Legenda Pedang Bulan

Legenda Pedang Bulan
Rahasia obat Tuan Gu


__ADS_3

Zhi Yuo secara diam-diam mengambil botol obat bekas itu dan memasukkannya ke dalam saku. Bisa bahaya jika ada yang tahu. Bagaimana pun juga ia harus pelan-pelan dalam bertindak.


Xie Jia mengajaknya untuk kabur dari tempat itu segera. Zhi Yuo mengangguk,tanpa sepengetahuan Xie Jia ia telah mengambil botol obat Tuan Gu dan pergi bersama gadis kecil itu keluar ruang makan. Mereka pergi ke gudang,bermaksud memakan semua makanan yang mereka curi diam-diam.


.


.


.


Kedua bocah kerdil itu sampai di gudang,tempat dimana Zhi Yuo beristirahat tiap malam. Xie Jia menggelar kain yang ia ikat,di dalamnya terdapat hasil makanan yang ia ambil dari ruang makan pelayan. Ini semua berkat ide dari Zhi Yuo yang meminta kerja sama dengan Xie Jia untuk mengambil beberapa makanan dari para pelayan.


"Oh,ternyata para pelayan disini hidup enak. Tapi kenapa mereka bahkan tidak memberi kita makan malam?" Zhi Yuo memperhatikan setiap makanan yang diletakkan Xie Jia di lantai.


"Senior Lin bilang kita ini masih terlalu muda,maka dari itu kita harus mendapat didikan lebih keras." Xie Jia menjawab.


"Cih! Apa-apaan,padahal mereka juga tidak ingin hidup seperti kita. Hanya mereka yang dapat untung harusnya kita juga dapat walaupun setengah." Zhi Yuo membantah.


Xie Jia hanya menggeleng sambil tersenyum tipis mendengar bantahan dari Zhi Yuo. Ia kira Zhi Yuo adalah anak yang lugu,polos,dan pendiam,dilihat dari sisi wajahnya. Tapi ia salah besar,Zhi Yuo bahkan lebih brandal dari perkiraannya.


Sudahlah lupakan.


"Oh!" Xie Jia seketika tersadar saat ia tengah meletakkan makanan. Ia melupakan sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Zhi Yuo.


Xie Jia menjentikkan jarinya, "Aku lupa mengambil air! Kak Yuo tunggu disini sebentar ya,aku akan mengambil air untuk minum." .


Mendengar itu Zhi Yuo hanya membulatkan mulutnya lalu mengangguk. Ia membiarkan Xie Jia pergi mengambil air untuk mereka dan ia tinggal sendirian di gudang untuk sementara waktu menunggu Xie Jia.


Sesekali ia berpikir kedepannya setelah ia keluar dari sini ia harus mencari tempat tinggal yang baru dan mengasah teknik kultivasinya.


.


.


.


"Ku rasa efek obat ini sudah bekerja,walaupun tidak terlalu kentara tapi boleh juga."


"Senior Lin,ada surat dari Nyonya Gu Fei yang akan diantarkan malam ini."


Lin Mei mengangguk,ia asik sendiri menatap botol obat kecil di tangannya. Bahkan ia sampai mengacuhkan pelayan yang kedudukannya jelas dibawahnya. Perlu di ingat lagi,ia adalah senior disini.


"Ternyata benar,obat ini lebih berbahaya. Jangan sampai ada yang mengecewakan nyonya-" Perkataan Lin Mei terputus ketika ia tidak sengaja melihat sesuatu di balik dinding kayu.


Itu adalah bayangan seorang anak kecil,dan ia mengenali bayangan itu.


"Xie Jia.." Lin Mei berbisik. Rasa geram sekaligus panik mengisi pikirannya.


"Bagaimana kalau dia tahu aku sedang membicarakan sesuatu! " Lin Mei panik,bergegas ia mengibaskan lengan pakaiannya dan menghampiri sosok kecil di balik dinding.


Sementara itu,Xie Jia diam terpaku. Ia menutup mulut dengan kedua tangan kecilnya,berusaha untuk menahan semua rasa kaget yang tiba-tiba datang ketika ia mendengar sepenggal percakapan antara Lin Mei dan pelayan lainnya.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar?.. Senior Lin.. ".


Bayangan Lin Mei seketika sudah berada di sebelahnya. Xie Jia terkejut bukan main,ia buru-buru merapihkan penampilannya dan menjaga ekspresi seakan-akan tidak mengetahui sesuatu.


"Sedang apa disini?" Lin Mei bertanya dengan nada dingin yang keluar begitu saja dari mulutnya.


Xie Jia terkekeh panik, "Ah..itu..maaf Senior Lin,saya tidak bermaksud menguping..".


Lin Mei menyipitkan matanya, "Apakah benar?".


Xie Jia menegup ludah dengan kasar. Kemudian ia mengangguk cepat,ia benar-benar berakting bahwa ia tidak mengetahui sesuatu.


Lin Mei menghela nafas kasar,ia mengusir Xie Jia dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Jangan kemari dan lakukan pekerjaanmu!" Lin Mei sedikit membentak,kemudian membanting pintu kamar.


Xie Jia sedikit tersentak ketika ia mendengar dentuman pintu berbunyi keras sampai telinganya berdengung. Tidak ingin mencari masalah dengan Lin Mei,ia lekas berlari dari sana menuju gudang dengan satu cawan air di tangannya.


.


.


.


"Lama sekali,kamu dimarahi Lin Mei ya?" Zhi Yuo langsung menegurnya ketika ia baru saja datang.


Xie Jia mengangguk kaku,ia sebenarnya tidak ingin menceritakan kejadian tadi pada Zhi Yuo. Tapi sepertinya sangat sulit menyembunyikan hal ini karena Zhi Yuo juga sudah tahu lewat ekspresi wajahnya.


Zhi Yuo menghela nafas pelan,ia menyuruh Xie Jia untuk duduk.


Xie Jia melangkah menghampiri Zhi Yuo. Ia duduk di sebelah orang yang telah ia anggap sebagai kakaknya itu,dan mengambil salah satu roti isi acar lalu memakannya.


Zhi Yuo hanya memperhatikan Xie Jia ketika gadis itu asik makan. Senyum mengembang di bibirnya,tangannya terangkat untuk mengelus surai hitam lembut Xie Jia.


"Kenapa bisa dimarahi? Ingin menceritakannya padaku?" Zhi Yuo bertanya dengan pelan,nada lembut yang dikeluarkannya bagai melodi.


Xie Jia seketika ingin menangis. Ia menelan makanannya dengan susah payah,kemudian melanjutkan makannya dengan mengunyah setiap isi di mulutnya dengan cepat. Dan itu membuat Zhi Yuo sedikit kaget. Ia kira Xie Jia terlalu lapar.


Xie Jia tidak berani menatap mata Zhi Yuo saat itu. Ia menunduk,mengunyah makanannya dengan hati yang teriris. Sudah lama ia tidak mendengar kelembutan ini,sudah lama ia tidak merasakan rasanya kasih sayang.


Kedua orang tua Xie Jia hidup terpuruk dalam kemiskinan. Mereka memilih jalan satu-satunya untuk hidup. Yaitu,menjual anaknya sendiri.


Xie Jia masih berumur enam tahun saat itu,menangis dan berusaha untuk tetap bertahan bersama orang tuanya. Tapi,nasib buruk selalu datang padanya ketika ia ditarik paksa menuju kereta kuda yang mengangkut banyak budak di dalamnya.


Hidup Xie Jia hancur saat itu juga.


Dijual lalu dibeli. Dirinya seperti bukan manusia lagi,melainkan sebuah barang yang terus ditukar. Sampai akhirnya ia sampai di kediaman Gu dan menetap disana. Tapi penderitaannya tidak juga hilang karena Lin Mei menyiksanya hampir setiap hari.


Tapi sekarang,ada Zhi Yuo disini. Orang paling lembut dan penyayang selain Yan Yan. Dan ia juga sangat menyayangi Zhi Yuo sebagai kakaknya sendiri.


Ia yakin,suatu saat ia akan keluar dari sini dan ia akan membawa Zhi Yuo pergi. Ia hanya ingin tetap tinggal bersama Zhi Yuo.


Itu adalah impiannya.

__ADS_1


.


.


.


"Kak Yuo.."


Zhi Yuo menoleh ke arah Xie Jia,sedikit mengangkat alisnya untuk memberi respon. Tangannya masih saja menulis di atas kertas sejak tadi. Entah menulis apa,yang pasti Xie Jia tidak tahu.


"Apa yang kau tulis dari tadi?" Xie Jia merasa diacuhkan sejak tadi,jadi ia memutuskan untuk menghampiri Zhi Yuo yang tengah menulis dan melihat apa yang Zhi Yuo kerjakan.


"Ini hanya permainan,aku sedang berkhayal.." Zhi Yuo membalas seadanya.


Sebenarnya Zhi Yuo tengah menulis menu latihan yang akan ia terapkan setelah keluar dari kediaman Gu. Ya,ia yakin akan keluar dari sini dengan waktu cepat. Maka ia harus mencari tempat tinggal dan berlatih dari awal. Tidak memiliki pedang,maka harus mencari senjata lain. Tapi apa ya?.


Sedang serius berpikir,tiba-tiba Yan Yan datang mengagetkan mereka. Ia menatap Zhi Yuo dengan pandangan kesal,sementara yang ditatap begitu menjulurkan lidah. Tambah membuat jengkel.


"Xie Jia,kamu dipanggil para pelayan di depan." Yan Yan menghampiri Xie Jia dan menyuruhnya menemui beberapa pelayan di depan gudang.


Xie Jia agak bingung,tapi ia menuruti apa yang dikatakan Yan Yan dan berjalan menuju ke pintu gudang menemui dua pelayan yang menunggunya disana.


"Ada apa senior sekalian memanggil saya?" Xie Jia bertanya dengan sopan.


Salah satu dari mereka tersenyum manis,tidak seperti biasanya. Kemudian mereka saling berbisik sebentar,yang pasti Xie Jia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


Salah satu pelayan menunduk,mensejajarkan ukuran tubuhnya dengan Xie Jia.


"Senior Lin memanggilmu malam ini untuk makan malam. Apakah kamu mau makan bersama kami malam ini?"


Xie Jia terkejut,ia bahkan sampai membuka mulutnya karena saking kagetnya ketika mendengar ucapan itu. Kedua pelayan bingung,mereka memiringkan kepala dan hendak bertanya kenapa Xie Jia bisa sampai sekaget itu.


"T-tapi kenapa tiba-tiba?" Xie Jia bertanya lagi dengan nada gugup.


"Selama ini kamu belum makan malam bersama kami,jadi kami ingin mengajakmu makan malam bersama. Hanya kamu saja ya," Ujar salah satu pelayan.


"Ya,kami sudah menyiapkan banyak manisan untukmu. Kamu pasti menyukainya." Sambung yang satunya lagi.


Xie Jia seketika senang. Ia membayangkan berapa banyak manisan yang akan diberikan para pelayan untuknya. Dan yang pasti,semuanya enak!.


"Tapi... Kak Yan Yan dan Kak Yuo.." Xie Jia memikirkan kedua kakaknya itu. Ia takut dan merasa tidak enak ketika dirinya makan malam,kedua orang yang ia sayangi itu tidak ikut makan.


"Jangan khawatir,kami juga memberikan makan malam pada mereka. Tapi hanya kamu yang boleh datang." Jawab salah satu pelayan.


Xie Jia yang mendengar itu tersenyum lega,ia mengangguk mengiyakan perintah dari kedua pelayan itu. Bagaimana tidak? Ia senang dan tidak perlu khawatir bisa makan malam bersama yang lainnya.


Entah mengapa,mungkin sikap Lin Mei sedikit berubah mulai sekarang.


Atau malah lebih licik dari sebelumnya?.


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2