
...Ryan!!!...
Ya, Ryan yang datang memanggil Sofia. Ia datang bersama seorang ustadz. Ryan melihat Sofia yang masih ingin menyiksa kakaknya sampai benar-benar tewas. Bahkan, matinya harus lebih mengenaskan lagi daripada 3 sahabatnya.
Sofia melihat kedatangan kekasih yang sangat ia sayangi. Yang sangat ia cintai dengan setulus hati. Ryan mulai sedikit ketakutan melihat Sofia yang akan mencekik kembali lehernya Reyhan. Akan ia cekram lehernya sampai benar-benar nyawanya melayang, tidak bernafas lagi.
"Sofia! Ini aku. Aku udah dengar semuanya dari Femiy dan Kak Salma. Jadi please, jangan lakukan itu! Maafkan kakakmu! Ampuni dia!" Ryan berusaha menyabarkan Sofia.
Sofia terdiam. Tapi, ia lepaskan cekraman tangan di lehernya Reyhan. Ia pun berdiri menghadap Ryan, kemudian berkata, "Maafkan aku, Ryan! Aku lakukan ini karena sakit hati. Aku yang sudah ternoda ini, tidak ingin mengecewakan kamu.".
Ryan tersenyum kecil. Ia dekati kekasihnya yang sudah berwujud makhluk halus itu. Sementara Salma mendekati Reyhan, dan menenangkannya karena kesakitan di bagian kepalanya, yang mengeluarkan cukup banyak darah merah segar.
Ryan memberikan pengertian, "Aku tak peduli akan semua itu. Yang jelas, kamu jujur. Tapi, bukan berarti berakhir dengan dendam yang besar. Asalkan dia minta maaf dengan ikhlas, itu sudah cukup bagimu."
"Aku telah ternoda, Ryan. Aku telah kotor! Apalagi oleh kakakku sendiri," balas Sofia.
"Aku tahu, kamu tak ingin seperti wanita lain yang di berlakukan tak baik seperti itu. Namun, kau kenal aku lama. Insya Allah, aku akan menerima kamu apa adanya.".
Mendengar kata-kata itu, Sofia jadi menangis tersedu-sedu. Wujud kuntilanak merahnya berubah jadi wujud arwah manusia biasa. Jadi wujud dirinya sendiri, yang bersinar putih cerah.
Melihat fenomena itu, Reyhan mendekatinya dengan sedikit merangkak. Ia pun memeluk kedua kaki adiknya. Kemudian dengan keikhlasan yang tinggi dan tangis yang juga muncul, ia meminta maaf.
__ADS_1
"Tolong, Sofia! Maafkan Kakak! Ini karena Kakak yang tidak mau dengar nasihatmu. Ini karena...aku yang...tidak terima nasihat kamu. Karena...karena aku salah pilih teman waktu itu. Tolong, ampuni aku, Sofia! Ampuni kakakmu ini.".
Sofia terdiam. Ia pun tersenyum sekarang. Dan ia membalas, "Aku maafkan kesalahan Kak Reyhan. Bersiaplah, tebus kesalahan Kakak padaku!".
"Iya. Iya, aku siap. Asal kamu maafkan aku! Itu cukup bagiku!".
Reyhan merasa tenang. Dengan rasa sakit yang masih ada di kepalanya, ia terisak-isak juga tangisnya. Ia dipeluk erat oleh Salma. Dan dari bantuan doa Pak Ustadz yang datang, perlahan-lahan tubuh Sofia jadi transparan. Kemudian hilang menjadi debu di udara. Sofia benar-benar sudah tenang di 'alam sana' sekarang, bersama ibu dan ayahnya.
Reyhan tak bisa menahan tangisnya. Ia menyesal sekali atas perbuatannya yang telah menyiksa Sofia. Bahkan itu sampai membuat adiknya itu memilih mati atas kehendaknya sendiri, bukan atas kehendak Yang Maha Kuasa.
...***...
Lagi dan lagi, ia meminta maaf pada Sofia. Kemudian membelai batu nisan makam adiknya, seperti seolah-olah ia membelai rambutnya Sofia, dan terakhir mengecup nisan itu.
Setelah meminta maaf pada Sofia lewat makamnya, Reyhan berdiri. Ia juga bicara pada tanah yang mengubur kedua orang tuanya, serta meminta maaf dan mengakui kesalahan dan dosa besarnya. Ternyata, ada juga Ryan yang ikut dengan Reyhan dan Salma. Ia juga ikut menaburkan bunga.
Sekarang, Reyhan harus menghadap ke kantor polisi. Ia sudah mengakui juga pada polisi, bahwa dialah pelaku pemerkosaan itu pada Sofia. Sekarang Reyhan harus di jemput polisi. Sementara Ryan dan Salma pulang.
Kini, Sofia telah menyusul kedua orang tuanya lebih dulu. Dia benar-benar sudah tenang. Tak ada lagi teror untuk Reyhan, saat dirinya sudah masuk ke balik jeruji besi. Tak hanya itu. Foto Sofia juga hilang tak kembali lagi, di rumah maupun di penjara menemui Reyhan. Fotonya hilang misterius.
...Kemanakah foto Sofia?...
__ADS_1
~ Itulah kisahku! Tak ada lagi yang harus ku marahi! Selamat tinggal semuanya! Semoga kalian tidak mengalami, dan tak ada lagi wanita yang mengalami hal yang sama sepertiku.~
...~ The End ~...
...^^^...
...Ucapan terima kasih...
Saya amat berterima kasih pada Allah SWT, Baginda Rasulullah Saw, kedua orang tua saya, seluruh keluarga besar saya di manapun kalian berada, para sahabat saya, film serta cerita horor yang saya sukai di YouTube maupun Google.
Lalu guru saya yang turut membantu dari guru TK hingga SMA, guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, aplikasi Noveltoon, dan terakhir para pembaca serta viewers novel saya ini, yang langsung berkembang pesat. Thank you so much, everybody!
...Tentang Author...
Sudah kita tahu, Soraya Shifa Muna. Gadis Sunda yang lahir di Bandung, pada 19 November 2000 ini sudah sukses membuat novel-novel yang berkembang pesat di aplikasi ini. Bahkan, ada juga yang ingin sekali ia terbitkan jadi buku.
Gadis berhijab yang ingin sekali menjadi anak gunung (orang yang hobi mendaki gunung) ini juga terkadang belajar akting sendiri. Karena cita-citanya selain jadi novelis, ia juga ingin jadi seorang aktris pemain film bioskop. Tak heran ia hobi juga menonton film di YouTube, selain untuk mencari bahan untuk ide cerita novelnya.
Itu saja tentang authornya. Sampai ketemu lagi di novel Soraya berikutnya. Terima kasih!
...^^^...
__ADS_1