Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab XI


__ADS_3

Malam harinya, Reyhan menyimpan foto Sofia kembali ke kamar Sofia. Memang benar-benar foto itu ada di kamarnya Sofia. Tapi, bagaimana bisa foto itu ada di kamarnya Reyhan.


Sejak kapan ada disana?


Siapa yang memindahkannya?


Ini membuat Reyhan tidak ikut mengaji tahlilan untuk malam ini. Ia memakai alasan kepalanya sakit dan meriang. Karena itu setelah sholat isya' ia memilih untuk langsung tidur. Ia berusaha untuk tidur pulas, agar hari cepat berganti.


Namun, tidur cepatnya membawanya langsung ke alam mimpi. Tiba-tiba, ia berada di sebuah tempat yang sangat mengerikan. Disekelilingnya di penuhi api. Sangat panas sekali. Keringatnya sampai bercucuran, dan membuat bajunya jadi basah kuyup.


Reyhan ketakutan. Ia merasa kalau sekarang dirinya berada di dalam neraka terpanas, neraka Jahanam. Akan tetapi, ia tak percaya begitu saja. Dirinya pasti belum mati. Dan Reyhan pun berusaha lari dari tempat itu.


Namun, lari kemanapun rasanya sia-sia saja. Semuanya api. Tapi hanya dia sendiri yang ada. Tak ada satupun manusia selain dia disana. Reyhan memanggil Salma, Bi Zizah, Gio, Derry dan Dewa untuk meminta pertolongan.


Tapi, sama saja hasilnya. Tak ada yang menjawab panggilannya. Tubuhnya benar-benar bergetar super hebat. Takut jika saja ia mungkin sungguhan berada di neraka Jahanam.


"Ya Allah! Sesungguhnya aku berada dimana ini?" tanyanya dengan ketakutan setengah mati.


Hingga akhirnya, ada suara yang memanggilnya, "Kak! Kak Reyhan!".


Jika di dengar baik-baik, suara itu seperti suara perempuan, yang tak lain adalah Sofia. Suara panggilan itu terdengar lagi, dan ini membuat Reyhan jadi yakin seratus persen. Ya, ini sungguh-sungguh suaranya Sofia.


"Sofia! Sof, tolong Kakak! Tolong Kakakmu ini!" seru Reyhan meminta penuh harap.


Sofia datang. Tapi, ekspresi wajahnya malah terlihat marah besar. Keangkara murkaan yang sangat besar terlihat jelas. Ini membuat Reyhan bukannya jadi senang, malah jadi tambah rasa takutnya.

__ADS_1


Perlahan Reyhan mundur sambil berjalan dan bertanya, "Ka...kamu kenapa marah? Kakak akui Kakak salah, tapi kenapa kamu marah?".


Sofia tertawa dengan suara tawa yang amat mengerikan dan menjawab, "Ngaku salah tapi tidak ikut mendoakan? Tentu ini menambah amarahku untuk balas dendam."


"Balas dendam? Nggak, kamu nggak akan bisa. Nggak akan! Kamu udah mati, dan Kakak akan doakan kamu! Pasti!".


"Aku tidak butuh pasti. Aku tidak butuh janji. Aku tetap akan berikan dendam besar."


"Kamu mau lakukan apa memangnya?"


Sofia tersenyum jahat dan memeluk kakaknya, kemudian berbisik, "Siap-siap, Kak Reyhan dan teman-teman Kakak juga jadi korban. Korban dendamku!"


Sofia tertawa melengking lagi, dengan suaranya yang menyeramkan. Reyhan mencegah adiknya melakukan itu.


Ini membuat Reyhan semakin gelisah. Tambah lagi rasa cemasnya yang juga mulai bermunculan. Walau ia tak tahu bagaimana adiknya itu dendam, yang pasti Reyhan harus bisa menjaga teman-temannya agar tidak jadi korban dendamnya Sofia.


...***...


Saat tidur malam, Salma mulai masuk ke alam mimpinya. Di sana, ia berada di sebuah tempat yang sangat sejuk, indah, damai, asri dan adem bagaikan surga.


Bunga-bunga dan pepohonan tumbuh subur. Panas matahari pun mendukung. Suasana indah tenang mencekam kuat sekali disini. Langit biru juga ikut mendukung siapapun untuk melihat tempat ini. Sungguh sangat enak. Sudah pasti, inilah tempat incaran yang terbaik di dunia.


Hingga saat berada di tempat itu sambil menikmati indahnya alam tersebut bersama bunga-bunga yang mekar ceria, Salma melihat ke sebuah sudut. Nampak ada seorang gadis berhijab seperti dirinya. Gadis itu sedang memetik bunga di taman ini.


Penasaran, Salma pun mendekati gadis itu. Dan betapa terkejutnya ia, melihat gadis itu tak asing lagi baginya. Tak lain dan tak bukan dia adalah ...

__ADS_1


......Sofia!......


Iya, benar. Dia Sofia. Sungguh-sungguh Sofia. Ia memetik bunga di daerah itu sambil bernyanyi senang. Tanpa berlama-lama lagi, Salma berlari menghampiri adik iparnya itu.


Namun, hal yang tak terduga terjadi. Setelah mengambil bunga-bunga itu, Sofia malah berlari sambil tertawa riang. Ia berlari cepat membawa bunga-bunga yang ia petik itu. Kemudian apa yang terjadi?


Gadis itu malah menjatuhkan dirinya ke jurang yang sangat curam, lembap, gelap dan menyeramkan.


Salma mulai panik. Sofia sudah jatuh dan hilang tak berbekas ke dalam jurang itu. Salma menangis menyesal tak sempat menolongnya. Lalu ia menjeritkan nama Sofia, hingga akhirnya terbangun di dunia nyata.


Salma terbangun dengan nafasnya yang terengah-engah seperti Reyhan. Reyhan jadi ikut bangun juga melihat istrinya malah terbangun dengan badan yang berkeringat.


"Sayang! Kamu kenapa, mimpi buruk ya?" tanya Reyhan menenangkan.


"I...iya. Aku, aku mimpi ketemu Sofia. Tapi saat mau aku dekati, dia malah lari sambil bawa bunga dan ketawa-ketawa gitu. Terus..." jawaban Salma malah terputus.


"Terus kenapa?"


Salma terdiam sejenak. Barulah ia menjawab, "Terus dia...dia jatuh ke jurang yang dalem banget. Kayak orang bunuh diri gitu."


Reyhan kaget mendengar kisah mimpinya Salma. Awalnya ia juga mau menceritakan mimpi buruknya yang ia alami tentang Sofia, tapi ia urungkan niat itu tak lama kemudian. Reyhan memeluk Salma dengan menenangkannya dan mengatakan kalau itu mungkin bunga tidur saja.


Lalu memintanya untuk tidur kembali. Setelah cukup tenang, Salma tertidur lagi. Istrinya sudah tidur, tapi Reyhan belum mau tidur lagi. Ini membuatnya teringat akan mimpinya tadi, dimana Sofia mengatakan bahwa ia akan lakukan balas dendam.


...^^^...

__ADS_1


__ADS_2