Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah
Bab XII


__ADS_3

Setelah mandi di pagi, Reyhan keluar kamar mandi lalu segera memakai baju kerjanya. Akan tetapi saat sedang memakai dasi, tiba-tiba ia mendengar suara air toren dari keran menyala.


Reyhan menghentikan pemakaian dasinya. Sambil mengerutkan keningnya, Reyhan berjalan ke kamar mandi. Ketika dilihat, benar saja keran air menyala. Tapi yang keluar sangatlah menyeramkan. Bukan air jernih yang keluar. Melainkan...


...Darah!...


Iya, darah merah segar yang sungguhan. Reyhan jadi merinding dan bergidik ngeri. Ia pun mematikan keran air itu. Entah apa maksud dari semua ini untuk dipahami oleh Reyhan. Hingga ia teringat, akan dendam Sofia padanya dan teman-temannya nanti.


"Sofia, apa ini yang kamu maksud?" tanya Reyhan ke langit-langit kamar mandi.


Ia pun menghela nafas kesal dan keluar dari kamar mandi. Lalu saat akan kembali memakai dasinya, tiba-tiba terlihat pada pantulan cermin di meja riasnya yang lebar, ada sesosok makhluk yang berbaju panjang.


Makhluk itu memakai baju daster panjang hingga ke lantai. Lengan bajunya pun panjang, dan berwarna merah peka. rambutnya berantakan dan menutupi seluruh kepalanya, sampai wajahnya tak terlihat.


Reyhan jadi kaget setengah mati. Makhluk itu ada di pojok sebelah kiri kamarnya. Reyhan pun menoleh ke belakang, tempat sosok itu berada. Ketika dilihat dengan teliti, terlihatlah wajahnya karena makhluk itu menoleh saat Reyhan berniat melihatnya. Wajahnya berputih pucat, setengah hancur badannya dan matanya berwarna hitam di sekitar kelopaknya.


Itu...

__ADS_1


Itulah kuntilanak merah! Konon hantu kuntilanak yang lebih ganas dan lebih tak mengenal kata ampun pada orang yang dihantui olehnya bila dibandingkan kuntilanak putih biasa.


"AAAAKH!" seru Reyhan menjerit ketakutan. Buru-buru ia berusaha lari dari kamar.


Panik hebat, ia buka pintu kamarnya. Namun, nasib sial yang ia terima. Pintu kamar ini tak bisa terbuka. Padahal, kamarnya tidak terkunci. Reyhan pun menggedor-gedor pintu kamarnya sambil menjeritkan nama istrinya dan Bi Zizah.


Tapi, tak ada satupun yang menyelamatkannya. Kuntilanak merah itu semakin dekat dengan Reyhan. Ia melayang sambil tertawa dengan suaranya yang amat melengking dan mengerikan.


Setelah di dekat Reyhan, kuntilanak merah itu berhenti melayang. Ia masih tertawa, dan telapak tangan kanannya siap mencekik lehernya Reyhan. Reyhan pun tercekik hingga terbatuk-batuk dan merasa sesak nafasnya.


Kuntilanak merah itu menjawab, "Aku akan kasih tahu Kak Reyhan, bersiaplah korban pertama Kakak nanti."


Reyhan yang masih sakit di lehernya merasa kebingungan. Lalu kembali bertanya, "Si...apa...yang...kamu maksud?".


Kuntilanak merah itu tersenyum melihat wajahnya Reyhan. Terlihat jelas oleh Reyhan, bahwa kuntilanak merah tersebut adalah sosok Sofia. Ia tersenyum pada Reyhan dan menjawab dengan suara yang cukup keras, "Kak Gio!".


Reyhan kaget bukan main mendengar korban pertamanya Sofia. Reyhan mencegah dengan mengingatkan Sofia yang menjadi kuntilanak merah itu agar kembali ke 'dunia sana' dengan tenang dan memaafkan dirinya dan teman-temannya.

__ADS_1


Kuntilanak merah itu tertawa kembali dan membalas dengan amat keras, "KORBAN PERTAMAKU!". Kemudian ia melayang dan hilang bersamaan dengan suara tawanya yang keras dan menyeramkan.


Reyhan pun jatuh berlutut ke lantai sambil mengelus lehernya dengan nafasnya yang terengah-engah dan batuknya yang belum juga hilang.


Setelah hantu itu hilang, Reyhan segera segera membuka pintu kamarnya. Pintunya sekarang bisa terbuka. Dan tanpa berlama-lama lagi, Reyhan bergegas mengambil tas kerjanya dan keluar dari kamar.


...***...


Di sebuah cafe saat makan siang, Reyhan makan bersama Gio di sana. Sengaja ia ingin berduaan dengan Gio makan di luar kantin kantor. Karena ingin memberitahukan apa yang Sofia katakan padanya tadi pagi.


Namun, Reyhan malah berbasa-basi sejenak pada Gio dengan pertanyaan, "Yo! Kamu percaya nggak sama yang namanya 'hantu' itu?".


Gio meneguk sebentar kopi hitam hangatnya dan menjawab, "Percaya/nggak percaya sih. Emang kenapa?".


Reyhan melihat ke sekelilingnya. Barulah kemudian ia bercerita tentang yang ia alami tadi pagi barusan setelah mandi.


...^^^...

__ADS_1


__ADS_2