Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab XVII


__ADS_3

Siang hari, setelah makan siang dan sholat dzuhur. Reyhan dengan diam-diam keluar rumah sambil membawa fotonya Sofia. Saat itu, suasana rumah sedang sepi. Salma sedang tidur siang, sementara Bi Zizah menyetrika di kamarnya di lantai atas.


Reyhan pun keluar rumah dengan kotak korek api, kemudian berjalan seperti orang mengendap-endap. Barulah ia berlari setelah keluar area rumahnya. Ia berlari ke daerah lapangan bola yang masih sepi. Karena lapangan ini akan ramai dipakai sekawanan anak-anak usia sekolah SD untuk bermain futsal nanti sore setelah ashar.


Sesampainya di sana, Reyhan menuju ke semak-semak belakang lapangan. Ia pun menyalakan api dengan korek apinya, dan arahkan apinya untuk membakar foto Sofia. Foto Sofia pun terbakar menjadi perlahan-lahan hingga hangus. Setelah hangus dan apinya mati dengan sendirinya dengan kekuatan angin, ia lempar kertas foto itu ke tanah. Kemudian pergi berlari dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orang lain.


...***...


Begitu pulang, Reyhan sudah merasa sangat tenang sekarang. Kali ini tak ada yang mencurigainya keluar rumah. Salma tidur pulas tanpa ada tanda-tanda akan bangun.


"Kayaknya, dia benar-benar kecapekan banget," gumam Reyhan begitu melihat istrinya itu hanya bergerak untuk bernafas, bukan mengubah posisi tidurnya.


Baru saja merasa tenang, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ternyata ada pesan WhatsApp dari Dewa. Katanya ia mengajak bertemu berdua untuk membicarakan pekerja yang akan menggantikan Derry dan Gio besok.


Reyhan sempat terdiam sejenak. Ia mungkin berpikir, benar juga atas apa yang diucapkan Dewa, harus ada pengganti Derry dan Gio untuk besok. Jadi kantor mereka harus mengadakan lowongan pekerjaan. Untuk hal ini, Reyhan akan izin pergi pada Salma.


Setelah mengganti baju rumahnya dengan baju pergi (bukan baju koko muslim), Reyhan membangunkan Salma. Namun saking nyenyak istrinya tidur, tak ada respon apapun dari Salma untuk suara suaminya yang pamit untuk pergi.


Reyhan menghela nafas melihat istrinya seperti itu. Ia memaklumi saja, mungkin istrinya benar-benar kelelahan setelah kerja seharian membantu Bi Zizah melakukan pekerjaan rumah, padahal ia seringnya membantu masak atau mencuci baju, dengan mesin cuci tentunya.


Walau tak ada respon Salma, Reyhan tetap pergi. Yang penting, ia sudah izin pamit pergi pada Salma. Reyhan pun menyisir rambutnya dan kembali membawa kunci mobilnya dan pergi. Setelah Reyhan keluar kamar, suatu keanehan terjadi di meja riasnya:

__ADS_1


...Fotonya Sofia ada lagi, dan dalam keadaan kembali utuh. Namun tanpa piguranya....


...***...


Salma yang tertidur, tiba-tiba saja bermimpi. Ia bermimpi bertemu dengan Sofia. Mereka bertemu di sebuah gunung yang asri indah, lingkungannya bersih, dengan di dampingi oleh terbangnya beberapa burung merpati yang terbang diatasnya. Rasanya sangat damai.


Salma mendekati Sofia yang sedang berjongkok sambil memetik beberapa tangkai bunga mawar dan melati. Salma memanggilnya, agar perhatian mendiang adik iparnya itu beralih padanya. Akhirnya berhasil juga, Sofia menoleh padanya.


Gadis itu menyimpan bunga dipetiknya di tanah, lalu menghampiri Salma. Keduanya saling berpelukan dan mengakui rasa rindu yang amat mendalam. Lalu Salma meminta Sofia untuk menceritakan kenapa ia nekat melakukan perbuatan yang tergolong haram itu.


Sofia terdiam sejenak. Senyuman rindu di wajahnya hilang perlahan-lahan, hingga akhirnya ia menceritakan saja semuanya. Ia menceritakan bagaimana bisa di pikirannya mulai muncul sebuah ide agar bisa selamat dari ancaman kakaknya dan bebas dari yang sering dialami oleh wanita yang dicuri keperawanannya oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab.


Mendengar kisah itu, Salma kaget setengah mati. Ia tak menyangka suaminya yang benar-benar sudah sering dipengaruhi alkohol itu jadi melakukan hal tak berakhlak tersebut, apalagi ia melakukannya pada adik kandungnya sendiri. Saudari seibu dan seayah juga. Sungguh menyedihkan dan amat kejam. Ini pun benar-benar terjadi semenjak dirinya jadi pecandu alkohol.


Sofia yang mulai menangis itu menjawab dengan anggukan.


Salma mengangguk paham. Ia juga ikut menangis. Kemudian merangkul Sofia sambil menenangkannya dengan mengelus bahu kirinya. Salma pun menduga, kalau Sofia-lah yang selama ini membunuh teman-temannya Reyhan. Tapi, entah bagaimana Sofia membunuh mereka. Dan sekarang yang tersisa pelakunya hanya Dewa dan Reyhan.


"Kamu bunuh dengan cara apa, jadi hantu?" tanya Salma menebak.


"Iya. Aku...aku jadi kuntilanak merah," jawab Sofia dengan sedikit tawa.

__ADS_1


"Kuntilanak merah? Terus, kamu gentayangan ke mereka?".


"Iya. Sekarang, aku harus bersiap untuk matikan yang satunya lagi."


"Maksud kamu, Kang Dewa?".


"Iya."


Salma menghela nafas. Ia pun mengingatkan Sofia agar tidak melakukannya dan memaafkan saja kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan Reyhan dan teman-temannya. Pendam atau lupakan saja dosa besar itu.


"Terus kalau Ryan tahu, gimana? Dia pasti kecewa kalau tahu kamu kayak gini. Kamu mau dia kecewa? Nggak 'kan!".


Mendengar itu, Sofia terdiam kembali. Mungkin dia berpikir, kalau ucapan Salma ada benarnya juga. Jika Ryan tahu Sofia ini, dia pasti akan tambah sedih.


Namun dengan tegasnya, Sofia beranjak dari tempat duduknya di sebelah Salma dan berkata, "Nggak akan!". Setelah itu, ia berjalan menjauh, sambil membawa bunga-bunga yang ia petik dan disimpannya di tanah.


Salma melihat kepergian Sofia. Dipanggil olehnya berkali-kali, tapi tak ada respon. Tetap saja Sofia pergi berjalan menjauh dengan bunga-bunga itu. Salma jadi menduga, kalau Sofia mungkin sedikit tersinggung atas apa yang ia tanyakan barusan pada Sofia.


Hingga akhirnya Salma terbangun dari tidurnya. Salma terbangun dengan suaranya yang memanggil Sofia. Begitu sadar dari alam mimpi tidurnya, ternyata ia berada di dalam kamarnya. Dan mengetahui bahwa itu hanyalah mimpi yang bisa saja hanya bunga tidur biasa.


Namun, ia pun merasa kalau hatinya berkata itu bukan bunga tidur. Melainkan petunjuk yang sesungguhnya, bahwa penyebab Sofia membunuh dirinya sendiri adalah karena di perkosa Reyhan. Kalau sudah begini, haruslah langsung dikatakan pada polisi. Tapi sebelum itu, lebih baik baginya jika dirundingkan dulu dengan teman-temannya Sofia dan Ryan sebagai kekasihnya Sofia.

__ADS_1


...^^^...


__ADS_2