
Zhi Yuo mungkin terlalu cepat menyimpulkan bahwa ada permainan catur di keluarga ini. Ia bahkan tidak tahu seperti apa keluarga Gu. Mungkin yang dikatakan Xie Jia benar, Istri Tuan Gu itu memang menyayangi suaminya dengan sepenuh hati bahkan sampai membawakannya obat dari luar kota.
Tapi yang aneh adalah, mengapa tabib yang ditugaskan untuk mengobati Tuan Gu tidak boleh masuk ke kediaman ini? Bukankah harusnya jika seseorang sakit dan hendak mengkonsumsi obat, harus ada anjuran dari tabib?.
Tapi kenapa ini tidak?
Zhi Yuo juga tidak tahu, apakah obat yang dikatakan Xie Jia itu benar-benar sudah mendapat anjuran dari tabibnya?.
"Ah, kalaupun sudah pasti di periksa oleh tabib hebat. Obat itu tidak boleh digunakan sembarangan,"
Zhi Yuo menggigit buah persik di tangannya, dengan sekali kunyah ia langsung menelannya. Buah persik disini terawat dengan baik, buahnya berkualitas dan segar. Zhi Yuo ketagihan memakannya walaupun ia memakannya secara diam-diam.
Kalau ketahuan Lin Mei atau Yan Yan bisa gawat urusannya.
"Aku mau cepat-cepat pergi dari tempat ini dan berlatih." Zhi Yuo bergumam sendirian. Ia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat, "Tapi aku mau mencari sesuatu yang ganjal disini!".
Zhi Yuo diam, tak lama kemudian ia memasang seringai iblis.
" Ya, aku akan bersenang-senang sebentar disini. Bukankah ini yang namanya menikmati hidup baru?".
Kemudian ia tertawa keras. Memang, dirinya pikir sekarang ia telah gila. Tapi sejak dulu sebelum terlahir kembali pun dia lebih gila dari ini.
Zhi Yuo menghentikan tawanya. Tangannya menjulur ke atas untuk mengambil satu buah persik lagi. Niatnya ingin memakannya lagi sekaligus membawa beberapa untuk Xie Jia. Tidak perlu khawatir tentang Xie Jia akan mengadu pada Yan Yan, karena bocah polos itu pintar menutup mulut.
Baru saja ingin menggigit satu buah persik yang menggiurkan itu, Zhi Yuo berhenti dan mendapati sesuatu yang aneh. Matanya melirik ke arah paviliun, menyipitkan matanya untuk memperjelas apa yang ia lihat.
Disana ada Lin Mei dan satu orang, pakaiannya cukup sederhana dan ia mungkin salah satu pelayan laki-laki di kediaman Gu.
Terdengar mereka berdua berbincang, dan itu tidak terlalu terdengar sampai telinga Zhi Yuo.
"Apa yang mereka bicarakan?" Zhi Yuo berbisik.
Dengan percakapan yang tidak jelas dari kejauhan, Zhi Yuo berusaha untuk memasang telinganya agar bisa mendengar percakapan mereka walau sedikit. Tapi kenapa? Ia tidak bisa mendengar mereka!.
"Sial! sebenarnya bocah pemilik tubuh ini tuli atau apa?! ".
Zhi Yuo mungkin sedikit kesal setelah salah satu pelayan laki-laki itu izin untuk undur diri setelah mereka membicarakan sesuatu, meninggalkan Lin Mei sendirian.
Zhi Yuo memukul ranting pohon sampai patah, ia marah sendiri, padahal percakapan kecil itu mungkin memberi sedikit informasi mengenai keluarga Gu.
Tapi Zhi Yuo tidak melihat kejanggalan sampai situ saja. Ia melihat dengan jelas ketika Lin Mei terdiam sendirian di paviliun. Senyuman melebar dari bibirnya. Bukan, itu adalah senyuman licik.
"Oh, bocah ini memiliki pengelihatan yang cukup bagus."
Zhi Yuo tersenyum miring, ia melihat bahwa Lin Mei sedikit bersenandung disana kemudian pergi. Zhi Yuo melompat ke bawah setelah ia rasa mulai aman.
"Baiklah, mungkin ini akan terkuak cepat."
.
.
.
"Yan Yan, bisa aku bicara denganmu?".
Yan Yan menatapnya dengan sinis, kemudian menaruh beberapa keranjang sebelum ia berkata dengan kesal.
" Jaga kesopanan mu, aku lebih tua darimu!".
__ADS_1
Zhi Yuo yang mendengar itu memiringkan kepalanya bingung. Setelah mencerna perkataan dari Yan Yan barusan, ia terkekeh pelan lalu mendekati Yan Yan dan menatap matanya secara langsung.
"Lalu, aku harus memanggilmu apa? Kakak Yan Yan?" Terdengar suaranya lebih rendah dari sebelumnya.
Yan Yan kaget, dengan satu dorongan ia mendorong Zhi Yuo menjauh darinya. Ketika ia mendengar suara Zhi Yuo lebih berat, ia seketika kaget bukan main.
Oh, ayolah! Zhi Yuo itu hanya bocah konyol yang memiliki gangguan mental karena sering memakai pakaian perempuan. Kenapa sekarang ia bisa berubah menjadi laki-laki sejati secepat ini?!.
Yan Yan berdeham, ia mengibaskan tangannya sambil memalingkan muka.
"Apa yang mau kau bicarakan?" -Yan Yan.
Zhi Yuo tertawa, ia menyenderkan punggungnya pada dinding kayu di belakangnya kemudian memulai pertanyaan.
"Aku penasaran, apa yang Lin Mei katakan pada salah satu pelayan di paviliun. Apa kamu tahu sesuatu?".
Yan Yan menghentikan aktivitasnya mengerjakan pekerjaan rumah, ia menatap Zhi Yuo dengan pandangan kebingungan.
"Apa maksudmu? Kau melihat Lin Mei di paviliun?"
Zhi Yuo mengangguk, "Aku hanya kebetulan lewat dan melihat mereka tapi tidak mendengar mereka membicarakan apa, tapi aku penasaran. Yan Yan, kamu tahu sesuatu?".
Yan Yan seketika menaruh pandangan curiga pada Zhi Yuo, " Untuk apa kamu ingin selalu tahu?".
Zhi Yuo tertawa dalam hati. Ia sudah tahu dan sudah menebak sebelumnya kalau Yan Yan akan curiga padanya. Untungnya Zhi Yuo ini pintar membuat kebohongan dan berdrama.
"Tidak, aku hanya ingin tahu. Katanya beberapa hari ini Nyonya Gu Fei akan datang. Ku kira mereka membicarakan tentang perayaan yang akan dibentuk untuk menyambut kedatangannya, siapa tahu aku bisa membantu." Zhi Yuo menjelaskan maksudnya, walaupun jelas itu bohong.
Ya, mau tidak mau berakting seperti anak baik begini bisa dipercaya dengan mudah.
Yan Yan mengangguk, ia percaya dan menganggap Zhi Yuo memang aneh dan nakal. Tapi mungkin ada sisi baik yang membuatnya selalu ingin membantu.
"Mungkin mereka baru saja membicarakan obat Tuan Gu yang rencananya akan datang sore ini." Ujar Yan Yan.
Yan Yan mengangguk lagi, "Ya, biasanya begitu."
Yan Yan membiarkan Zhi Yuo dan melanjutkan pekerjaannya. Zhi Yuo yang masih dalam keadaan tidak percaya mulai pergi dari sana tanpa berpamitan terlebih dahulu. Dan itu membuat Yan Yan ingin sekali mengutuk bocah itu.
"Sore ini aku harus ke paviliun." Zhi Yuo membatin.
.
.
.
Tinta hitam tertoreh pada kertas putih. Jemari lentik itu memegang kuas dengan lembut kemudian mencelupkannya kembali pada tinta. Dengan gerakan perlahan ia menutup kertas yang sudah ia tulis dan memberikannya pada salah satu pelayan yang bekerja di kediaman Gu.
"Berikan ini pada asisten pribadi Nyonya Gu Fei yang menunggu diluar. Ini surat pribadi yang harus diberikan pada Nyonya Gu Fei seorang." Lin Mei menyerahkan surat yang telah ia tulis itu pada pelayan.
"Katakan juga pada beliau untuk mengirimkan obatnya. Temui aku di paviliun sore ini."
Pelayan muda itu mengangguk lalu pamit untuk undur diri dan menemui asisten Nyonya Gu Fei yang sudah lama menunggu di depan. Tugasnya sekarang adalah mengambil surat dari Lin Mei dan membawakannya pada Nyonya Gu Fei sendiri.
Lin Mei tersenyum, ia sedikit bersenandung dan berjalan perlahan menuju paviliun.
"Saya akan menjalankan tugas dengan baik, Nyonya Fei."
.
__ADS_1
.
.
Zhi Yuo sampai di sebrang paviliun. Ia tengah menunggu sesuatu. Ya, siapa lagi kalau bukan Lin Mei. Ia yakin pelayan sombong itu akan datang beberapa menit lagi.
"Lama sekali sih, sampai kapan aku harus disini?" Zhi Yuo menggerutu.
Ia sudah menyiapkan sedikit rencana demi mendapatkan informasi. Oh, tentu saja ini tidaklah mudah, karena menggali informasi ini sangatlah sulit.
Tapi Zhi Yuo telah menganggap dirinya ini profesional, jadi ia tidak takut akan hal itu.
Ia terkejut ketika melihat siluet Lin Mei keluar dari dalam kediaman dan bersiap menuju paviliun.
Zhi Yuo melancarkan rencananya, ia dengan nekat ia melompat ke dalam air kolam yang dipenuhi oleh teratai dan ikan. Sejenak ia berpikir bahwa kedalaman kolam itu cukup dangkal.
Tapi...
"Ini sepertinya tubuhku yang pendek."
Ya, memang airnya tidak terlalu dalam. Tapi ini cukup untuk menenggelamkan anak kecil.
Untungnya Zhi Yuo memiliki keahlian dalam berenang. Ia berenang dengan perlahan ke dekat paviliun dan bersembunyi di bawah lantai paviliun yang mengapung, tertompang dengan kayu.
Zhi Yuo mengambil nafas dalam-dalam, ia menenangkan dirinya dan memeluk kayu yang menjadi penompang paviliun agar bisa berdiri di atas air.
Ia melihat dari cerminan air, Lin Mei berdiri disana. Ia tampak senang, menikmati pemandangan. Zhi Yuo mulai berhati-hati, ia harus terus bersembunyi disini.
Tak lama kemudian terdengar seseorang menyapa Lin Mei dengan sopan, teringat bahwa disini Lin Mei adalah senior dari para pelayan.
"Obatnya sudah sampai?"
"Ya, senior. Silahkan ambil dan berikan pada Tuan Gu. Menurut asisten pribadi Nyonya Gu Fei, obat ini harus diberikan malam ini segera. Efeknya akan bekerja."
"Baiklah, bagus. Apakah ini sudah di racik dengan baik? Baunya semakin tidak enak."
"Itu sudah sesuai takaran. Menurut asisten Nyonya Fei, obat ini lebih besar efeknya dan lebih berbahaya dari sebelumnya."
Zhi Yuo tersentak, ia menemukan keanehan disini.
"Lebih berbahaya? "
Lin Mei tersenyum, ia mengangkat sebotol kecil obat itu dan menyuruh pelayan itu pergi.
"Ini akan semakin bagus, sampaikan rasa terimakasih dariku pada asisten Nyonya Fei."
Lin Mei tersenyum, "Baiklah,ayo kita siapkan makan malam."
"Baik, senior."
Kemudian mereka berdua menjauh pergi. Terdengar dari ketukkan kaki yang terdengar dari lantai paviliun.
Setelah suaranya menjauh, Zhi Yuo terdiam di bawah paviliun. Dengan posisi yang masih bersembunyi, ia mulai mengira bahwa ada yang tidak beres dengan keluarga Gu dan obat itu.
Misteri ini mau tidak mau harus dipecahkan.
.
.
__ADS_1
.
-Bersambung-