Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab VII


__ADS_3

Reyhan pergi ke tempat yang kemarin. Sungguh amat ramai memang kalau di hari Minggu untuk tempat seperti ini. Banyak yang datang ke sini hanya untuk minum, atau menari-nari tak karuan dengan musik khas DJ.


Baru juga 10 detik, terdengarlah suara seorang laki-laki menyebutkan namanya Reyhan. Ketika dilihat, ternyata Dewa yang datang. Keduanya saling berjabat tangan. Keduanya belum masuk ke diskotik karena menunggu kedatangan 2 lagi kerabat mereka.


Baru saja dibicarakan, akhirnya datang juga Derry dan Gio. Mereka pun masuk ke dalam diskotik. Di dalamnya, banyak yang sudah menari-nari dugem tak karuan. Atau ada juga yang hanya sekedar duduk sambil minum minuman yang hanya ada di tempat seperti ini. Sudah pasti dengan wanita seksi bersama mereka-mereka sambil minum.


Gio pun mengajak Reyhan untuk mencoba hari ini juga. Reyhan pun mengambil satu botol, dan menuangkannya ke gelas. Barulah ia minum. Walaupun dengan sedikit keraguan, tapi ia teguk juga satu gelas.


Memang untuk pemula seperti dia, minuman itu sangatlah tak enak. Tapi, ia dipaksa juga oleh teman-temannya untuk bisa mau minum minuman seperti itu. Tak hanya sekedar minum air putih, teh, aneka jus buah serta kopi.


Mulai. Ya, Reyhan mulai merasa enak. Ia menuangkannya lagi dan meminumnya lagi. Terus ia lakukan itu sampai khamr tersebut habis di botolnya. Mau berhenti ia minum, tiba-tiba Gio berseru, "Pesan lagi saja, Bung! Aku yang traktir!"


Derry dan Dewa langsung riang gembira. Sampai akhirnya, ia juga jadi kecanduan. Dengan badan serta pikiran yang sudah setengah lemas karena mabuk, Reyhan juga senang menerimanya.


"Ayo, Rey! Sikat terus sampai puas!" seru Derry sambil meneguk juga minuman dari botolnya langsung dan memeluk seorang perempuan berpakaian terbuka dengan rok mini (padahal dia sudah menikah, 'kan).


"Bener, Rey! SIKAT COOOY!!!" tambah Dewa dengan jeritan.


Reyhan kembali meminum minuman itu. Terlihat ada rasa happy yang sangat luar biasa. Dengan mabuk yang sudah menyerang otaknya, Reyhan mulai mengajak seorang gadis menari dengan suara musik genre DJ itu. Sama seperti gadis yang dipeluk Derry, pakaian terbuka dan rok mini yang amat menggoda.


Reyhan pun menari dengan sangat lincahnya sambil meminum minuman bir itu. Sungguh, tariannya gila habis.


Melihat Reyhan seperti itu, Gio menjerit, "SIKAT, REY! SIKAT ABISSS!!!".

__ADS_1


Disusul dengan tawanya Derry dan Dewa yang amat keras. Reyhan juga jadi tertawa bahagia. Ia merasa benar-benar sudah ada yang bisa menangkal kesedihannya setelah berpisah dengan adiknya, walau hanya 5 hari.


Saat berhenti menari, Reyhan kembali ke meja bar tersebut. Untuk menuangkan kembali bir itu pada gelasnya, dan meminumnya kembali. Kemudian ia menjerit, "SAATNYA PARTY EVERYBODY!!!".


Semuanya ikut menari dugem dengan musik DJ yang semakin menjadi-jadi keseruannya (bagi mereka yang suka). Sementara Gio dan Derry hanya tertawa kecil sambil meminum bir tersebut langsung dari botolnya. Sedangkan Dewa masih minum sambil memeluk gadis seksi yang rambutnya diikat seperti ekor kuda dan ikal itu.


"Galau hilang, pesta datang, Coy!" seru Reyhan saat menari sambil mendekati Gio.


"Mantap, Mas Brow!" balas Gio dengan acungan jempol tangan kanannya.


Kalau sudah begini, pasti memakan waktu berjam-jam. Ini bisa menjadikan Reyhan ingkari janjinya. Ia bisa saja pulang sesudah dzuhur. Jangankan sesudah dzuhur. Malah ini menjadikan dirinya pulang di waktu sholat sunah tahajud sudah tiba.


...***...


Sampailah pada sore harinya, benar-benar ini membuat Reyhan jadi lupa waktu untuk ibadah. Ia pun keluar dari tempat itu bersama gadis yang menari bersamanya. Sementara Gio dan Derry pulang berdua. Begitu juga dengan Dewa. Sama dengan Reyhan, pulang dengan gadis yang ia peluk saat sedang minum tadi.


Sampailah di depan sebuah gang kecil untuk mengantar gadis itu. Gadis itu berterima kasih dan keluar dari mobilnya Reyhan.


"Makasih ya, Bang! Sampai sini aja!" pinta gadis itu dengan manja.


"Kok sampai sini? Nggak mau dianterin, takut dimarahin nyokap-bokap, ya?" tanya Reyhan dengan senyum manja karena pengaruh alkoholnya.


"Bukan. Aku anak kost. Nanti kena marah ibu kost."

__ADS_1


"Oh...ya udah. Sama-sama."


Gadis tersebut pun pergi setelah ia menutupkan pintu mobilnya Reyhan. Reyhan tersenyum kecil, dan menginjak gas mobilnya lalu pergi.


Sampai di rumah, ia masuk langsung ke garasi yang sudah dibuka oleh Bi Zizah, yang kebetulan sedang menyapu halaman. Begitu keluar mobil dan menutup serta mengunci mobilnya, Reyhan dengan santai enaknya melemparkan kunci mobil itu pada Bi Zizah.


"Nih, Bi! Gantungin kunci mobilnya!" katanya sambil melempar.


Bi Zizah tak bisa menangkapnya, hingga kunci itu jatuh. Bi Zizah pun mengambilnya dan berkata, "Ya Allah! Apa Den Reyhan mabuk? Nggak biasanya kayak gini."


Saat masuk ke ruang TV, terlihat Salma sudah mencegatnya. Dengan wajah kusut penuh murka, Salma berkata, "Mana janjinya pulang sebelum dzuhur? Malahan pulang mau magrib gini."


Salma marah sambil menunjuk ke arah jam. Ternyata, waktu sore ini menunjukkan pukul 5 lebih. Dan kembali melipat tangannya di dadanya.


Dengan rasa mabuknya yang masih tersisa, Reyhan dengan santai berkata, "Maafin aku, Sayang! Aku keasyikkan. Sesekali bolehlah."


Sadar suaminya mabuk karena alkohol, Salma memukul Reyhan dengan kepalan kedua tangannya. Ia pukul di bahunya dengan cukup keras.


Dan apa yang terjadi?


Reyhan mendorong Salma sampai jatuh sambil berkata, "Udahlah, nggak usah sok ceramahin aku!"


Setelah itu, Reyhan jalan tak karuan ke kamar. Dan setelah masuk kamar, ia menutup pintunya dengan cara dibanting. Salma jadi menangis kecewa. Tak menyangka suaminya bisa seperti itu.

__ADS_1


'Pasti karena teman-temannya,' kata Salma dalam hati.


...^^^...


__ADS_2