
Seperti biasa, Nono menjalani profesinya sebagai tukang ojek online,dan kini ia sedang duduk menikmati secangkir kopinya,melepas rasa lelah setelah seharian mengantar penumpang.
Dering ponsel berbunyi dan tertera nomor yang tak dikenal
[Bang Nono, jemput saya dekat pohon beringin dipinggir kali]
"Astagfirullah cobaan apalagi ini, aduh Gusti"
Dengan berat hati dan mau tak mau Nono kembali menjalankan motornya menuju tempat tang disebutkan Ratih.
" Sorry banget ya nunggunya lama!" sahut Nono.
"Santai aja atuh Bang!" sahut Ratih.
"Mau kemana lagi?" tanya Nono.
"Wakuncar(waktu kunjung pacar), alamatnya di Kampung Wewe Gombel no 23 Jalan Jaelangkung Desa Tengkorak, cepat atuh Bang!" sahut Ratih.
" Siap Neng!" Nono menyahut sembari melajukan motornya.
"Abang sakit?" tanya Ratih.
"Gak, cuma puyeng aja. Btw kenapa Neng perhatian sama Abang? Neng naksir?" goda Nono.
"Idih amit-amit deh ah, lagian aku udah punya gebetan baru. Lagian Abang pake acara puyeng segala,hidup tuh kudu dinikmati"celetuk Ratih sambil mengejek.
"Beuh ini kunti cerewet amat kayak emak-emak komplek bahkan emak-emak *** pun gak cerewet-cerewet amat, hehe" celetuk Nono sambil nyengir zebra.
"Bang, gak takut sama Neng?"
"Takut sih tapi kalau wujud neng kayak manusia kagak takut" sahut Nono.
"Idih ngakunya orang beriman, masa iya sih sama kunti aja takut. Takut mah sama Allah SWT bukan sama kunti atau dedemit, derajat manusia lebih mulia daripada makhluk lain. Bang Nono ih malu-maluin bangsa manusia aja! Hari gini takut sama kunti, gak banget deh!" celetuk Ratih sambil ngejekin Nono.
__ADS_1
"Busyet deh, ternyata kunti bisa juga ceramah? Tumben kunti pinter?" sahut Nono.
"Dari orok udah pinter, Abang aja yang kurang pinter," ejek Ratih.
"Neng pacarnya banyak?" tanya Nono.
"Iyalah, Neng gitu loh emangnya Abang jones(jomblo ngenes) hihi..!" Ratih mengejek sambil cekikikan.
" Playgirl juga nih kunti," celetuk Nono sambil fokus nyetir.
"Emang kunti gak boleh selingkuh? Manusia aja banyak tuh yang selingkuh apalagi kunti, hehehehe" kata Ratih menyindir sambil tertawa.
"Neng ini udah sampai tujuan, mana ongkosnya?" sahut Nono yang mulai meriang
"Nih ongkosnya cukup tuh buat Abang beli bala-bala diwarungnya Bu Siti" sahut Ratih sambil memberikan lima lembar uang berwarna merah gambar bapak proklamator.
"Terima kasih, Abang pulang duluan!" Nono beranjak pamit pulang.
Saat hendak pulang tiba-tiba teman-teman Ratih datang dalam bentuk manusia.
"Terus si tuyul jelek mikenanain tuh!" ejek Nono.
"Dibuang kelaut, cuma morotin duitnya aja lagian gak cinta-cinta amat," sahut Ratih cuek bebek.
"Kunti ternyata selain tukang selingkuh ternyata matre juga ya" Nono mengejek.
"Manusia aja matre nya gak ketulungan, masa kunti gak boleh matre? Kunti juga butuh uang untuk beli ini itu," celetuk Ratih.
"Iya deh terserah Neng, Abang balik dulu" sahut Nono.
Nono melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dan berharap bisa tidur tenang, gak diganggu sama Neng Kunkun.
" Busyet tuh Bang ojek ganteng juga" celetuk Tuti.
__ADS_1
"Namanya Bang Nono, loe naksir sama tukang ojek?
"Emang gak takut sama loe?" Tuti balik bertanya.
"Gaklah kan wujud gue wujudnya manusia kecuali kalau gue nunjukin wujud asli gue" celetuk Ratih.
"Dia udah punya bini?" Tuti auto penasaran.
"Jomblo dia mah" celetuk Ratih.
"Kalau jomblo gue juga mau sama dia" sahut Tuti.
" Hush... Beda alam, jangan ganggu dia kasian atuh!"
"Kenapa gak boleh?" Tuti semakin penasaran.
"Dia miskin, sebatang kara udah gitu jomblo lagi, hihi..."
"So tau loe"
"Tau lah, gue gitu loh.
"Tau dari mana?"
"Ada deh, rahasia perusahaan."
"Kita party yuk!
"Hayuk, siapa takut!
" Adu goyang!"
" Cihuy...!"
__ADS_1
" Asoy geboy, tarik sist...!"
" Taarikk.... Jabrik..!"