Kuntilanak Ganjen

Kuntilanak Ganjen
Part 15


__ADS_3

Disiang hari cuaca yang amat terik, panasnya matahari membuat Nono dan Dodo memilih beristirahat didekat pohon belimbing milik Emen, dan berharap sang punya pohon nongol.


"Do, disini adem juga kan lumayan tuh bisa metik belimbing" celetuk Dodo.


"Iya sih mana seger banget panas gini makan buah belimbing, tapi si Emen gak ada" ucap Nono.


"Tunggu aja, kali aja dia nongol" celetuk Dodo.


"Hooh, kita tunggu disini, eh ada cemilan nih buat kita ngopi"sahut Nono


"Asyik, kebetulan perutku lapar lumayan ada cemilan juga" ucap Dodo.


"Hooh, sok makan jangan sungkan" ucap Nono sembari memberikan cemilannya.


Sang empu yang punya pohon belimbing pun datang bersama dua kawannya Jupri dan Oji.


"Bang Nono, Bang Dodo tumben kesini?" tanya Emen.


"Men, numpang neduh sembari ngopi"sahut Nono.


"Sok aja, kebetulan kita kumpul disini main gapleh yuk?"ajak Emen.


"Boleh tuh!" kata Dodo.


"Men, boleh minta buah belimbing nya?"tanya Nono.


"Ambil aja kalau mau mah, kita kan tetangga dan teman"sahut Emen sembari ikut duduk.


"Gak enak juga kalau yang punya gak ada, nanti disangka maling"sahut Nono.


"Santau aja atuh!"sahut Emen.


"Pri, tolong naik sana bawain belimbing"titah Emen.


"Siap Men"seru Jupri.


Oji dan Emen pun bergabung ikut duduk disamping Dodo.Jupri pun telah selesai mengambil buahnya


"Segini cukup gak?" tanya Jupri.


"Cukup lah, makasih"sahut Dodo.


"Sama-sama Bang!"sahut Jupri.


Nono pun mengambil buah belimbing sembari memakannya,lalu memulai percakapan


"Do,Men,Pri,Ji gue butuh bantuan kalian" kata Nono dengan wajah serius.


"Bantuan apa Bang!"tanya Oji.


"Gue mau kalian bantu gue nyari orang yang udah ngebunuh si Ratih"sahut Nono.


"Ratih siapa Bang?" tanya Oji penasaran.


"Kuntilanak langgana ojek gue, ceritanya panjang deh yang jelas gue mau cari yang namanya Wira Argantara, orang yang udah bikin si Ratih inalillahi"celetuk Nono.


"Waduhh, kaya difilm aja Bang!" kata Emen.


"Detective gitu ya!" tanya Jupri.


"Bener, kita bentuk detective Nono and friends gimana?"usul Nono.


"Tapi kita nyarinya dimana?"tanya Emen.


"Kampung Bojong Angsa dan Bojong Unta"sahut Nono.


"Itu mah kampung yang deket bukit itu?"tanya Oji.


"Hooh, loe tau juga Men?" tanya Nono


"Kampung mantanku si Kokom, hehe" sahut Emen dibarengi cengiran.


"Busyet deh, tampang pas-pasan kayak loe banyak juga mantannya"ejek Dodo.


"Emen gitu loh" kata Emen sembari nyengir.

__ADS_1


"Jadi kita bentuk detective, keren juga Bang!"sahut Oji.


"Gue siap bantu Bang, kapan kita mulai pencarian tuh mayat kunti eh Ratih"sahut Jupri.


"Besok hari Minggu kalian libur kerja kan?"tanya Nono.


"Yups!"sahut Emen cs.


"Besok aja ok!"


"Ok Bang!"


"Yuk lanjut ngopi lagi"


"Hayuuuu.... "


"Guys, kita siap gak untuk cari pembunuh si Ratih?"tanya Detective Nono.


"Siaap!"sahut Emen cs serentak.


"Ayo kita berangkat!"sahut Nono.


"Ayoo"teriak Emen cs.


Nono cs berangkat kekampung Bojong Angsa dan Bojong Unta. Awalnya mereka melakukan penyelidikan ke kampung Bojong Angsa tempat tinggal Ratih sampai ke Bojong Unta tempat Wira tinggal.


Ditempat Ratih tak menemukan apapun, hanya rumah bilik yang sudah butut tak berpenghuni, sempat menanyakan kepada tetangga tapi hasilnya nihil.


Tak putus asa Nono cs pun berangkat ke Bojong Unta menemui Wira.


"Punten, Bu rumahnya Wira Argantara dimana?"


"Juragan Wira itu rumahnya yang besar diujung gang"


"Terimakasih Bu"


"Sami-sami"


"Bang, kita nanya gimana ke juragan Wira?" tanya Emen.


"Kalau dia ngelak gimana?"tanya Dodo.


"Kita paksa dua untuk bicara"


"Loe, yakin?" tanya Dodo yang mulai ragu.


"Insya Allah, kita akan bersatu melawan Wira"


"Ok lah kalau begitu"


"Hayu"


"Ok!"


Nono cs telah sampai didepan rumah juragan Wira.


"Assalamualaikum, permisi"


"Waalaikumsalam, sebentar"


Seorang Wanita berusia 24 tahun keluar sembari membuka pintu, dan terkejut melihat Nono cs.


"Maaf, kalian siapa?"


"Saya Nono dan mereka semua teman saya"


"Maaf, ada perlu apa?"


"Kami mau bertemu Juragan Wira"


"Maaf tapi suami saya sedang keluar"


"Kira-kira kemana ya?"


"Ke kebun teh, mengontrol"

__ADS_1


"Ouh, baiklah kalau begitu kami permisi dulu"


"Iya, silahkan"


Nono cs pun segera kekebun teh menemui Wira.


Wira sedang duduk santau di villa miliknya dekat kebun teh sembari menyeruput kopi dan didampingi anak buahnya yaitu Jarot dan Baron.


"Punten, apakah anda yang namanya juragan Wira?"


"Iya, saya sendiri ada apa? Dan siapa kalian?"


"Saya Nono dan ini teman-teman saya".


"Ada apa cari saya?"


"Saya hanya ingin menanyakan gadis yang bernama Ratih yang hilang delapan tahun lalu"


"Saya gak tau dan saya gak ada hubungannya dengan si Ratih"


"Apa anda yakin tidak tau?"


"Saya tidak tau, dan apa hubungannya dengan kalian?"


"Kami polisi" kata Nono.


"Apaaaa?? Polisi?"


"Iya, saya dapat bukti bahwa andalah yang telah menyebabkan Ratih menghilang"


"Itu gak benar, saya gak tau"


Nono memberi isyarat kepada teman-teman nya untuk menangkap Wira. Dengan sigap Dodo dan yang lainnya menangkap Wira. Sementara Jarot dan Baron hanya diam dan bengong.


"Anda ditangkap dan segera saya kirim ke kantor polisi" Nono meminta Dodo menghubungi polisi.


"Emen dan Jupri mencegah Baron dan Jarot


"Maaf, kami polisi yang sedang menyamar, tolong jangan halangi kamu untuk melakukan pekerjaan kami"


"Baik Pak! kami tak akan menghalangi tugas Bapak"


"Terima Kasih" kata Jupri"


"Sama-sama"


Nono dan Dodo segera mengikat Wira sembari nunggu polisi, dan tak butuh lama polisi pun segera datang dan meringkus Wira lalu membawanya ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan.


"Terima kasih atas laporan kalian, kami bangga terhadap anak muda seperti kalian"


"Iya Pak sama-sama, kami hanya ingin menegakkan keadilan bagi siapapun yang teraniaya"


"Kami pamit dulu"


"Silahkan Pak!"


"Jadi kalian bukan polisi?" tanya Baron.


"Bukan, kami hanya tukang ojek online dan kami temannya Ratih"


"Ouhh, kami salut sama kalian"


"Terima kasih, kami permusi dulu"


"Iya,silahkan"


Dengan bsntuan warga disekitar jasad Ratih pun ditemukan dan segera dikebumikan, bahkan para warga pun mengutuk perbuatan Wira yang menghilangkan nyawa Ratih.


Singkat cerita beberapa hari kemudian saat Nono cs sedang main gapleh, tiba-tiba Ratih pun muncul dan berkata


"Terima kasih Bang Nono dan teman-teman, sekarang aku udah tenang dialam sana"


"Selamat jalan Neng!"


Malam itupun Ratih menghilang dan tak pernah muncul lagi.

__ADS_1


__ADS_2