Legenda Pedang Bulan

Legenda Pedang Bulan
Perjalanan


__ADS_3

Zhi Yuo mengusap keringat yang mengucur dari keningnya. Sinar matahari begitu menyengat, wajar saja karena kini sudah masuk waktu siang hari. Tanah yang ia pijak bertambah kering dan berdebu. Angin siang itu tampak tidak bersahabat.


Zhi Yuo menghela nafas lelah, ia sudah berjalan selama 1 jam tapi tidak menemukan daerah lain selain jalan setapak yang kering. Berjalan beberapa meter dari kediaman Tuan Gu, ia melewati banyak rumah warga. Tapi setelah itu ia malah sendirian disini, tanpa ada rumah warga atau apapun. Hanya jalanan kering yang tandus.


"Ku rasa ini jalan menuju keluar desa, mungkin kah begitu?" Zhi Yuo bergumam.


Ia mungkin sedikit beruntung hari ini. Hamparan rumput hijau tersuguh di hadapannya. Pepohonan rindang menyambutnya tak jauh dari sana. Zhi Yuo tersenyum puas, ia melangkah lebih cepat agar bisa berpijak pada hamparan rumput hijau itu.


"Waah.. segarnya.."


Hembusan angin sejuk menerpa wajahnya. Zhi Yuo membenarkan bentuk ikatan rambutnya, kemudian berjalan lebih jauh menyusuri hutan yang rimbun. Ini jelas berbeda dari jalanan tandus tadi.


"Aku akan istirahat sebentar disini." Ucap Zhi Yuo sambil menggapai batang pohon yang menjulang tinggi. Tanpa berpikir panjang, ia mulai memanjat batang pohon dan menggapai ranting terdekat untuk beristirahat.


Menikmati hembusan angin yang sejuk sambil beristirahat disini memang yang paling hebat. Zhi Yuo bersyukur bisa ada di tempat ini walaupun ia tahu harus melanjutkan perjalanannya.


Perutnya berbunyi minta diisi makanan. Sedangkan dirinya saja tidak membawa bekal sama sekali.


"Ck! merepotkan! Aku mau tidur saja disini."


Zhi Yuo mulai menutup matanya dengan upaya menghalau rasa lapar. Ini masih jauh dari desa sebelah, sedangkan dirinya sekarang sangat kelelahan ditambah rasa kantuk yang menyerang.


Kelopak mata Zhi Yuo perlahan menutup dan semakin menutup sampai akhirnya ia benar-benar tertidur, siap menjelajahi alam mimpi.


Tapi...


"Bunuh! Bunuh!"


"Ahh... sampai kapan kita terus disini..?"


"Kita tidak bisa masuk! Tolong!"


"Sialan!" Zhi Yuo berteriak frustasi.


Ia cepat-cepat bangun dan menoleh kesana-kemari. Nafasnya tersengal-sengal, ia bersandar pada batang pohon dan bernafas lega. Tidak ada siapa-siapa di sekitarnya.


"Suara.. siapa?.. "


Zhi Yuo membenarkan posisinya, lalu dengan perlahan menoleh lagi untuk mengecek. Ternyata benar, di atas dahan pohon hanya ada dirinya.


Suara angin terdengar jelas saat itu juga. Daun-daun berguguran di hadapannya.


"Huh.. akhirnya aku tahu ini suara siapa." Gumam Zhi Yuo. Dengan segala bisikkan yang ia dengar ia dapat menyimpulkan bahwa ini adalah suara...


"Roh."


Seketika terdengar banyak suara tawa dari segala arah. Siang hari yang sejuk dan terang seketika menjadi gelap. Zhi Yuo dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa ia sedang dikelilingi sesuatu. Mereka mengurungnya, menertawakannya seakan Zhi Yuo adalah bahan ejekan. Bayangan-bayangan hitam dengan manik semerah darah terus-menerus menatapnya juga membisikkannya kata-kata yang bahkan bisa membuat seseorang kehilangan kewarasan.


Di antara bisik-bisikkan yang terdengar menghasut itu, Zhi Yuo tersenyum miring. Ia bangkit, posisinya masih berdiri di atas dahan pohon yang kokoh. Kepalanya menunduk, dan itu membuat segerombolan roh yang mengurungnya menjadi terdiam.


Suasana terlihat sunyi, bahkan gerombolan roh tidak mengeluarkan suara sama sekali sejak Zhi Yuo bertindak aneh.


Zhi Yuo mengangkat kepalanya, seketika ia tertawa kencang. Suara tawanya dapat memecah telinga.


"Heh.." Zhi Yuo berhenti tertawa untuk sementara waktu.


"Kalian, pergilah dari hadapanku."


Seketika segerombolan roh menyingkir dengan perlahan menjauhi Zhi Yuo. Entah mengapa, ada energi yang lebih kuat dari mereka.


"Ini bukan saatnya untuk bermain, anak-anak~" Urat tangan Zhi Yuo menyetak jelas saat ia mengangkat tangannya di udara, membentuk sebuah pola pada jarinya.


"Atau kalian tahu akibatnya."


"Lari!!"


"Manusia bodoh!"


Gerombolan roh akhirnya melesat pergi menjauh darinya. Zhi Yuo terkekeh ketika melihat reaksi roh-roh yang berhasil ia bohongi. Mereka cukup mudah diusir.


"Huft.. namanya juga anak-anak."


Roh-roh berbentuk bayangan seperti itu disebut sebagai anak-anak. Untuk ukuran makhluk spiritual, mereka termasuk golongan terlemah. Entah dari wujud mereka hanya bayangan hitam yang bisa ditembus atau sikap mereka yang gampang untuk ditakuti. Hanya butuh keberanian untuk menghadapi mereka sehingga mereka bisa berlari karena ketakutan.


Makanya mereka disebut sebagai 'Roh anak-anak'.


Zhi Yuo jadi menemukan sesuatu yang sangat aneh. Disini ada banyak roh, pasti banyak keanehan yang terjadi. Tapi kenapa desa Tuan Gu tidak ada keanehan sama sekali sampai roh saja tidak pernah kelihatan.


"Ah, iya." Zhi Yuo melirih,ia mengangkat kepalanya demi melihat sesuatu yang cukup jauh dari tempatnya sekarang. Sebuah bukit curam yang menjulang tinggi, di atasnya berdiri sebuah bangunan sekte yang terbilang megah.


Mungkin itulah sebabnya, tidak ada roh yang berani masuk ke desa. Setelah dilihat dari manapun, Zhi Yuo tidak mengenali sekte ini. Dari struktur bangunannya saja tidak, karena setiap sekte memiliki struktur bangunan yang terbilang berbeda dari sekte lainnya. Dan sekte-sekte yang berdiri pada zamannya dahulu tidak ada yang mirip seperti bangunan itu.


"Apakah semua sekte pada zamanku benar-benar sudah tidak tersisa? ".


Lantas, mengapa sekte itu bisa berdiri? Apakah ini adalah sekte yang terlahir setelah peperangan dunia bawah dahulu?.


"Ck! Lupakan saja! Saatnya melanjutkan perjalanan." Zhi Yuo menyerah dengan pemikirannya. Daripada melamun seharian memikirkan asal-usul sekte itu lebih baik ia melanjutkan perjalanannya.


.


.


.


Lama berjalan sampai 2 jam lamanya, akhirnya Zhi Yuo berhasil melewati hutan yang lebat itu.

__ADS_1


Ketika keluar, penampilannya sudah kusut berantakan. Zhi Yuo mengalami banyak masalah ketika di hutan sebelumnya. Ia tidak menyalahkan hutannya yang indah dan sejuk, tidak sama sekali. Tapi ia menyalahkan segala sesuatu yang ada di dalamnya.


Mulai dari roh anak-anak yang mengejarnya terus menerus, ranjau yang tiba-tiba menjebaknya, kejatuhan ranting pohon, juga dikejar babi hutan. Untungnya ia berhasil menang karena memanjat ke atas pohon untuk menyelamatkan diri.


"Huh.. menyebalkan.." Lirih Zhi Yuo dengan suara yang mulai melemah.


"Aku lapar.. mau makan daging...."


.


.


.


Suara hiruk-pikuk terdengar jelas sore itu. Zhi Yuo telah sampai pada sebuah tempat setelah jauhnya perjalanan yang ia tempuh. Ia mengambil nafas sejenak, kemudian memalingkan pandangannya kesana-kemari.


Yang ia dapati adalah sebuah pasar yang cukup ramai. Berarti ia telah keluar dari area hutan dan sekarang sudah sampai di desa seberang.


Zhi Yuo menghembuskan nafas lega. Akhirnya, ia bisa menemukan tempat untuk beristirahat walau hanya untuk dua hari. Karena ia harus melanjutkan perjalanan. Belum lagi ia harus berlatih terlebih dahulu.


Dirinya memutuskan untuk berjalan lebih jauh menyusuri pasar. Di tengah keramaian yang terlihat asing, ia menghirup sesuatu.


Sesuatu yang terasa...


"Lezat.."


Zhi Yuo mencari sumber aroma lezat itu. Dan tidak jauh dari ia berdiri, ternyata ada sebuah kedai makanan. Aroma yang dikeluarkan dari kedai itu sungguh membuatnya kelaparan. Ia harus cepat-cepat kesana.


"Permisi," Zhi Yuo masuk ke dalam kedai.


Penjual yang tengah duduk santai disana memberikan atensi padanya. Ia menyapa Zhi Yuo dengan senyuman dan menyuruhnya untuk duduk.


"Apa yang ingin kau pesan Tuan?" Penjual bertanya dengan ramah.


Zhi Yuo mengusap dagunya untuk berfikir. Terlalu banyak makanan di pikirannya, termasuk hidangan daging. Dan ia memilih yang paling ingin ia makan.


"Hmm.. Mungkin ayam cincang Kung Pao adalah pilihan sempurna."


"Baik, Tuan. Silahkan tunggu sebentar, saya akan menyiapkannya untuk anda."


Zhi Yuo mengangguk, ia duduk dengan tenang menunggu pesanannya. Selagi dirinya menunggu, ia mulai memikirkan menu latihan yang harus ia lakukan besok. Pertama ia harus bermeditasi dahulu, menyerap energi bulan purnama untuk memulai kultivasi. Kedua, ia harus melatih kekuatan fisik.


Dan terlebih lagi ia harus memiliki media untuk berlatih. Yaitu senjata.


"Dimana aku bisa mendapatkan senjata?"


Kreeek...


Lamunan Zhi Yuo pecah seketika. Ia melihat ke arah sumber suara, dan ternyata itu adalah suara pintu kedai yang dibuka seseorang. Tak lama kemudian masuklah sekelompok orang. Jumlah mereka ada 4 orang, dan mereka terlihat sangat misterius.


"Siapa mereka?" Zhi Yuo bergumam. Rasa penasaran tiba-tiba saja datang.


"Apakah disini masih tersedia arak?" Salah satu dari mereka bertanya. Suaranya terdengar berat.


"Ah! Tentu saja tuan, saya akan mengantarkannya untuk kalian." Jawab penjual dengan ramahnya.


Kemudian penjual itu menghampiri Zhi Yuo untuk mengantarkan makanan yang ia pesan sebelumnya.


"Ayam cincang Kung Pao pesanan anda, silahkan dimakan tuan."


Sepiring daging ayam cincang kung Pao tersuguh di hadapannya. Itu sungguh menggugah selera. Zhi Yuo tersenyum senang, ia mengambil sumpit di sebelah piring dan inilah waktunya menikmati makanan.


"Selamat makan."


Zhi Yuo menggerakkan sumpitnya, meraih satu daging cincang yang terlihat berisi. Warnanya yang kecoklatan juga aromanya yang membuat Zhi Yuo menelan ludah berkali-kali. Ia benar-benar ingin memakannya segera.


Dan tepat setelah ia memakannya, Zhi Yuo terasa melayang.


"Ini enak sekali... "


Entah karena ia sudah lama sekali tidak menikmati hidangan daging, ia jadi sangat bersemangat untuk memakannya kali ini. Selama di kediaman Tuan Gu, ia hanya memakan roti dan acar setiap harinya. Memakan hidangan daging seperti ini mungkin hanya akan menjadi khayalannya semata. Kecuali waktu ia masih hidup di kehidupan sebelumnya, daging mungkin menjadi makanan sehari-hari untuknya.


Zhi Yuo menghabiskan makanannya dengan sekejap mata. Masakan di kedai ini enak, terlebih lagi ia sedang kelaparan tadi. Ia bersyukur bisa menemukan tempat makan di waktu yang tepat.


Zhi Yuo menoleh, melihat keempat orang misterius yang duduk tidak jauh darinya. Mereka terlihat sedang berbincang-bincang ditemani dengan sebotol arak. Tawa mereka terdengar sampai telinganya, yang berarti mungkin mereka sedang mabuk.


Zhi Yuo beranjak dari duduknya, ia menuju penjual dan membayar semua makanannya.


"Permisi, boleh aku bertanya?" Zhi Yuo memberanikan diri untuk bertanya.


"Ya, tentu saja tuan." Jawab penjual dengan senyuman di wajahnya.


"Siapa mereka? Apakah mereka benar-benar orang asli desa ini?"


Pertanyaan Zhi Yuo cukup membuat wajah penjual yang tadinya tersenyum ramah menjadi membiru. Dan itu membuat Zhi Yuo keheranan.


"Maaf.. apa aku salah?" Zhi Yuo bertanya dengan hati-hati. Takut jika ia menyinggung sesuatu.


Penjual itu lekas tersadar dari lamunannya, ia menggeleng dengan cepat dan menjawab pertanyaan Zhi Yuo tadi.


"Oh.. tidak masalah tuan. Saya hanya... Ah! Lupakan saja. Mereka itu adalah sekelompok orang yang terkenal dengan kesaktiannya, mereka sangat pintar memainkan pedang dan bertarung. Di desa ini terdapat beberapa gangguan dari makhluk halus, jadi para pemuda ini ingin menuntaskannya sampai selesai. Mereka mendapat bayaran yang cukup mahal dari desa kami."


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari penjual, Zhi Yuo menganggukkan kepalanya.


Jadi begitu. Mereka adalah orang yang datang entah dari mana, terkenal sakti, dan pandai bertarung. Mereka tidak terlihat seperti seorang kultivator. Anggota sekte? sepertinya bukan. Mereka tidak menggunakan seragam seperti umumnya anggota sekte. Sebenarnya mereka ini siapa? Cukup mencurigakan.

__ADS_1


"Hm.. baiklah, terimakasih atas makanannya. Aku sangat menikmati hidangan disini." Zhi Yuo akhirnya pamit untuk pergi. Tidak lupa ia memuji masakan penjual itu.


Penjual itu terlihat senang, binar-binar gembira terlihat di matanya.


"T-terimakasih kembali tuan! Datanglah kembali lain kali~".


Zhi Yuo hanya berdeham untuk merespon ucapan si penjual itu. Ia berjalan menuju pintu keluar kedai. Saat itu juga matanya melirik ke arah sekelompok orang sakti yang tengah tertawa karena mabuk. Wajah mereka masih belum terlihat jelas karena tertutup topi jerami.


Seketika bibir Zhi Yuo membentuk seringai lebar. Perasaannya tampak menggebu-gebu ketika melihat penampilan sekelompok orang sakti itu. Terlebih setelah mengetahui mereka ahli dalam menggunakan pedang.


"Aku jadi penasaran bagaimana rasanya bertarung dengan mereka.. "


.


.


.


Senja telah berganti menjadi malam. Lampion merah terpasang di setiap sudut toko. Lampu kuning yang terlihat remang-remang berasal dari kedai-kedai mulai menerangi jalan. Pengunjung tidak seramai tadi, pasar terlihat lebih sepi. Tapi ada banyak toko yang masih bertahan, ada juga sedikit pengunjung yang masih berlalu-lalang.


Zhi Yuo terus melangkah menyusuri pasar. Ia harus menemukan penginapan malam ini sebelum hari semakin larut.


Mungkin hari ini adalah hari keberuntungannya. Ia menemukan penginapan walaupun tempatnya tidak terlalu besar. Zhi Yuo masuk ke dalam, mulai menghampiri pemilik penginapan yang tertidur di mejanya sendiri.


"Huh?!" Pemilik penginapan seketika terkejut bukan main. Zhi Yuo mengetuk meja beberapa kali, lalu tersenyum jahil ketika melihat reaksi kaget pemilik penginapan.


"Oh! Halo tuan, anda seorang pendatang? Mau pesan kamar?" Pemilik penginapan bertanya dengan gelagapan. Wajar saja, ia baru bangun dari tidurnya.


Zhi Yuo mengulas senyum, "Ya, satu kamar untuk satu orang."


"Baiklah, mohon tunggu sebentar."


.


.


.


"Ini kamar anda tuan, semoga anda nyaman dengan kamarnya. Jika ada yang diperlukan, bisa langsung menemui kami."


Zhi Yuo mengintip ke dalam kamarnya. Tidak terlalu besar, sederhana, dan rapih. Ia cukup puas dengan itu. Setelah dirasa ia harus istirahat, ia berterimakasih pada pemilik penginapan dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Huh.. lelahnya.."


Zhi Yuo membanting tubuhnya sendiri di atas kasur yang empuk. Ia tidak melakukan apapun selain memikirkan menu latihan untuk besok. Apapun alasannya, ia harus pergi dari penginapan ini besok. Ia harus mencari tempat tinggal untuk sementara.


"Tempat yang bagus adalah di pinggir hutan. Tapi aku menolak untuk hutan yang kemarin."


Zhi Yuo meringis ngeri ketika membayangkan segala hal menyebalkan yang ia alami di hutan perbatasan. Ia memang membutuhkan tempat latihan, tapi jangan hutan yang itu!.


Lama berpikir, matanya mulai menutup sampai akhirnya terpejam sempurna. Kini Zhi Yuo siap menyelam ke dalam alam bawah sadarnya.


.


.


.


BRAK!!


Zhi Yuo terbangun dari tidur. Ia mengambil nafas panjang, kemudian bangun dengan terburu-buru. Ketika melihat keadaan sekitar, ia tidak menemukan apapun.


Zhi Yuo mendengus, baru saja 2 jam ia menutup mata kenapa harus ada saja yang mengganggu. Ketika ia ingin mengabaikan semua itu dan kembali tidur, suara ramai terdengar dari luar kamarnya.


Zhi Yuo menggeram frustasi. Ia ingin mencoba untuk tidur lagi, tapi tidak bisa karena suara di luar kamar terlalu berisik. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar.


Di luar memang banyak orang. Mungkin mereka adalah orang-orang yang menginap di penginapan ini. Zhi Yuo maju beberapa langkah, ia berdiri di belakang kerumunan.


Ia mendengar banyak bisikan dari para penyewa kamar.


"Hei, ada apa dengan wanita itu?"


"Entahlah, aku mendengar suara keras lalu aku langsung datang kesini."


"Sepertinya dia baru saja mengalami hal yang mengejutkan."


Zhi Yuo mengintip dari balik kerumunan yang terbilang berisik itu. Ia dapat melihat, seorang wanita tengah tersungkur di tengah-tengah kerumunan. Ia menangis tersedu-sedu, wajahnya terlihat syok berat.


Pemilik penginapan berusaha untuk menenangkan suasana, ia menyuruh para penyewa kamar untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing. Tapi ucapannya itu bagaikan angin lewat.


Wanita itu terus menangis, Zhi Yuo penasaran siapa wanita itu.


"Siapa dia?" Zhi Yuo bergumam.


"Tenanglah semuanya! Para pendekar sudah datang kesini!" Teriak seseorang dari arah lantai satu penginapan.


Zhi Yuo memalingkan wajahnya ke arah pintu masuk. Ia dapat melihat dari bawah, sekelompok orang misterius itu sudah melangkah ke dalam penginapan.


"Huh? Mereka lagi?"


.


.


.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2