, terus kebioskop nonton drakor sama film india." sahut Tuti.
__ADS_1
"Neng Tuti ganjen banget sih" celetuk Dodo.
"Memangnya gak boleh kalau kunti ganjen?"tanya Tuti ketus.
"Ya gimana gitu em---
Dodo tak meneruskan ucapannya, takut jika Tuti marah dan menampakan wujud sebenarnya, bisa celaka dua belas.
"Si Abang mah rese, kali-kali ganjen boleh dong. Apalagi ganjen sama Bang Dodo yang cakepnya kayak Justin Timberlake" Tuti mencoba merayu Dodo.
"Waduh! Atuh kejauhan eta mah!" ucap Dodo
"Kejauhan gimana maksud Abang?" tanya Tuti yang tak mengerti.
"Justin Timberlake mah artis Hollywood, beda sama Abang yang cuma tukang ojek online"kata Dodo.
"Ah, si Abang mah jangan merendah gitu, pede atuh!" sahut Tuti.
"Ah,si Neng mah aya-aya wae"ucap Dodo sembari fokus menyetir motornya.
"Bang aku cantik gak?"tanya Tuti yang penyakit ganjennya mulai kambuh.
"Emm, gak tau atuh Neng! Lagipula Neng mah kuntilanak, mana ada kunti cantik" celetuk Dodo.
"Jadi kuntilanak gak cantik gitu?" Tuti mulai kesal.
"Mungkin menurut bangsa seperti Neng, Neng cantik"kata Dodo yang mulai takut saat melihat Tuti kesal. Dodo takut kalau Tuti menampakkan wujud aslinya.
"Oh, gitu ya Bang!
"Hehehe,jangan marah lah Neng!
"Santuy aja sama Neng mah, santai kayak dipantai" sahut Tuti.
" Iya Neng!"
" Alhamdulillah, untung tuh kunti gak nampakin wujud aslinya, kalau sampai tuh Kunti berubah wujud gue bisa jantungan" gumam Dodo.
" Cihuyyy, akhirnya kita ke Mall" seru Tuti.
" Tut, nanti kita karokean sekaligus dangdutan" sahut Ratih.
__ADS_1
" Pasti atuh! Hihi..."