
Zhi Yuo seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Rasanya ia baru saja melayang di udara. Fakta yang ia dengar sekarang tidak pernah terlintas di pikirannya.
Nyonya Fei,dibalik wajahnya yang cantik menawan ternyata memiliki niat yang amat kejam. Dari luar ia seperti istri dan seorang bangsawan yang bijaksana dan baik hati. Tapi siapa sangka bahwa semua itu hanyalah topeng yang ia kenakkan di depan publik.
Nyonya Fei terkekeh ketika melihat ekspresi Lin Mei yang mulai tegang. Gadis itu masih terlalu muda,umurnya masih berumur 18 tahun.
"Kau sudah bekerja lama di bawah perintahku Lin Mei. Ini semua demi San Tian kan?" Nyonya Fei mengeluarkan senjata andalannya dalam ucapan.
San Tian adalah putra angkatnya yang berhasil membuat Lin Mei jatuh hati padanya. Dan bukankah ini bisa menjadi batu loncatan yang bagus?.
Lin Mei mengangguk,tadinya ia cukup gemetaran. Tapi setelah mendengar nama 'San Tian' ia jadi tidak takut apapun lagi.
Nyonya Fei tersenyum, "Kalau kau berhasil menjalankan tugas yang ku perintahkan,sampai suamiku berhasil disingkirkan,maka sesuai janji aku akan mempersatukan kalian berdua,"
"Aku akan menyuruh San Tian untuk melamarmu,"
Lin Mei tersenyum seperti orang gila. Nafasnya tidak beraturan dan keringat dingin mengalir di keningnya. Ia terus memikirkan San Tian,mengingat wajah tampan rupawannya yang terus terngiang-ngiang menghampiri mimpinya.
Ia ingin memiliki San Tian sepenuhnya! Harus!.
"Tapi...Nyonya harus benar-benar menepati janji.." Lin Mei berbisik pelan. Ia sedikit takut mengambil langkah ini,tapi ia sungguh mencintai San Tian.
"Sejak kapan aku mengingkari janji?" Nyonya Fei memijit batang hidungnya sendiri lalu tertawa ringan.
"Selama ini kita bertukar surat,akhirnya kita bisa bertemu sekarang," Ujar Nyonya Fei dengan senyumannya.
Tiba-tiba dari pintu utama terdengar ketukkan pintu.
"Ibu.." Itu suara San Tian.
Mendengar suara itu membuat Nyonya Fei langsung berdiri dari tempat duduknya.
"San Tian,masuklah,"
San Tian menggeser pintu lalu masuk ke dalam. Ia sedikit membungkuk sopan,lalu tersenyum hangat pada Lin Mei yang berada di hadapannya.
Lin Mei mencengkram pakaiannya sendiri,melihat senyuman San Tian yang meluluhkan hati. Ia ingin memilikinya! Harus!.
Nyonya Fei hanya tertawa dalam hati ketika melihat wajah Lin Mei yang memerah padam,berusaha untuk menahan salah tingkah. Sementara San Tian menyapanya.
"Kak Lin Mei? Kakak datang kesini kapan?"
"A-ah?.. Baru saja!"
__ADS_1
San Tian hanya tersenyum. Mungkin mereka lama tidak bertemu makanya Lin Mei terlihat lebih gugup daripada biasanya. Tadinya San Tian ingin bergabung,tapi ia mengingat tugasnya yang belum selesai.
San Tian pamit untuk pergi,sementara Nyonya Fei dan Lin Mei memulai obrolan rahasia mereka lagi.
"Obat yang kuberikan kemarin adalah racun dengan dosis yang lebih tinggi. Aku dari awal memberinya dosis rendah lalu sekarang ke dosis tinggi. Orang yang meracik racun ini bilang bahwa efeknya sekarang adalah merusak organ dalam,"
Jantung Zhi Yuo rasanya mau berhenti berdetak saja. Keringat dingin tiba-tiba mengucur dari wajahnya. Nafasnya naik turun saat mendengar semua penjelasan dari Nyonya Fei sendiri.
"Bisa-bisanya ia ingin membunuh suaminya sendiri dengan senyuman manisnya itu.." Zhi Yuo membatin.
"Lagipula sejak awal aku tidak mau menikah dengannya. Keluargaku memaksaku menikah dengannya karena ia adalah pembisnis besar di kota. Seorang duda yang kehilangan istrinya lalu menikahiku atas dasar paksaan," Nyonya Fei mengambil cangkir tehnya lalu meminumnya sebelum kembali bercerita.
"Orang tuaku menyuruhku untuk menikah dengannya karena bisnis kami yang diambang kehancuran. Untungnya kami memiliki koneksi,yaitu suamiku. Tapi tetap saja ada imbalannya,aku harus menjadi istri keduanya,"
Nyonya Fei menarik nafas dalam-dalam. Dengan sekali hembusan ia tersenyum, "Tentu saja dia memberiku kehidupan yang nyaman. Tapi tetap saja,aku tidak mencintainya tapi mencintai hartanya. Makanya,kalau dia tidak ada,maka semua aksesnya akan jadi milikku,"
Baiklah,Zhi Yuo jadi tahu semuanya. Dari awal sampai akhir ia tahu semuanya tentang keluarga Gu. Benar,ini adalah permainan catur.
Keluarga bangsawan ini,memiliki cara yang kotor.
"Aku harus mengungkap semua ini. Dimana semua surat yang mereka simpan ? ".
Zhi Yuo mengangguk setelah mendapat ide cemerlang untuk mengungkap semua kebenaran ini. Ia mengendap kembali masuk ke kamar Nyonya Fei,menutup pintunya dan mulai mencari-cari sesuatu.
"Sial! Dimana suratnya! "
Tak!
Dan ia melakukan kesalahan. Kenapa ia harus membiarkan kotak di tangannya terjatuh.
"Nyonya,apa ada orang di kamarmu?" Lin Mei bertanya.
Nyonya Fei menoleh ke arah sumber suara. Itu adalah kamarnya,suara itu berasal dari sana.
"Kau tetaplah disini," Nyonya Fei menyuruh Lin Mei untuk tetap duduk diam.
Ia mulai naik ke atas bermaksud memeriksa kamarnya sendiri. Takut jika ada perampok yang masuk ke kamarnya. Atau ada orang yang mendengar percakapan rahasianya dengan Lin Mei.
Sesampainya di kamar,tidak ada apapun disana. Hanya keadaan kamar dan jendelanya yang terbuka lebar. Itu bukan masalah karena ia memang membuka jendela kamarnya tadi.
"Oh,ya ampun.." Ia membungkuk,mengambil kotak bedaknya yang berada di lantai.
"Mungkin aku menaruhnya terlalu di pinggir,"
__ADS_1
.
.
.
Zhi Yuo mengatur nafasnya yang memburu. Ia memeluk sesuatu,meringkuk sambil mengatur detak jantungnya yang tidak mau tenang sejak tadi.
"Ah..hampir saja ketahuan sialan! Kalau saja aku tidak buru-buru melompat dari jendela,pasti aku sudah tertangkap," Gumamnya dengan kesal.
Zhi Yuo melihat apa yang ada di dalam pelukannya. Sebuah kotak kecil,ukurannya dua telapak tangan. Kotak itu bercorak,terlihat seperti kotak bekas pemerah bibir.
Ketika ia buka dengan perlahan,seperti dugaan bahwa isinya adalah lipatan kertas yang berjumlah banyak. Mungkin ini adalah bukti-bukti yang ia temukan.
Zhi Yuo membuka salah satu kertas,dan dugaannya tidak salah. Itu benar-benar surat rahasia mereka. Ini adalah surat yang dikirim oleh Lin Mei,masih disimpan di dalam sini.
"Berarti Lin Mei memiliki surat dari Nyonya Fei .."
Zhi Yuo mengacak beberapa kertas,menghitung jumlahnya yang cukup banyak.
"Sebenarnya mereka berapa kali bertukar surat sih?!" Ia protes,merasa frustasi dengan apa yang ia hitung di tangannya.
"Baiklah," Zhi Yuo melipat surat-surat itu kembali,lalu meletakkannya di dalam kotak. Ia menutupnya dengan rapi. Wajahnya ia tutup kembali dengan penutup wajah yang semula ia kenakan.
"Lin Mei,Nyonya Fei,kebusukkan kalian akan ku ungkap,"
Langit yang semula gelap mulai berubah terang. Matahari mulai menunjukkan dirinya dari ufuk timur. Warna jingga indah dengan gumpalan awan tipis menghiasi langit pagi itu.
Zhi Yuo bangkit,dengan segenggam bukti di tangannya ia melangkah dengan pelan. Sosok Zhang Yuan terpancar jelas ketika ia jalan dengan gagahnya.
Ini seperti dirinya yang dulu.
"Seorang pendekar bukan hanya memegang pedang,tapi juga mengungkap kebenaran,"
Bukankah begitu?.
.
.
.
-Bersambung-
__ADS_1