Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan

Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan
Bab 44


__ADS_3

Pasangan suami istri itu tiba dikediaman orangtuanya hari sudah hampir magrib. Seperti biasanya, Zico akan membantu istrinya mengurus baby Zafran, ia membiarkan Zahira mandi terlebih dahulu agar lebih cepat.


"Udah Mas, sana kamu yang mandi, bentar lagi magrib," ujar wanita itu keluar dari kamar mandi.


"Bentar, Dek, ini kaus kakinya belum selesai aku kenakan," jawab Zico sembari berusaha mengenakan kaus kaki bayi aktif itu tak bisa diam.


"Biar aku saja, Mas, selak magrib. Nanti telat berjamaah." Zahira mengambil alih pekerjaan suaminya yang serba riweh menghadapi sang bayi yang sedang aktif.


"Oke, kamu sama Umi ya, nggak bisa diam, sana hadapi Umi kamu, biar kena gigit," ujar Pria itu pada bayi mungil itu sembari mengecup pipi gembulnya.


Zico segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Zahira menyediakan pakaian ganti, yaitu baju Koko dan kain sarung untuk imamnya yang akan menjemput pahala.


Selesai melaksanakan sholat magrib, Zahira keluar sembari menggendong Zafran, wanita itu memberikan putranya pada pengasuhnya, ia segera bergabung dengan Mama yang sedang sibuk di dapur.


"Masak apa Ma?" tanya Zahira baru bergabung.


"Ini, Mama buat rendang daging, dan semur ayam kampung untuk sahur besok, kamu suka menu ini, Za? Tadi Mama telpon kamu tapi nggak diangkat, Mama tidak tahu kamu suka masakan apa," jelas Mama masih mengaduk rendang daging yang belum kering sempurna.


"Maaf ya, Ma, tadi lagi dijalan, nggak dengar ada panggilan masuk," sahut wanita itu merasa sangat sungkan.


"Iya nggak pa-pa, Nak. Tapi kamu suka menu ini 'kan?"


"Suka, Ma, aku tidak pernah milih, masakan apa saja mau, kecuali daging kambing, aku memang tidak suka," jawab wanita itu jujur sekali.


"Oh, berarti kamu sama kayak Mama, Mama juga tidak suka dengan daging kambing."


"Iya ya, kok bisa sama, tapi Mas Zico suka ya Mas?" tanya perempuan itu yang penasaran dengan makanan kesukaan sang suami.


"Hmm, kalau Zi dan Papanya suka banget. Makanya kalau mereka ingin makan daging kambing Mama suruh makan diluar saja, soalnya Mama tidak suka bau amisnya."


"Iya, sama. Ma."


Ibu mertua dan menantu itu masih asyik ngobrol sembari merampungkan masakan mereka. Terdengar salam dari ayah dan anak baru pulang dari masjid.


Kedua wanita itu menyalami tangan suami mereka. Zahira pamit pada sang Mama ke kamar untuk mengurus bayi besarnya.


"Dek, siap-siap ya, aku sudah boking jadwal praktek dokter spesialis bedah syaraf untuk periksa kamu," jelas Pria itu.


"Malam ini Mas?"


"Iya, besok puasa pertama Dokter tidak praktek."

__ADS_1


"Baiklah." Zahira segera bersiap.


"Cari apa, Dek?" tanya Zico melihat istrinya bingung sendiri, seperti ada yang sedang dicari.


"Mas, aku cari ponselku, kamu lihat nggak?" tanya Ibu satu anak itu.


Zico berjalan menghampiri istrinya. "Sayang, ini yang kamu pegang bukannya ponsel kamu," ujar Pria itu menyentuh benda pipih yang ada di genggaman wanita itu.


Zahira menatap benda pipih itu dengan seksama. "Bukan, tau punya siapa," balas wanita itu acuh.


"Hei, ini punya kamu, Dek. Kamu sengaja ngerjain aku, jangan bikin aku tambah cemas deh," jelas Zico merasa bingung.


"Mas, kamu kenapa tidak percaya sekali. Itu bukan milikku!" sentak wanita itu tampak serius.


Zico menghela nafas dalam, apakah benar istrinya mengalami amnesia ringan? Ah, entahlah. Pria itu tak ingin lagi berdebat. Ia segera membawa wanita itu untuk segera memeriksakan pada Dokter.


"Loh, kalian mau kemana?" tanya Mama melihat anak dan menantunya sudah bersiap ingin pergi.


"Aku ingin bawa Zahira periksa ke Dokter bedah syaraf, Ma," jawab Zico


"Emang ada apa? Kenapa Zahira harus diperiksa kesana?" tanya Papa tidak paham.


"Ah, ada berbeda pada Zahira, Pa. dia sering mengalami lupa secara tiba-tiba,dan tidak mengenali sesuatu miliknya. Aku tadi sudah konsultasi dengan Dokter yang menangani Zahira waktu itu, dia minta aku membawa Zahira ke Dr syaraf," jelas Pria itu.


"Tidak apa-apa, Ma. Kalau begitu aku dan Mas Zi pergi dulu ya, Ma, Pa," pamit Zahira pada kedua mertuanya.


"Yasudah, pergilah."


Pasangan itu berangkat, sebelumnya mereka sudah menitipkan Zafran pada pengasuh dan sang Mama.


Diperjalanan Zahira kembali seperti mencari sesuatu, Zico melihat gerak gerik sang istri yang mulai aneh.


"Ada apa, Dek?"


"Mas, Zafran sama siapa?" tanyanya sembari memandangi ke kabin belakang.


"Zafran, kan kita tinggal Dek," jawab Zico menatap sedih. Bagaimana bila nanti wanita itu juga melupakan kehadirannya.


"Oh, ya, aku lupa," jawabnya datar.


Sebenarnya Zico sudah mulai curiga sejak mereka di kampung kemaren, maka dari itu dia menghubungi Dokter yang menangani Zahira melalui via telepon untuk menanyakan kejanggalan pada diri sang istri. Dokter menjelaskan efek karena koma yang dialami wanita itu. Jika Zahira mengalami amnesia ringan, maka jika cepat diatasi, insyaallah bisa sembuh.

__ADS_1


Semoga saja kamu tidak apa-apa Dek.


Lima belas menit, kendaraan yang ditumpangi oleh pasangan halal itu sudah berhenti disebuah praktek pribadi Dokter bedah syaraf. Zico segera membawa sang istri masuk dan menduduki di bangku tunggu.


"Ibu Zahira Ali!" panggil perawat. Akhirnya cukup lama menunggu kini nama wanita itu diserukan juga.


"Ya, saya." Zahira dan Zico segera masuk keruang Dokter.


"Silahkan duduk, Bu, Pak." Dokter wanita itu mempersilahkan dengan ramah.


"Terimakasih, Dok."


"Apa keluhannya?" tanya Dokter langsung pada pokoknya.


"Dok, istri saya pernah koma selama dua bulan, dia baru sadar dua minggu lalu. Tapi belakangan ini istri saya mengalami pelupa akut, terkadang dia seperti orang hilang ingatan," jelas Zico pada Dokter.


"Hlang ingatan? Bisa bapak ceritakan seperti apa itu?"


"Salah satu contohnya, tadi dia mencari ponselnya, padahal ponsel itu sendiri ada ditangannya, dan saya mencoba untuk memberitahu, tetapi dia mengatakan bahwa ponsel itu bukan miliknya. Nah, bukankah itu hilang ingatan?"


"Ya, dari keterangan Bapak, Ibu Zahira mengalami amnesia ringan."


"Mari Bu Zahira, saya periksa dulu," ujar Dokter segera memeriksa.


Dokter itu memeriksa cukup serius. Setelah selesai, mereka kembali duduk. Dokter menjelaskan bahwa Zahira harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu EEG. Untuk mengetahui syaraf otak mana yang mengalami gangguan.


"Apa yang membuat istri saya mengalami hal seperti ini Dok?" tanya Zico sangat penasaran.


"Banyak faktornya, yang jelas Bu Zahira pernah koma, itulah faktor utamanya, karena selama ini semua syaraf tak berfungsi dengan baik, mengakibatkan ada syaraf otak yang rusak. Tetapi beruntung Bu Zahira hanya mengalami amnesia ringan. Jika segera ditangani dan tak putus minum obat, insya Allah bisa sembuh," jelas Dokter itu.


"Dok, apakah nanti saya juga bisa melupakan suami atau anak saya?" tanya wanita itu tampak cemas.


"Kemungkinan bisa, Bu, tetapi itu tak berlaku lama, karena amnesia ringan, Ibu akan mengalami lupa atau hilang ingatan dalam jangka tak lama, nanti akan kembali ingat. Beritahu seluruh keluarga agar mereka tak terkejut dengan perubahan anda secara tiba-tiba," jelas Dokter itu.


Zahira hanya menunduk, wajahnya tampak begitu sendu. Zico meraih tangannya dan menggengam dengan erat.


"Jangan khawatir ya, semua akan baik-baik saja," ujar Pria itu memberi penghiburan.


Zahira hanya mengangguk pelan. Sedih sekali harus lupa dengan orang-orang yang ia cintai. Dalam hati berdoa semoga Allah tak memberinya cobaan ini dengan jangka waktu yang lama.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2