Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab IX


__ADS_3

Besoknya, Sofia tertidur lagi setelah sholat subuh. Ia tertidur sangat pulas. Padahal, ia tidak begadang. Tapi tidurnya pagi ini lebih nyenyak dibandingkan tadi malam.


Tanpa di ketahui siapapun, ada 4 orang laki-laki masuk ke kamarnya secara diam-diam. Kalau dilihat-lihat, ternyata itu Reyhan dan teman-temannya. Reyhan masuk dengan mengendap-endap ke kamarnya Sofia, bersama Gio, Derry dan Dewa.


Hingga saat sudah berada di dekat sang adik, Reyhan memberikan bahasa isyarat pada Gio agar segera menggendong tubuhnya Sofia yang tertidur dengan posisi berbaring. Kebetulan sedang tidak ada siapapun di rumah. Karena Salma dan Bi Zizah belanja ke pasar untuk membeli sayur-sayuran yang akan dimasak.


Gio menggendong tubuhnya Sofia dengan perlahan agar Sofia tidak bangun. Hasilnya berhasil juga. Sofia pun digendong dan dibawa ke suatu tempat oleh keempatnya. Masih menjadi misteri, mereka mau bawa Sofia kemana.


Suasana hari Minggu pagi ini ternyata masih sangat sepi. Belum ramai di luar rumah. Kalaupun ada orang, paling tidak hanya 1 atau 2 orang saja yang terlihat. Sebelum diketahui oleh banyak orang, Reyhan dan teman-temannya secepat kilat membawa Sofia.


Dengan berlari yang cukup cepat, akhirnya mereka sampai di suatu tempat. Ternyata, Sofia dibawa ke rumah kosong yang cukup mewah itu. Mewah, tapi sudah bertahun-tahun kosong. Selain kosong, rumah itu juga amat kotor dan kumuh. Debu dimana-mana.


Tak hanya sampah debu. Tapi juga banyak sampah berupa botol plastik minuman, bungkus makanan ringan dan sejenisnya berserakan dimanapun. Tanpa berlama-lama lagi, Reyhan memberi bahasa isyarat lagi, yang bila diartikan menjadi segera bawa Sofia masuk ke rumah kosong itu.


Tepat setelah ditidurkan di lantai ruang tengah rumah itu, Sofia terbangun. Ia kaget luar biasa melihat dirinya bukan berada di kamarnya. Tambah lagi ternyata ia dikelilingi oleh 3 pemuda yang sudah ia kenali.


"Kalian mau apakan saya? Kenapa saya dibawa kesini?" tanya Sofia dengan ketakutan dahsyat yang mulai muncul sambil melihat-lihat ke tempatnya berada saat ini.


Setelah bertanya, ia pun melihat kakaknya terlibat bersama 3 pemuda itu datang.


"Kak Reyhan?" tanya Sofia tak percaya.


Reyhan tersenyum jahat penuh kemenangan. Ia pun duduk berlutut di depan adiknya dan menjawab, "Iya, ini aku kakakmu. Ini sebagai pembalasan, karena kamu sudah kurang ajar kemarin."

__ADS_1


"Kurang ajar apa? Aku nasihati Kak Reyhan? Itu 'kan ajakan aku agar Kakak nggak kayak teman-teman Kakak yang lain."


"Kamu terlalu banyak omong. Sekarang, siap-siap jadi korban."


"Korban? Maksud...maksud Kakak aku di..."


Reyhan menjawab dengan anggukan dan senyuman. Ia pun berkata pada teman-temannya, "Buka itunya! Ayo mulai!".


Gio, Derry dan Dewa pun menurut. Dengan semangatnya mereka melakukan hal yang semena-mena seperti itu.


Sofia di perkosa. Gadis itu terus menjerit meminta tolong, tapi hasilnya sia-sia saja. Tak ada yang mendengar jeritannya, karena mulutnya di tutup rapat oleh Reyhan.


Walaupun begitu, namun Sofia tetap meronta-ronta. Menjerit-jerit meminta pertolongan, tapi tetap saja tak ada hasil baiknya. Tak hanya itu, gadis itu juga sempat dikecup oleh Gio 2 kali.


Tak sampai disitu. Rupanya Reyhan juga melakukan perbuatan terkutuk itu pada adik kandungnya sendiri. Sofia jadi menangis. Tangisnya semakin menjadi-jadi. Sudah ia katakan pada Reyhan untuk tidak melakukan perbuatan laknat itu.


"Ingat baik-baik! Kalau sampai kamu adukan pada orang lain, Kakak nggak akan segan-segan untuk bunuh kamu! Kakak akan jatuhkan kamu ke sungai Citarum. Ngerti?"


Sofia yang sudah menangis dengan terisak-isak, menjawab dengan anggukan. Lalu Reyhan menyuruh Sofia untuk memakai lagi bajunya. Sofia menurut, dengan isakan tangisnya yang amat menjadi-jadi.


Mereka berlima pun keluar dari rumah itu, lalu berjalan ke rumah bersamaan. Sesampainya di rumah, sebelum masuk, Reyhan berpesan pada Sofia, "Kalau Bi Zizah sama Salma nanya kita dari mana, jawabnya abis main futsal. Inget itu!"


Sekali lagi, Sofia menjawab dengan anggukan dan isakan tangis. Reyhan dan 3 temannya tersenyum jahat penuh kemenangan. Mereka pun masuk ke rumah. Ternyata, rumah masih belum terisi. Salma dan Bi Zizah belum pulang.

__ADS_1


...***...


Sore harinya, Sofia terduduk di lantai kamar sambil memeluk kedua lututnya. Isak tangisnya tidak juga berhenti. Ia terus ada di kamarnya, sampai-sampai dirinya belum juga makan siang.


Sofia mengingat momen Reyhan dan teman-temannya memperkosa dirinya. Ini mulai memunculkan pikiran, bahwa ia bisa jadi gadis yang hamil di luar nikah. Bahkan, ayah bayinya pun adalah kakak kandungnya sendiri.


Sofia pun melirik ke arah fotonya dengan Ryan. Ia mengambil foto yang di pajang dalam pigura di meja belajarnya. Sungguh bahagia melihat Ryan tersenyum riang berfoto dengannya.


Tidak. Ryan tidak boleh tahu. Siapapun tidak boleh mengetahui hal ini. Tidak boleh! Termasuk juga Salma. Kalaupun Sofia belum hamil, tetap saja tidak boleh diberitahu.


Sampai akhirnya, muncul juga ide yang lain. Tapi ini lebih buruk lagi. Sofia menyimpan foto itu, dan diam-diam keluar kamar. Suasana nampaknya sepi.


Dilihat ke kamarnya Salma dan Reyhan, ternyata keduanya tidur siang. Wajar saja, karena waktu asar masih lama. Sedangkan Bi Zizah sedang menyetrika di ruang khusus.


Sofia pun menuju ke dapur. Ia mengambil sebuah benda untuk memotong. Baginya, benda itu tajam sekali, tidak terlalu tumpul.


Segera saja ia kembali ke kamarnya secepat kilat. Saat sudah masuk dan menutupi pintu kamar, Sofia memegang benda yang sering disebut pisau itu.


Mula-mula, ia berdiri menghadap cermin meja riasnya. Ia memegang pisau itu dengan tangan kanan.


Sambil melihat pantulan dirinya di cermin meja riasnya, ia berkata, "Maafkan aku semuanya! Khusunya kamu, Ryan! Aku terpaksa melakukan ini. Aku nggak mau punya anak hasil diluar nikah. Daripada berbuat dosa membunuh bayi, lebih baik aku yang mati."


Dan semuanya terjadi. Sofia menancapkan pisau itu ke tubuhnya. Darah merah mulai mengalir deras. Setelah dicabut, darahnya semakin deras mengalir. Nyawanya benar-benar hilang. Gadis itupun jatuh. Badannya rubuh ke lantai.

__ADS_1


...Ya, Sofia bunuh diri di kamarnya ini!...


...^^^...


__ADS_2