Kuntilanak Ganjen

Kuntilanak Ganjen
Part 7


__ADS_3

13 APRIL 2013


Ratih yang sedang mengantarkan makanan kerumah sang kekasih Panji setelah sholat isya, dengan menyusuri jalan setapak dan sepi. Dedaunan masih basah akibat diguyur hujan tadi sore, dengan berbekal lampu senter dari handphone, Ratih berjalan dengan santai tak ada apapun yang mencurigakan seperti biasanya.


" Hem, sepi sekali tapi kenapa perasaanku gak enak gini?" gumamnya.


Ratih segera menepis perasaannya dan tetap berjalan untuk menemui sang kekasih yang sedang sakit.


Tapi sungguh naas,saat berada ditengah perjalanan tampak seorang pemuda yang sedang mabuk,dan sangat familiar bagi Ratih. Pemuda itu adalah Wira pemuda yang dulu pernah ditolak cinta olehnya.


Dengan senyum devilnya dan tatapan yang menyeringai membuat Ratih ketakutan.


" Wira? Kamu mau apa?" tanya Ratih yang ketakutan.


" Kenapa? Takut?" ejek Wira.


" Jangan halangi jalanku, aku mau lewat." ucap Ratih.


" Kamu gak bisa lolos dariku, dasar gadis j*l*ng" sahut Wira sembari melotot dan menyeringai.


" Aku bukan gadis seperti itu, kenapa kamu begitu benci padaku? Apa salahku?" tanya Ratih.


" Apa salahmu? Haha..., Apa kau tak ingat saat kau menolak cintaku dan lebih memilih si Panji," Wira mendekati Ratih dengan tersenyum licik dan tatapan tajam.


" Ka-karena aku----


Ratih tak meneruskan ucapannya karena Wira terus menatapnya dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


" Karena apa?! Cepat katakan?! Wira benar-benar marah.


" Karena aku menyukai Panji, dan aku tak menyukai sikapmu, kau kasar dan jahat" ucap Ratih.


Plakk...


Sebuah tamparan keras membuat pipi kanan Ratih memerah dan seketika Ratih meringis kesakitan dan terisak


" Hiks...hiks...hiks..., Biarkan aku pergi, aku mohon!" Ratih memohon kepada Wira agar melepaskannya.


" Haha, tak semudah itu manis!" ucap Wira sembari membelai pipi Ratih dan seketika Ratih menepisnya, Wira melotot dan menyeretnya ke semak-semak.


Ratih berusaha untuk kabur dari cengkraman Wira namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga Wira. Ratih berusaha berontak dan melawan.


" Lepaskan aku, tolong jangan lakukan itu, hiks..." sahut Ratih seraya memohon sembari terisak.


Wira menjamah seluruh tubuhnya dengan leluasa.


" Ahhhh......!"


Teriakan dan tangisan Ratih tak digubrisnya, Wira dengan kasar merenggut kesucian Ratih berulang kali tanpa belas kasihan.


Setelah puas merenggut kesuciannya,Wira masih saja menyiksanya dengan membenturkan kepala Ratih dan membunuhnya.


Untuk menghilangkan jejak atas perbuatan bejatnya mayat Ratih sengaja dibuang kekali dekat pohon beringin besar tanpa diketahui oleh siapapun.


" Sekarang kau bisa tenang dialam baka, haha.." Wira tertawa puas penuh kemenangan.

__ADS_1


Ratih yang tinggal bersama bibinya yang sudah tua, seketika hilang bak ditelan bumi. Sang Bibi yang begitu cemas akan nasib keponakannya meminta seluruh warga untuk mencarinya.


Berhari-hari tak kunjung jua ditemukan, sang Bibi baru menyadari bahwa keponakannya akan menemui Panji, kekasihnya. Bibinya segera menemui Panji yang waktu itu sedang sakit parah,dan sang bibi menceritakan kepada Panji tentang Ratih yang menghilang.


"Den,beneran Ratih gak kesini?"


"Aku berani bersumpah, Ratih gak kesini sama sekali. Terakhir kesini waktu Ratih mengantar buah-buahan untukku saat panen buah mangga, sejak saat itu aku belum ketemu Ratih lagi"sahut Panji dengan raut wajah sedih.


"Astagfirullah,dimana tuh anak dan kemana dia pergi?"ucap sang bibi.


"Bibi sabar ya, Panji janji akan bantu Bibi mencari Ratih"Panji berusaha menenangkan bibinya Ratih yang sudah seperti ibunya sendiri.


"Terima kasih, Bibi mau pulang dulu. Siapa tahu Bibi dapat kabar dari warga tentang keberadaan Ratih.


"Iya, Bi hati-hati"sahut Panji dengan lemah.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam"jawab Panji sembari meneteskan air mata dan teringat akan sang kekasih.


"Ratih, dimana gerangan dirimu berada?"gumamnya.


Singkat cerita setahun sudah berlalu,sang Bibi sudah mengikhlaskan kepergian keponakan satu-satunya. Diusianya yang sudah tua sang bibi pun sering sakit dan akhirnya meninggal. Begitu juga dengan Panji yang terlebih dulu menghembuskan napas terakhirnya akibat penyakit yang dideritanya.


Disisi lain sang pembunuh masih bisa hidup bebas berkeliaran sampai sekarang dan tak ada yang tau tentang kejahatannya.


Tapi suatu saat nanti keadilan akan datang, dan sang pelaku akan tertangkap. Tuhan tidak tidur, Tuhan akan mengirimkan seseorang yang akan mengungkap kejahatan Wira Argantara.

__ADS_1


__ADS_2