
"Apa ini...
Apakah ini pintu Ruang penyimpanan tenaga dalam di tubuhku, bagai mana caranya membuka pintu sebesar dan setinggi ini?"
Yen Huo bergumam di dalam pikiran nya
Di dalam alam bawah sadar Yen Huo
di halangi satu pintu yang sangat besar.
"Apa yang harus aku lakukan sudah lebih berjam jam untuk membuka pintu ini,bahkan aku sudah melakukan segala cara yang aku bisa untuk menggerakkan pintu ini,hiks! hiks!,lelah sekali bahkan tidak sedikit pun bergeming"
Yen Huo di sulitkan oleh pintu yang menghalangi langkanya membuka Ruang tenaga dalam miliknya
"Apa yang harus aku lakukan, aisss jika saja Yu'er di sini pasti sudah selesai dengan cepat...
Yu'er?...
Aku ingat salah satu perkataan Yuer,
Dimana mana pasti ada suatu celah kecil dalam ruangan yang sangat besar ini pasti ada,
Mmmmm! apa maksudnya ya aku sendiri
tidak paham, seperti kata kata ini segampang membalikkan telapak tangan! "
Yen Huo menggaruk kepalanya yang sangat gatal akan kebodohan, cara berpikir yang dia miliki.
"Ohhh Dewa! apa salah dari otakku ini sehingga kata yang sudah ada di depan mata ku masih tidak aku pahami sedikitpun,ayolah semangat otakku kau pasti bisa berpikir dengan baik sendiri!"
-Otak Yen Huo (Matamu,kalau mau berpikir jangan mengandalkan otakmu yang sedang tidur, pikir sendiri, jangan menggangu tidurku) Otak Yen Huo menarik kembali selimut yang
di tarik paksa Yen Huo.
"Sesuatu yang besar pasti memiliki celah...
Tenaga dalam! , bukannya aku sudah bisa mengumpulkan tenaga dalam kenapa pintu ini masih tertutup, apa mungkin di sisi yang luas ini ada bocoran celah sehingga membuat tubuhku bisa mengumpulkan tenaga dalam dalam jumlah sedikit akhir akhir ini?"
"Celah! Celah!, aku baru ingat teknik yang terdapat di dalam kitab penguasa Gunung, Teknik untuk merasakan aliran tenaga dalam yang berkumpul, keluar, maupun masuk kedalam tubuh"
"Pertama tama bagai mana? (Krik! Krik!)
Aaaaaaa, bagaimana ini dasar otak tak berguna!"
"Ohhho apa aku bisa menggunakan teknik pemeriksa kualitas tulang, mungkin dengan
ini aku bisa bertanya pada otakku yang super jenius dalam mode ini, hohoho! Jenius baru telah lahir!"
Yen Huo tersenyum puas dengan hasil pemikiran nya.
Setelah melakukan pemeriksaan kualitas tulang otak Yen Huo seakan akan menjadi sangat bijak sana dengan alam bawah sadar otaknya juga.
Yen Huo bisa bertanya kepada otak sendiri.
"Cara yang paling ampuh merasakan aliran tenaga dalam..."
__ADS_1
Otak Yen Huo seakan akan menulis cara yang terdapat pada Kitab Penguasa Gunung.
"Pertama tama duduk bersila,
kedua rasakan hawa di setiap tempat yang
di deteksi tubuh"
perbedaan antara hawa dari tenaga dalam lebih mencolok di banding hawa yang lain,
hawa tenaga dalam serasa hangat apabila bersentuhan dengan kulit.
"Aku merasakan kebocoran di sebelah kiri bawah pintu ini..."
Yen Huo tiba tiba berdiri berjalan menuju ke arah celah celah yang terdapat pada pintu penyimpanan tenaga dalam miliknya.
"Apa disini...
Seterusnya bagaimana cara membukanya, aissss ini sama aja bagaikan satu soal dengan sejuta jawaban yang tidak ada habis habisnya"
Yen Huo kembali ke posisi semula,
"Apa aku menyerah saja! Ini sangat rumit mungkin besok aku akan mencobanya bersama Yu'er"
"Ini mungkin takdir. aku pernah berkata pada Yu'er sebagai seorang pendekar muda kita tidak bisa menyerah pada diri kita sendiri"
Tiba tiba otak Yen Huo menuliskan kata kata yang pernah dia ucapkanya pada adiknya.
"Huhuhu! Sejak kapan aku mengucapkan kata kata ini, aku tidak ingat!"
Seketika tertulis kata kata dari otak Yen Huo sendiri.
"Bahkan otakku sendiri tidak mau membantuku!"
"Ohhh ya ledakan energi roh? dapat menghancurkan sesuatu,apa mungkin bisa menghancurkan pintu penyimpanan tenaga dalam ini?, Aku Yen Huo harus Mencobanya sebelum menyerah..."
Yen Huo kembali bersemangat dan mengumpulkan tenaga dalam yang bisa dia kumpulkan dalam keadaan alam bawah sadarnya.
"Aliran tenaga ini bagai mana melepaskan nya?"
Yen Huo mengumpulkan tenaga dalam di telapak tangannya dan dia tidak tahu cara untuk melepaskan energi itu.
"Kitab! ,kitab! ,kitab Tiga belas tapak penakluk Raja Buas, Kitab penembus ruang, Kitab Sejuta pengetahuan!"
Yen Huo mengingat samar samar saat adiknya Fei Yu membaca judul Kitab Kitab yang di berikan kepada mereka.
"Tiga belas tapak penakluk Raja Buas , apa ini akan berhasil...
Aku harus mencobanya secara langsung"
Yen Huo membayangkan Se ekor Harimau Buas yang sedang memutari telapak tangannya yang di penuhi tenaga dalam.
Energi tenaga dalam yang ada di telapak tangan Yen Huo seketika berubah membentuk se ekor Harimau Buas
"Apa mungkin tenaga dalam dapat di bentuk melalui pemikiran otak sendiri, oohhhoo aku semakin pintar aja sekarang ini..."
__ADS_1
"Baiklah Harimau kecil majuu..."
Wuss, wuss, wuss, Se ekor Harimau Buas berlari menuju Gerbang ruang penyimpanan tenaga dalam sesuai arahan Yen Huo
"Kraaakkkk! Bammm!"
Ledakan yang di akibatkan Se ekor energi Harimau Buas bertabrakan dengan pintu Ruang penyimpanan tenaga dalam ,Sehingga membuat ledakan energi yang besar, pintu penyimpanan tenaga dalam Milik Yen Huo sedikit demi sedikit retak dan akhirnya terbelah berkeping keping.
"Apa ini lautan penyimpanan tenaga dalam milikku luas sekali!"
Yen Huo terpana melihat lautan penyimpanan tenaga dalam miliknya yang terisi satu per sepuluh juta tenaga dalam seakan akan setitik tinta dalam kertas
Yen Huo Seketika itu juga mendapatkan kesadarannya,alam bawah Yen Huo mulai memudar dia mulai merasakan tubuhnya bisa bergerak, seketika pemandangan yang membuat Yen Huo kebingungan saat mendapatkan ke sadarannya kembali
"Ada apa kenapa kalian semua memandang ku dengan tatapan seperti itu, apa ada yang salah teman teman?"
Yen Huo sedikit merinding melihat puluhan mata menatapnya dengan dingin.
'Anak ini merupakan jenius nomor satu dari jutaan orang yang pernah ada, penyimpanan tenaga dalam miliknya bahkan tidak bisa di bandingkan dengan milikku sendiri dan dia belum sadar akan hal itu!"
Wakil ketua Feng Zi kagum pada Yen Huo.
"Kenapa semua menatapku, aisss aku jadi bingung"
Yen Huo segera berpamitan langsung pada Feng Zi karena ke anehan murid lain yang menatapnya membuat bulu kuduk Yen Huo merinding.
"Sudahlah dasar murid murid tidak tahu pertemanan di tanya tidak mau menjawab dasar orang orang gak waras!"
Yen Huo berlari cepat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dengan bantuan energi angin yang entah dari mana di dapatkannya dahulu.
"Kakek, bibi lan..."
Setelah bangun tidur Fei Yu merasakan keanehan di rumahnya, dia tidak menjumpai seorangpun bahkan kakaknya yang malas ke ladang pun hilang di telan bumi.
"Kemana semua orang, apa mereka ke ladang bersama kakek, Bibi lan juga tidak di rumah, sebaiknya aku pergi ke ladang juga..."
Fei Yu bergegas ke ladang dimana kakeknya bekerja, sebagai seorang petani yang tekun Thay Chung di anggap petani yang sukses di desa begitu juga Fei Yu yang di anggap sebagai penerus kakeknya itu.
"Yu'er, apa kau sudah bangun, tadi bibi tidak tega membangunkan mu sehingga bibi meninggalkan mu sendiri di rumah"
"Aku sedikit letih bibi semalamam tidak bisa berhenti membaca buku yang di belikan kakek"
Fei Yu tersenyum canggung pada bibinya.
"Ohh ya bi, kakek dimana?"
"Ehhh, bibi rada rada lupa ayah angkat sudah lama pergi ada urusan penting sebagai seorang penasihat desa, jadi bibi melakukan pekerjaan ini sendiri sambil menunggu ayah angkat datang"
"Kalau begitu bi, istirahatlah dulu nanti kita melanjutkan pekerjaan ini..."
Fei Yu dan Jiang lan istirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali pekerjaan yang tersisa.
"Apa Yu'er sudah bangun ya, aku harus bergegas pulang untuk mengabarinya atas prestasi kakaknya yang sudah meningkat lagi, heh!heh!heh?"tawa senang Yen Huo bangga pada dirinya
"Pekerjaaan di sini sudah berhasil, anak ini sudah berkembang dengan baik di usianya yang masih belia...."
__ADS_1
Seseorang melompat pergi dari atas pohon setelah Yen Huo bergerak dengan cepat....