Kuntilanak Ganjen

Kuntilanak Ganjen
Part 13


__ADS_3

Jam sepuluh pagi Nono sudah menarik tiga penumpang, dan segera kekafe shop tempat Airin bekerja. Nono celingak-celinguk mencari keberadaan Airin tapi tak menemukannya.


"Selamat siang Mas, maaf cari siapa?"tanya Lia salah seorang pelayan dicaffe shop


"Selamat siang, saya mau mencari Airin"


"Ouh, mbak Airin hari ini gak masuk"


"Kenapa? Sakit atau apa?"


"Ada urusan keluarga, katanya ada acara lamaran"


"Apa, Lamaran siapa?"tanya Nono heran.


"Airin dilamar oleh pria pilihan Bapaknya"


"Ouhh, yaudah kalau begitu saya permisi"


"Iya Mas"sahut Lia.


Dengan melajukan motornya, Nono sangat sedih dan patah hati mendengar Airin gadis yang disukainya sekarang dilamar orang lain.


"Nasib ku gini amat ya, Airin Airin"


"Do, loe dimana?"tanya Nono


"Gue lagi ngojek, nganter penumpang"


"Ouh, yaudah"


Nono menutup telponnya dan segera menghubungi Emen


"Men, gue patah hati"


"Patah hati kenapa?"


"Airin hari ini dilamar"


"Yang bener, perasaan dia jomblo deh"


"Loe coba tanyain sama pacar loe si Mae"


"Nanti aja, gue gue kerja, gak enak sama Babah Liong"

__ADS_1


"Ok, nanti pas loe istirahat kabarin gue"


"Ok Bang!"


Nono segera mengojek kembali, lalu dirinya sedang menuju ke rumah Airin di kampung Rawa Puyeng, dan memastikan kabar tersebut.


Singkat cerita Nono pun sudah berada diluar rumah Airin dan melihat ada mobil mewah yang parkir dihalaman rumah Airin.


Tanpa menunggu lama,Nono segera pergi dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Pantesan dia dilamar, toh yang ngelamar cowok kaya yang bukan tandingan gue, apes banget"


Sembari melamun dan tanpa disadari Nono terjatuh dari motor dan menabrak pohon dan jatuh pingsan.Orang-orang segera berkerumun dan membawanya ke klinik terdekat


"No, loe kenapa jadi begini?"


"Do, gue dimana?"


"Di klinik,loe tadi nabrak pohon belimbing dan loe pingsan"


"Ohh, gue patah hati sama si Airin"


"Gue udah tau dari si Emen,si Airin dilamar orang?"


"Jangan cengeng,loe tuh cowok kudu kuat"


"Gue juga punya perasaan Dodo"


"Gak usah sedih, kan ada ,si Ratih dan si Tuti"


"Dih amit-amit jabang bebek"


"Hahahaha, fans loe dari alam lain"


"Kampret,loe tuh ada-ada saja"


"Biar sakit hati loe ilang, hehee"


"Au ah gelap hehee"


Pria 27 tahun tengah menyeruput kopinya sembari menyesap rokok, dibale-bale tempatnya melepas rasa lelah setelah seharian mengontrol kebun teh miliknya,sebagai juragan pemilik kebun teh tentu tak bisa berdiam diri meski ada anak buahnya yang bisa diandalkan.


"Eva, cepat kemari!"

__ADS_1


"Iya, ada apa atuh?"


"Tolong, siapkan air hangat"


Baik, dimana anak kita Ganjar?"


"Lagi menggambar"


"Ouh, sudah sana siapkan air hangatnya"


"Baik"


Eva,sang istri segera menyalakan keran air panas,untuk mandi suaminya.


Ditempat lain


Jarot dan Baron tengah berbincang sembari menyeruput kopi.


"Rot, loe inget gak si Ratih yang dulu dikabarkan menghilang?"


"Itu udah lama, emang bapa gitu?"


"Ada yang janggal, gue yakin si Ratih menghilang pasti ada alasannya"


"Maksud loe, si Ratih dibunuh gitu?"


"Bisa jadi, mayatnya mungkin dibuang ke tempat tersembunyi supaya orang yang melakukan kejahatan tak dicurigai dan gue yakin pembunuhnya masih berkeliaran"


"Kita gak punya bukti, si Ratih menghilang di bunuh atau menghilang mungkin terbawa arus sungai"


"Perasaan gue sih,terjadi sesuatu sama si Ratih"


"Gue juga gak yakin si Ratih hilang gitu aja tanpa jejak,meski kasusnya udah 8 tahun yang lalu,kita gercep cari bukti lagi"


"Tapi gak sekarang kan?"


"Kita minta bantuan warga,atau kita sewa detective"


"Detective muka loe, uang dari mana coba, loe kira nyewa detective murah?, Kayak nyewa kosan"


"Hehehe kirain"


Ditempat lain Wira sedang berada diruang kerja sembari memainkan laptopnya,sembari tersenyum licik.

__ADS_1


"Gak akan ada yang tau kalau gue yang udah membunuh nyawa si Ratih,gue melakukan pekerjaan gue serapi banget.


__ADS_2