
Nono segera menyiapkan cincin yang dia beli beberapa hari yang lalu.Dengan jerih payahnya sendiri sebagai tukang ojek online.Dengan perasaan hati yang bercampur aduk, ada rasa bahagia,sedih dan haru.
Dengan dukungan darisahabat-sahabatnya, Nono bertekad untuk melamar Airin, sang kekasih.
"Do, gue udah rapi belum?" tanya Nono kepada Dodo.
"Wih da rapi lah segitu mah!"awab Dodo.
"Gue deg-degan nih!"kata Nono.
"Santuy aja, woles atuh!" kata Dodo.
"Hooh, yuk kita berangkat!" ajak Nono.
"Hayu, si Emen dan yang lainnya udah nunggu tuh digang",kata Dodo.
"Hooh, ok!"sahut Nono.
Singkatnya Nono cs telah tiba dikampung Rawa Puyeng, untuk melamar Airin.Dan Nono pun disambut baik oleh ibunya Airin.
"Assalamualaikum!"Nono cs mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam, silahkan masuk!"ucap Orang tua Airin sambil membalas salam.
"Terima kasih!"
"Mari, silahkan duduk!"
Dengan langkah gontai ibunya Airin bergegas kedapur
"Onah, tolong siapkan beberapa air minum dan cemilannya"
"Baik Bu!" kata Onah.
Sesampainya diruang tamu nampak adaAirin dan Bapaknya.
"Jadi kedatangan mu kesini, mau apa?", tanya bapak Airin.
"Saya mau melamar Airin, pak!", jawab Nono dengan perasaan yang gugup.
"Apa yang kau punya, sehingga berani melamar anakku?"tanya Bapaknya Airin.
__ADS_1
"Saya gak punya apa-apa, saya punya modal nekad, cinta dan kerja keras" jawab Nono dengan jujur.
"Hemm, begitu ya" sembari melihat raut wajah Nono yang gusar.
"Saya terima lamaran kamu, dengan satu syarat"kata Bapaknya Airin.
"Syarat apa pak?" tanya Nono.
"Kamu harus janji akan menjaga dan membahagiakan anakku"
"Insya Allah, saya akan berusaha membuat anak bapak bahagia", jawab Nono sumringah.
"Bagus, saya pegang janji kamu"
"Alhamdulillah, diterima juga lamarannya"kata Dodo ikut bahagia.
"Selamat ya Bang!" kata Emen cs serempak.
"Semua berkat kalian yang tak henti mendukung gue", kata Nono.
"Itu gunanya sahabat!"kata Jupri ikut nimrung tang sedari tadi diam.
Seminggu yang lalu Nono telah melamar Airin, gadis yang dicintainya.Dan sekarang Nono tengah bersiap untuk wakuncar kerumahnya.
*Bang, jemput aku ditempat biasa*
"Astagfirullah, ganggu momen bahagia aja tuh kunti"gerutu Nono.
Dengan segera Nono membalas pesannya
*Sorry, Abang gak bisa jemput*
*Loh, kenapa?*
*Abang lagi ada urusan*
*Yaelah bentar doang!*
*Ok lah!"
Dengan berat hati Nono segera menjemput Ratih meski hatinya waswas dan selalu memikirkan Airin.
__ADS_1
"Bang, kok ngelamun sih!" tanya Ratih.
"Abang lagi mikirin tunangan Abang"sahut Nono.
"Cieee yang udah tunangan"goda Ratih.
"Iya, Alhamdulillah"sahut Nono.
"Hari ini, Abang udah janji mau kerumahnya"
"Sorry, jadi gak enak nih!"sahut Ratih.
"Kita kemana?"
"Ketempat biasa, ketempatnya Kang Panji"
"Ok!"
Singkat cerita Nono pun sudah sampai mengantarkan Ratih ketempat tujuannya.
"Neng udah sampai"
"Hooh, nih ongkosnya"
"Gak usah, Abang buru-buru, udah telat"
Dengan cepat Nono melajukan motornya untuk sampai ke rumah Airin.Ratih yang melihat kepergian Nono hanya tersenyum sembari menggaruk kepalanya.
"Manusia memang aneh!Hihi..." Ratih cekikikan.
Nono pun sudah sampai dirumahnya Airin, dan Airin sedang manyun melihatnya.
"Kok telat sih!"tanya Airin cemberut.
"Maaf, barusan habis nganter penumpang"sahut Nono.
"Ini waktunya buat apel, bukan buat ngojek"kata Airin ketus.
"Maafin aku Rin!"kata Nono.
"Kain kali jangan telat"ucap Airin
__ADS_1
"Ok, senyum dong!"sahut Nono.
"Hehehe" Airin tersenyum.