Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab XX


__ADS_3

Malam harinya ketika sudah tidur. Salma tertidur nyenyak, pulas. Tapi tidak untuk Reyhan. Ia tidur dengan kondisi gelisah, stress rasanya. Tak tahu mau tidur dengan posisi seperti apa. Ia sudah berusaha mencari posisi tidur semaksimal mungkin.


Namun, semuanya sia-sia saja. Tetap saja tak ada posisi tidur yang membuatnya nyaman. Masih saja gelisah. Gelisah, cemas dan takut. Sampai akhirnya, Reyhan memaksakan matanya agar tertutup rapat. Serapat mungkin, seperti mata orang yang sudah meninggal. Paksakan tubuhnya terdiam, tanpa gerakan ubah posisi tidur lagi.


Setelah ia lakukan berjam-jam lamanya, berhasil juga. Hanya saja, itu membuatnya mendapatkan mimpi buruk. Lagi dan lagi, ia bermimpi melihat adiknya. Terlihat kini berada di dalam hutan, ada Sofia yang tengah asyik bermain dengan burung besar, tapi bukan elang. Entah burung apa itu.


Saat didekatinya sambil memanggil, Sofia yang menoleh malah tertawa ceria, dan pergi begitu saja. Ia pergi berlari-lari kecil bersama burung besar itu. Reyhan tidak menyerah. Ia terus saja mengejar Sofia hingga ke dalam hutan yang cukup lebat. Hutan yang terlihat angker dan mencekam suasana negatifnya.


"Sof! Sofia! Kamu dimana?" tanya Reyhan sambil melirik kesana-kemari. Ia kembali berlari ke hutan yang lebih dalam. Terus saja ia berlari dengan suaranya yang semakin keras memanggil nama adiknya.


Sewaktu sudah ditemukan, Reyhan melihat adiknya tengah bersandar ke sebuah pohon besar yang rindang. Sofia melihat kakaknya dengan tertawa kecil, tapi kemudian malah pergi lagi. Berlari-lari kecil lagi sambil tertawa cekikikan biasa.


Reyhan kembali menyusul. Hingga ia berhenti berlari karena sudah kelelahan. Ia membungkukkan tubuhnya dengan nafas yang terengah-engah karena lelah. Keringat sudah bercucuran. Kembali lagi ia lakukan lirikan arah matanya ke kanan-kiri dan depan-belakang.


Namun, kali ini hasilnya nihil. Sofia tidak ada dimana-mana. Dirinya yang masih kelelahan itu tak mampu mengeluarkan suara. Hingga akhirnya, terjadilah hembusan angin yang kencang. Di susul dengan tawa seram kuntilanak. Reyhan tahu, bahwa ini pasti tawa wujud kuntilanak merah dari Sofia.


Reyhan jadi tak bisa menggerakkan tubuhnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa kaku. Kakinya serasa membatu. Dan terdengar suara seorang gadis bertanya, "Mencari aku, Kak Reyhan?".

__ADS_1


Reyhan menoleh ke belakang dengan perlahan, dan terlihatlah sosok adiknya. Kini jauh lebih menyeramkan. Seluruh kulit wajah hingga kakinya dipenuhi luka bakar dan menghitam. Rambutnya panjang berantakan, bajunya tetap juga berwarna merah darah. Bagian pinggang di perutnya terlihat sedikit sobek. Sekujur matanya terlihat kehitam-hitaman dan menatap sinis, penuh amarah pada Reyhan.


"Sof...Sofia? Ka...kamu..." Reyhan sulit berkata-kata.


Sofia berjalan mendekati Reyhan dengan perlahan sambil berkata, "Ini akibat Kakak telah membakar aku! Sudah perkosa, sekarang membakar. Kakak kejam! KAKAK JAHANAM!!!".


Reyhan berjalan mundur perlahan sambil ketakutan hebat. Badannya bergetar. Ia ulurkan kedua tangannya, memberi peringatan agar Sofia tidak mendekatinya.


"Ampun, Sofia! Jangan, jangan bunuh aku! Aku kakak kamu! Tolong, tolong ampuni Kakak! Maafkan Kakak! Tolong maafkan!" Reyhan memohon-mohon, sampai-sampai ia sudah mulai menangis.


Dengan angkara murka yang sudah memuncak bersama rasa dendamnya, Sofia berkata, "Baru menyesal setelah korban anda tewas? Kamu memang...KAKAK TERKUTUK! MANUSIA TERLAKNAT!!!".


Kemudian dengan marahnya, Sofia melempar kakaknya ke dasar jurang yang berada di dekat hutan itu. Jurangnya sangat dalam, hingga membuat Reyhan jatuh sambil menjerit hebat. Selain itu, ia juga menjeritkan kata, "AMPUN SOFIAAA!!!". Lalu ...


Terkejut!


Reyhan terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah lagi karena saking kagetnya. Ternyata itu hanya mimpi. Namun, Reyhan tahu maksud mimpinya itu. Ia menyimpulkan bahwa sebentar lagi, ia akan tewas terbunuh oleh kuntilanak merah juga.

__ADS_1


Suara kagetnya ternyata terdengar juga oleh Salma yang sudah tertidur. Ia melihat suaminya terlihat seperti orang yang terkena penyakit asma atau serangan jantung.


"Kenapa, Sayang? Ada apa?" tanya Salma sambil berusaha menenangkan.


Reyhan melihat sejenak istrinya. Ia pun merasa cukup lega saat ini sambil mengelus dadanya. Reyhan kemudian menjawab, "Nggak apa-apa, Sayang. Cuman kaget karena nightmare aja.".


"Nightmare apa? Ketemu Sofia, ya?".


Mendengar itu, jantung Reyhan serasa berhenti dengan denyut nadinya. Tapi ia menjawab dengan mengangguk pelan.


Salma yang sudah mengetahui, langsung menceritakan semuanya kalau ia sendiri sudah tahu. Ia juga akan memberitahukan polisi secepat mungkin.


Reyhan melarangnya dengan ketakutan setengah mati. Ia menambahkan, "Kamu boleh bawa aku ke polisi, setelah aku dapat maaf atau ampunan dari Sofia.".


Salma terdiam mendengarnya. Tapi tak lama ia membalas dengan anggukan. Keduanya pun memutuskan untuk tidur lagi.


...^^^...

__ADS_1


__ADS_2