
Senja telah tiba. Semua pelayan bersiap untuk mengadakan makan malam bersama seperti rutinitas harian mereka. Xie Jia sudah berada disana,ia menunggu di depan pintu ruang makan dengan rasa canggung. Ketika melihat ke dalam,ia bisa melihat beberapa pelayan menyiapkan makanan dan sebagian dari mereka memasak makanan.
Xie Jia menggaruk tengkuknya,harusnya ia pergi dari sini. Entah kenapa ia merasa canggung sekali.
"Xie Jia,kemarilah. Makanan sudah siap," Panggil salah satu pelayan.
"O-oh? Ya!" Xie Jia menjawab dengan gelagapan. Ia cepat-cepat menghampiri meja makan dan duduk di salah satu kursi.
Para pelayan tersenyum manis padanya,dan itu membuatnya heran. Tumben sekali mereka tersenyum seperti itu. Padahal biasanya mereka tidak pernah tersenyum padanya atau bahkan menatapnya saja merasa jijik.
Lin Mei datang,semua pelayan menyambut kedatangannya dan mempersilahkannya duduk di tempat yang sudah disediakan.
"Apakah makan malam untuk Tuan Gu sudah disiapkan?" Lin Mei bertanya.
"Ya,Senior. Kami sudah menyiapkan bubur untuk Tuan Gu," Jawab salah satu dari pelayan.
"Baiklah,berikan padaku. Kalian makan saja duluan," Ujar Lin Mei dan menerima semangkuk bubur tawar di tangannya.
Xie Jia hanya bisa melihat ketika Lin Mei memilih untuk menyediakan makan malam Tuan Gu sendirian. Dan itu membuat beberapa pelayan laki-laki berbisik di belakang.
"Hei,tumben sekali senior Lin ingin menyediakan makan malam Tuan Gu duluan. Dan jam makan malam ini dimajukan?" -Pelayan A.
"Iya juga. Lagipula,tidak seperti biasanya dia mengajak Xie Jia. Ada apa dengan senior Lin? Apakah hatinya sudah melunak?" -Pelayan B.
Xie Jia yang mendengar itu tidak mempersalahkan para pelayan yang membicarakannya dari belakang. Tapi ia justru bingung,ada benarnya juga apa yang dikatakan para pelayan itu.
Tiba-tiba Lin Mei bersikap baik padanya.
"Manisannya sudah siap,ayo dimakan," Ujar salah satu pelayan dengan senyumannya. Ia menaruh sepiring penuh manisan di depan Xie Jia.
Melihat itu,Xie Jia jadi tergiur. Mungkin sekarang air liurnya akan menetes sebentar lagi. Dia menatap satu persatu seniornya,dengan pandangan malu-malu ia meminta izin untuk makan segera.
"Tidak usah meminta izin pada kami,makanlah sepuasmu," Ucap mereka sambil tertawa gemas.
Xie Jia mengangguk,merasa senang dan tangannya mengambil salah satu kue di atas piringnya. Kue kecil seukuran telapak tangan dengan bubuk coklat di atasnya. Dan ia pikir mungkin itu adalah bubuk kayu manis.
Xie Jia makan lahap malam itu. Semua manisan terasa enak di mulutnya. Apalagi ia sangat jarang makan makanan seperti ini.
Sementara para pelayan memperhatikannya sejak tadi dengan pandangan sulit diartikan.
.
.
__ADS_1
.
Malam itu purnama bersinar terang,terlihat jelas di hamparan langit malam. Tidak ada bintang disana,menjadikan malam itu terasa sepi.
Gudang tua yang dingin,jendela terbuka begitu saja sampai angin malam masuk ke dalam. Kertas-kertas bertulisan mantra tercecer dimana-mana,bahkan ada sebagian yang sobek.
Duduk bersila di tengah ruangan. Zhi Yuo memejamkan matanya,berusaha untuk berkonsentrasi. Cahaya bulan yang merambat dari jendela terpapar ke wajahnya. Matanya terpejam dengan tenang,alisnya sedikit berkerut. Pikirannya hanya terfokus pada apa yang ia lakukan saat ini.
Zhi Yuo memfokuskan satu hal,yaitu cahaya bulan purnama. Ia berusaha menyerap energi dari bulan,memperkuat tubuhnya seperti dulu.
Ia ingin menjadi lebih kuat. Langkah inilah yang harus ia kuasai dari awal.
"Sedikit lagi..." Zhi Yuo berusaha lebih keras untuk fokus. Alisnya menekuk tajam ketika ia merasakan kulitnya mulai merasakan sensasi tertusuk ribuan jarum. Matanya yang terpejam sedikit demi sedikit melihat cahaya putih yang datang.
Sedikit lagi,ia akan berhasil melewati langkah pertama.
"Zhi Yuo!"
Zhi Yuo tersentak,ia refleks membuka matanya karena kaget. Ketika ia menoleh dengan cepat,Yan Yan berdiri disana dengan nampan berisi banyak makanan di tangannya. Ia menatap Zhi Yuo sambil berdecak.
"Untuk apa kau duduk bersila begitu?! Kemari dan makanlah!" Suruh Yan Yan dengan kasar.
Zhi Yuo membuka mulutnya,ia melamun.
"Harusnya..aku sudah selesai.. ".
Mau tidak mau.
Zhi Yuo bangkit,mengunjungi Yan Yan yang tengah menyiapkan semangkuk nasi di atas nampan.
"Ada sup biji teratai dan manisan. Kita dapat makan malam hari ini," Ucap Yan Yan tengah menyiapkan makanan untuk mereka.
Zhi Yuo melihat semangkuk sup dan nasi ada di hadapannya. Ya,sudah lama ia tidak makan nasi. Biasanya disini hanya mencuri buah persik. Tangannya meraih sumpit dan mangkuk nasi. Ia hendak menghirup sedikit kuah sup biji teratai yang beraroma enak itu. Melihatnya saja membuat rasa laparnya naik.
Tumben sekali para pelayan dan Lin Mei berbaik hati sampai memberi mereka makan malam.
"Oh,dimana Xie Jia?" Tanya Zhi Yuo. Dari tadi ia tidak melihat gadis itu.
"Xie Jia makan malam bersama pelayan lain. Lin Mei memberinya banyak manisan dan sekarang dia sedang di ruang makan," Yan Yan menjawab. Tangannya sibuk mengambil butir biji teratai yang mengapung di atas sup.
Zhi Yuo mengernyitkan alisnya,merasa aneh akan sikap Lin Mei yang berubah 180 derajat. Kenapa bisa begitu?.
Di sela-sela makannya,ia masih memikirkan bagaimana Lin Mei bisa menyuruh Xie Jia makan malam di ruang makan? Kenapa hanya Xie Jia yang disuruh kesana? Sepertinya ada yang aneh.
__ADS_1
.
.
.
Lin Mei selesai dengan tugasnya menyuapkan makan malam pada Tuan Gu. Ia tidak memberikan Tuan rumahnya itu obat malam ini,melainkan ia akan memberikannya besok pagi.
Bubur tawar itu sudah tandas. Lin Mei mengucapkan selamat malam pada Tuan Gu dan pergi dari kamar luas itu menuju kamarnya sendiri.
Gulungan surat menumpuk tepat di depan meja riasnya. Lin Mei merasa pusing dengan keadaan kamarnya yang berantakan,tapi ia memutuskan untuk membereskannya setelah menerima surat baru dari Nyonya Gu Fei.
Tangannya mengambil lipatan surat baru yang belum dibaca,kemudian membacanya dalam hati. Kalimat pertama langsung menyambutnya.
Lin Mei,dua hari lagi aku akan datang ke kediaman suamiku. Ku harap besok berjalan dengan lancar. Besok malam,kita akan berbincang sebentar. Datanglah ke kediamanku besok malam.
Xie Jia asik menikmati manisannya,kemudian ia mengambil satu kue lagi dengan banyak bubuk kayu manis di atasnya. Sepiring penuh kue hampir habis sekali lahap. Sementara pelayan lain memperhatikan cara makannya.
Kita akan membicarakan rencana kita selanjutnya. Sudah ku bilang kan? Jangan sampai ada yang mengetahui ini.
Zhi Yuo menghabiskan sisa-sisa sup teratai yang ada di dalam mangkuknya. Ia mengunyah biji teratai,memperhatikan pintu gudang yang belum juga terbuka semenjak Yan Yan keluar dari gudang untuk menjemput Xie Jia.
"Bocah itu lama sekali," Zhi Yuo berbisik. Menunggu Xie Jia membuatnya lelah sendiri.
Terakhir kali kamu bilang,ada satu orang yang terlihat mencurigakan di kediaman kan? Dia hampir mengetahui rencana kita. Apa itu ? seorang anak kecil ?.
Suara tapak kaki terlihat berlari kencang menuju gudang. Suara nafas tersengal terdengar jelas diantara deru angin malam. Keringat dingin mengucur dari kening Yan Yan,ia bersusah payah berlari menuju gudang dengan sosok ringkih di pundaknya,terkulai lemah.
Sudah ku bilang padamu juga bukan? Jika ada seseorang yang mengetahui rencana kita,habisi saja sekalian. Dengan perlahan,
"Zhi Yuo!"
Pintu gudang terbanting. Zhi Yuo menoleh ke arah sumber suara. Seketika ia ikutan panik melihat wajah Yan Yan yang sudah pucat pasi .
"A-ada apa ini?.." Zhi Yuo tergagap seketika. Entah mengapa,tapi ia merasa sangat kaget sekaligus khawatir.
Yan Yan mengatur nafasnya,kemudian ia berkata dengan panik.
"Xie Jia muntah darah!"
.
.
__ADS_1
.
-Bersambung-