
Hari ini Nono sedang duduk ngopi diwarung Bu Siti langganannya,sembari mengobrol ngaler ngidul sama sohibnya, Dodo. Tiba-tiba dering ponsel berbunyi, saat Nono melihat ada pesan masuk, matanya terbelalak ternyata itu pesan dari Ratih.
*Bang, aku lagi nunggu ditempat biasa,tolong dong jemput.*
"Waduhhh, si Ratih minta dijemput segala, mana gue lagi gak enak badan lagi"ucap Nono
"Ada apa bro!"tanya Dodo.
"Si Ratih minta dijemput, hadeuh!" Nono menepuk jidatnya.
"Pelanggan setia loe? Cewek jadi-jadian?Hehe.." ejek Dodo sembari tertawa.
"Do, please! Gantiin gue ngojek ya!" Nono memohon sama Dodo dengan wajah memelas.
"Nehi ah, gue takut!" sahut Dodo sembari bergidik.
"Demi persahabatan kita, kali ini aja. Gue gak enak badan, please! Gue meriang pengen istirahat" ucap Nono yang terus memohon.
" Ok lah demi persahabatan kita, gue yang gantiin loe ngojek tapi emangnya dia mau gue yang jemput?" kata Dodo yang akhirnya mau menolong Nono karena merasa iba.
"Gue sms dulu"sahut Nono.
Nono pun mengambil ponselnya dan segera menelpon Ratih.
[Neng, sorry Abang gak bisa jemput. Soalnya Abang gak enak badan, gimana kalau dianterin Bang Dodo aja,dia teman Abang]
[Baik gak orangnya?]
[Baik]
[Ganjen gak sih?]
[Dijamin gak ganjen]
[Ok,ditunggu]
"Do, Si Ratih mau tuh dianterin loe"kata Nono sambil memasukan handphone miliknya kesaku celananya.
"Gue takut,sumpah"kata Dodo.
"Bismillah aja,moga selamat"sahut Nono.
__ADS_1
"Gue jalan dulu, assalamualaikum!"Dodo pun berangkat dan mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam"Nono menjawab salam.
Akhirnya Nono pun bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan Ratih yang bawelnya kayak emak-emak komplek bahkan lebih bawel ketimbang emak-emak ***, hehe.
Akhirnya Dodo pun telah sampai ditempat yang dituju dan benar saja ada sesosok wanita cantik yang menunggunya didekat pohon beringin.
"Neng Ratih"
"Bang Dodo"
"Ayo berangkat!"
"Ok deh Bang!"
"Kealamat mana Neng?"
"Kampung Kuburan Jalan Pocong Desa Genderewo No.13"
"Ketemu pacar?"tanya Dodo kepo.
"Tau aja si Abang, gemes deh ih"kata Ratih yang mulai ganjen.
"Neng ini udah sampai"kata Dodo.
"Nih ongkosnya!"kata Ratih.
"Kagak usah, Abang ikhlas"sahut Dodo.
"Terima aja, pamali nolak rezeki uangnya lumayan tuh buat beli cilok Mang Jana," kata Ratih sambil memberikan uang lima lembar berwarna merah yang bergambar bapak proklamator.
"Nuhun atuh Neng!" kata Dodo yang menerima uang pemberian Ratih.
"Sami-sami, nitip salam buat Bang Nono, semoga lekas sembuh" sahut Ratih.
"Ok Neng nanti Abang salamin ke Bang Nono," sahut Dodo. Dodo segera melajukan motornya dan sesekali melihat kebelakang sembari bergumam.
" Busyet deh cantik banget bodynya oke punya, andai saja tuh cewek beneran pasti gue mau jadiin dia bini gue tapi sayangnya tuh cewek jadi-jadian, ihh....seremm!"
Setelah kepergian Dodo, tiba-tiba situyul nanya dengan muka jells.
__ADS_1
" Ayang bebz, tuh yang nganter lain lagi, yang biasa nganter kemana?" tanya situyul.
"Itu Bang Dodo, Bang Nono gak bisa ngojek karena gak enak badan. Kenapa gitu?" tanya Ratih yang merasa curiga.
"Jells bebz,asli"sahut situyul.
"Makan tuh jells, bagi duit dong Bang!"kata Ratih ketus.
"Datang-datang minta duit, duit mulu diurusin"sahut situyul jengkel.
"Loe gak ikhlas? Loe gak cinta sama gue?" tanya Ratih sembari melotot.
"Cinta atuh! Tapi Abang Uyul lagi sakit bebz"sahut situyul.
"Sakit apa emangnya?" tanya Ratih.
"Malarindu, hehe" kata situyul sembari nyengir kuda.
"Lebay banget loe, siniin duitnya"kata Ratih sembari merebut dompet situyul.
"Jangankan duit, seluruh dunia akan kuberikan padamu ayang bebz"kata situyul yang mulai merayu.
"Bisa aja ngerayu, ih jadi malu"ucap Ratih.
"Bang Uyul gitu loh!"kata situyul jumawa.
"Ngomong-ngomong selingkuhan Abang itu si Murni kemana?"tanya Ratih sambil celingak-celinguk.
"Ngedate sama si Toto, lagi party dikampung sebelah." sahut situyul.
"Bang! Neng kangen deh ih"kata Ratih yang mulai ganjen.
"Apalagi Abang kangen banget tak tertahankan, Neng dangdutan yuk" kata situyul sembari mengajak Ratih joged.
"Hayukk, siapa takuuttt....!"
" Cihuyyy....!"
" Taariik...sist...!"
" Asoy geboy...!"
__ADS_1
Pasangan sejoli itu sedang joged dangdut sembari tertawa riang. Bertingkah seolah-olah seperti manusia, Gak nyangka ternyata kunti dan tuyul pun doyan juga dangdutan, hehe...