Kuntilanak Ganjen

Kuntilanak Ganjen
Part 16


__ADS_3

Wira Argantara.


Usai tertangkap Wira Argantara sang pelaku pembunuhan Ratih, segera dijebloskan kedalam penjara. Nono cs berhasil mengungkap dalang dibalik kematian Ratih Kumalasari sipelanggan ojek dari alam lain.


"Pak, Saya gak membunuh Ratih!" kata Wira mengelak sembari berteriak-teriak kayak orang kesurupan.


"Pak Wira, semua bukti tertuju pada anda, hanya anda satu-satunya orang yang melakukan kejahatan tersebut," kata Briptu Aiman.


"Pak, saya dijebak oleh Nono cs" sahut Wira yang terus saja mengelak.


"Maaf, Nono cs hanya menjalankan kewajibannya dan telah membantu polisi untuk menyelidiki kematian Nona Ratih Kumalasari yang meninggal delapan tahun yang lalu" kata Briptu Aiman.


" Anda tidak tau siapa saya? Saya anak juragan tembakau orang paling kaya dikampung Bojong Bebek, dan saya pastikan anda menyesal telah menahan saya," sahut Wira sembari menggerutu dan mengancam.


" Saya tidak perduli, meskipun anda orang kaya, anak presiden, anak konsumen bahkan anak tukang permen sekalipun jika anda melakukan suatu kejahatan hukum tetap berjalan. Mungkin banyak pejabat atau polisi korup tapi mohon maaf itu tidak berlaku bagi saya. Saya aparat negara yang akan melakukan tugasnya. Gaji saya memang tidak besar tapi mohon maaf saya dididik oleh orang tua saya untuk berlaku jujur dan adil." sahut Briptu Aiman.


Glekk...


Wira menelan salivanya saat mendengar penuturan Briptu Aiman, baru kali ini ada polisi jujur seperti beliau.


Wira pun tak dapat mengelak lagi, toh dirinya memang yang telah membunuh Ratih dan dirinya pula yang harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. Hanya karena ditolak cinta, sampai dirinya tega menodai dan melenyapkan gadis sebaik Ratih. Kini dirinya harus mendekam dipenjara selama dua puluh tahun.


Rasa sesak menyelimuti dirinya namun apalah daya, nasi telah menjadi bubur.

__ADS_1


" Maafkan aku Ratih! Maafkan aku juga Eva, istriku aku benar-benar menyesal, hiks...hiks...hiks..." Wira terisak dan menyesali perbuatannya.


Nono sudah mengikhlaskan Airin yang sebentar lagi dipinang lelaki lain. Nono sadar bahwa dirinya dan Airin tak bisa bersatu bak langit dan bumi. Seperti biasanya Nono menjalani profesinya sebagai tukang ojek online dengan semangat meski hati sedikit tergores, namun Nono beruntung punya teman yang selalu ada dan mendukungnya untuk tetap bertahan hidup, Dodo cs lah sahabat terbaik Nono.


"Do, kamu gak ngojek?"tanya Nono sambil memarkirkan motornya.


"Udah balik, ngopi dulu"jawab Dodo.


"Aku juga baru balik habis ngojek cewek cakep"kata Nono sembari nyengir kuda.


"Awas aja yang ngojeknya dedemit, haha" ejek Dodo.


"Husss, sembarangan aja! Siang bolong gini mana ada dedemit" kata Nono sambil menyomot gehu.


Emen segera menghampiri Nono dan Dodo diwarung Bi Siti, sambil ngos-ngosan seperti habis dikejar depcolektor.


"Bang, Bang Nono, Ada kabar baru!" kata Emen.


"Duduk dulu atuh Emen! Kabar baru apa?" tanya Nono penasaran.


"Si Airin, itu batal nikah!" kata Emen.


"Ya apa hubungannya sama gue!" kata Nono.

__ADS_1


"Bukannya Bang Nono ngebet sama si Airin?" Kesempatan bagus buat Abang"kata Emen.


"Gak ah, gue takut sakit hati."kata Nono pesimis.


"Yaelah gitu doang masa takut patah hati," ejek Emen.


"No, cinta mah kudu diperjuangkan" kata Dodo memberi semangat.


"Betul tuh kata Bang Dodo" Emen menyahut.


"Tapi gue takut si Airin gak cinta sama gue" kata Nono.


"Abang so tau, Si Airin tuh suka sama Abang, makannya dia sampai ngebatalin pernikahan dengan cowok pilihan Bapaknya" kata Emen.


"Serius eta teh Emen?" tanya Nono seolah tak percaya.


"Serius atuh Bang!" kata Emen sembari mengacungkan dua jari yang membentuk huruf V


"Ok, gue perjuangin si Airin" kata Nono.


"Naah gitu dong, itu baru namanya lelaki" kata Dodo sembari menepuk bahu Nono seolah memberikan support.


"Gue cabut dulu, bye!" sahut Nono dengan wajah sumringah.

__ADS_1


__ADS_2