
Hari ini adalah tiba waktunya Zahira untuk kembali ke kediamannya, ia sangat senang karena sebentar lagi bisa bertemu dengan kedua anak-anaknya. Zahira sudah selesai berkemas. Ia hanya menunggu kedatangan sang suami yang katanya sebentar lagi akan sampai.
Sembari menunggu, Zahira duduk santai dengan ponsel ditangannya. Tak berselang lama terdengar suara deru mesin mobil diluar, ia segera melihat siapa yang datang. Terlihat lelaki yang ia tunggu dengan gagahnya keluar dari kendaraannya.
Kacamata hitam yang masih dikenakan Pria itu menambahkan ketampanannya. Sungguh ia sangat bersyukur bisa dicintai dan dimanjakan olehnya.
Zahira tak lantas membukakan pintu, ia sengaja bersembunyi di belakang pintu untuk mengejutkan lelaki itu.
"Sayang! Kamu dimana?" ucap Zi yang baru saja membuka pintu. "Kemana dia?" Zico segera menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan sang istri.
Zahira menahan ketawa sembari mengikuti langkah Pria itu dengan sangat pelan-pelan.
"Dek, kamu di dalam?" Zico kembali membuka pintu kamar mandi.
Grepp!
Sebuah pelukan dari belakang membuat Zi terdiam sejenak dengan senyum di bibirnya.
"Dasar nakal, sembunyi dimana kamu?" tanya Pria itu sembari membalikkan tubuhnya menghadap pada Zahira.
"Hehe... Peluk aku, Mas," ucap wanita itu dengan suara manja."
"Jangankan peluk, lebih dari itu akan aku lakukan untuk dirimu," jawab Zi dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
"Hahaha... Mas Zi, turunkan aku!" seru wanita itu terkekeh bahagia saat tubuhnya melayang diatas gendongan lelaki itu.
"Aku tidak akan menurunkanmu sebelum kamu berjanji suatu hal," jawab Zi.
"Apa itu, Mas?" tanya Zahira sembari mengalungkan tangannya di leher Pria itu.
"Aku ingin jatahku," ucap Zi sembari mencuri kecupan di bibir wanita yang masih ada dalam gendongannya.
"Mas, aku masih belum bersih."
"Kamu serius? Kok lama banget, Dek?" tanya Pria itu dengan wajah lesu.
"Belum satu minggu, Mas. Sabar ya, Sayang," bujuk Zahira mengecup bibir suaminya dengan lembut.
"Tapi kepala aku sudah sakit, Dek," lirih Pria itu dengan wajah melas.
"Kamu serius? Tentu saja aku mau," jawabnya begitu bersemangat.
"Ish, dasar Om-om mesum," ejek Zahira yang di tanggapi dengan kekehan oleh Zico.
"Biarin mesum, asalkan dengan dirimu."
"Ya, baiklah. Ayo turunkan aku dulu."
__ADS_1
"Nanti saja dirumah aku bantuin ya, Mas," ucap Zahira saat tubuhnya sudah terlepas dari belenggu sang suami.
"Nggak mau, Dek, aku maunya sekarang," jawab Zi seraya menarik tangan wanitanya untuk menuju ranjang.
Zahira hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang tak bisa menahan bila hasratnya sudah di ujung.
Akhirnya Zahira membantu Zico untuk melepaskan hasrat yang terpendam. Ya meskipun tidak bentuk penyatuan, tetapi masih banyak cara membuat lelaki itu puas.
Zico tersenyum lega setelah mendapatkan puncak kepuasannya. Pria itu masih berusaha mengatur nafas, sementara Zahira kembali berbersih dan merapikan penampilannya.
"Mandi sana, Mas," titah wanita itu sibuk merias wajahnya.
"Mandiin, Dek," jawab Zi masih enggan beranjak.
"Masya Allah, kenapa suamiku manja seperti ini. Ngalah-ngalahin Zafran," dumel wanita itu. "Ayo, Mas. Aku sudah kangen sama anak-anak," rengek Zahira sembari menarik tangan sang suami.
"Iya ntar dulu, Sayang. Jangan diraba-raba begini, nanti dia bangun lagi," goda Zi membuat Zahira melepaskan pegangannya seketika.
"Nggak banget deh, Mas. Ayo cepetan!" titahnya kesal dengan wajah memberengut.
"Hahaha... Baiklah baiklah, Sayang." Zico segera bangkit dan mencuri kecupan di kedua pipi wanita.
Lelaki itu segera masuk ke dalam kamar mandi. Sementara itu Zahira kembali meneruskan merias wajahnya sedikit lagi.
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading 🥰