Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan

Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan
Bab 60


__ADS_3

Pagi ini Mila dan Adri sudah bersiap untuk kembali ke kota. Meskipun berat, namun ia harus pergi agar ayah dan ibu lebih tenang.


"Bu, Yah, kami pamit dulu ya," ucap Mila menyalami tangan kedua orangtuanya.


"Hati-hati dijalan. Kalau sudah sampai jangan lupa kabari Ibu," pesan Ibu sembari memeluk putrinya dengan penuh haru.


"Baik, Bu." Mila kembali menangis, bukan perpisahan yang ia tangisi, tapi rasa bersalah masih memenuhi hatinya.


"Adri, tolong jaga Mila dengan baik, Ayah akan memegang janjimu. Jika nanti ayah mendengar Mila menderita, maka ayah akan menjemputnya dan membawanya pulang. Ayah lebih baik menanggung malu seumur hidup daripada melihat anak ayah menderita."


Lelaki baya itu memberi wejangan pada anak menantunya. Ia hanya ingin melihat Mila bahagia. Jika memang menikah tanpa restu dari orangtua Adri yang dia inginkan, maka mereka bisa apa, selain mendo'akan yang terbaik.


"Aku berjanji akan menjaga Mila dengan sepenuh jiwa dan ragaku, Yah, aku tidak akan menyakiti walau sedikitpun," janji Adri pada kedua mertuanya.


Pasangan suami istri itu meninggalkan kampung halamannya. Berharap sekali hubungan mereka akan segera mendapat restu dari orangtua Adri.


Mila menatap hamparan sawah yang berada di pinggir jalan. Rasa berat meninggalkan kampung halaman, apalagi keluarganya. Semoga suatu saat nanti masalah mereka segera selesai.


"Sayang, apakah kamu lapar?" tanya Adri sembari fokus mengemudi.

__ADS_1


"Aku pengen makan sate yang ada di pasar baru, Mas," jawab Mila mengatakan keinginannya.


"Pasar baru? Dimana itu, Dek?" tanya Adri yang memang belum tahu daerah kampung istrinya.


"Nanti aku kasih tahu dimana tempatnya. Kita kan melewati pasar itu," jelas Mila.


"Ah, baiklah."


Adri mengikuti keinginan sang istri. Mobil yang ia kendarai menepi sejenak demi memenuhi permintaan istrinya. Kebetulan mereka tidak sempat sarapan dirumah.


Jika Adri dan Mila masih berjuang untuk mendapatkan restu orangtuanya, berbeda dengan Pak Hakim Zico dan Zahira. Pasangan itu sedang menikmati hari-hari bahagia menantikan kehadiran anak kedua mereka.


Di kehamilan keduanya, Zahira begitu manja. Wanita itu tak ingin lepas barang sebentar saja dari Zico, tak jarang ia membawa sang istri kemanapun ia pergi.


"Nggak mau!" bantah Za dengan wajah cemberut.


"Tapi, Dek, aku takut nanti kamu bosan menunggu," ucap Zi yang tak ingin istrinya bosan menunggunya diruang sidang.


"Aku tidak akan bosan, Mas. Aku tetap semangat berada di barisan mencari keadilan," sanggah wanita itu yang membuat Zi tak bisa bicara lagi.

__ADS_1


"Baiklah, ingat jangan rewel ya."


"Siap Pak Hakim. Adek janji nggak akan rewel, Abi," ucap Za menirukan suara anak kecil sembari mengusap perutnya yang buncit.


"Pinter banget kamu." Abi mencubit hidung istrinya yang kini begitu manja. Bila dulu ia mengingat kembali bagaimana bagaknya wanita bercadar itu saat melawan dirinya.


"Ayo sekarang kita berangkat. Ponsel, dompet, sudah semua? Jangan sampai balik lagi hanya untuk mengambil barang-barang itu," ucap Zi yang sangat tahu keriwehan istrinya bila tak dituruti keinginannya.


"Sudah, Mas. Nih, sudah ada didalam semuanya." Zahira memperlihatkan isi dalam tasnya. Pasangan itu segera keluar kamar.


"Ma, aku titip Zafran ya, soalnya aku ikut Mas Zico ke PN. Hehe..." wanita itu cengengesan pada Mama mertuanya.


"Iya. Ingat, kamu jangan terlalu lelah. Kalau sudah capek dan bosan segera minta antar supir ya," pesan Mama pada anak menantunya.


Baiklah, Mama mertuaku yang baik hati. Love you mother. Muuuaach..." Zahira memberi kecupan diwajah sang Mama mertuanya.


Mama hanya terkekeh melihat polah anak menantunya. Setelah itu Za dan Zi menghampiri putra mereka yang sedang disuapi oleh pengasuhnya. Pasangan itu berpamitan pada bayi yang sudah berumur satu tahun lebih, dan mereka segera berangkat menuju pengadilan negeri.


Bersambung....

__ADS_1


Nb. Maaf agak slow update ya. Soalnya ini sudah mau tamat. Jika berkenan yuk mampir di karya aku yang baru Yang berjudul. (Pakpol itu cinta pertamaku) silahkan klik profil author ya 🙏🤗



__ADS_2