Legenda Pendekar Timur

Legenda Pendekar Timur
CH. 23 - Desa persinggahan Pedagang


__ADS_3

"Hiksss hikssss?"


Anak kecil melihat ke arah Orang yang barusan bicara.


"Siapa kau? Jangan menyakitiku, huhuhuuuu!"


"Ehhh! Adik kecil jangan menangis kakak tidak akan menyakitimu... Tenang lah"Yen Huo mengelus kepala anak kecil itu dengan lembut


" Adik sebaiknya berhenti menangis, nanti kakak berikan makanan..."


Yen Huo membujuk anak kecil itu supaya berhenti menangis.


Seketika anak kecil itu berhenti menangis


"Bagus bagus nama kakak Yen Huo, Kalau nama mu adik kecil, siapa namamu?"


"Hiksss! hiksss, aku tidak tahu namaku"


"Bagaimana bisa kau tidak punya nama? Adik kecil? "tanya Yen Huo bingung


"Aku tidak memiliki nama, sejak lahir orang jahat itu memanggilku dengan budak kecil, mungkin itulah namaku!"


'Kasihan sekali anak kecil ini dia pasti sendiri dari kecil...'


"Adik kecil, dimana kedua orang tuamu?"


Yen Huo bertanya pada anak kecil itu.


"Orang tua? apa itu orang tua?"tanya nya keheranan


"Iya orang tua, seseorang yang mau merawat,menjagamu dari bayi hingga bisa bicara,berjalan dan lainnya,mereka adalah orang tua mu"


"Aku tidak tahu, semenjak lahir aku hidup sendiri dan tidak pernah melihat orang tua ku..."


Jawabnya dengan cepat


'Kasihan sekali, entah kenapa banyak sekali anak anak sekarang yang senasib dengan ku, tetapi nasib mereka lebih menyedihkan


di banding kami yang masih memiliki keluarga...'


"Kalau begitu adik kecil,apa kau hidup sendirian selama ini?"


"Tidak ,tadinya aku tinggal bersama yang lain mereka juga sama sepertiku, di perlakukan buruk oleh orang orang itu"


"kalau begitu adik kecil, apa kau bisa menunjukkan arah dimana tempat kalian dulunya tinggal sebelum kau melarikan diri?"


"Aku tidak mau kembali lagi , tolong jangan memaksaku untuk kembali!..."anak kecil itu mulai ketakutan kembali


"Aku tidak bermaksud untuk melakukan hal buruk yang kau pikirkan, adik kecil kau hanya perlu menunjukkan arahnya aku sendiri yang akan pergi untuk melihat lihat situasi Orang desa yang masih di tahan itu..."


"Apa kau tidak berbohong?,baiklah aku akan menunjukkan arahnya pada mu!"


"Kalau begitu tunggu sebentar adik kecil, ada sesuatu hal yang ingin aku ambil..."


Yen Huo berjalan ke arah balok papan yang tidak di pakai lagi, dengan cepat Yen Huo membawa balok papan ke arah anak kecil itu berdiri


"Adik kecil aku hanya perlu papan ini untuk tugas kali ini, kalau begitu silahkan duduk di atas balok papan ini dahulu..."


Setelah anak kecil itu duduk di atas balok papan,Yen Huo seketika menggunakan kemampuan khusus nya untuk menerbangkan balok papan itu.


"Apa ini kemampuan hebat mu? Kau bahkan bisa membawa kita terbang ke langit dengan bantuan papan ini?..."


"Ehemm!, adik kecil apa kau tidak bisa memanggilku dengan sebutan lain,contohnya panggil kak Huo saja, nama ini lebih baik di dengar..."


"Baiklah kak Huo..."


Yen Huo dan anak kecil itu terbang di ketinggian 80 meter di atas tanah.


"Apa itu tempat nya adik kecil, kelihatan nya seperti terowongan yang di buat manusia..."


"Benar kak Huo, selama ini kami hidup di dalam terowongan itu setelah melakukan pekerjaan berat tiap hari"


"Baiklah mari kita mata matai sejenak situasi tempat ini, baru bertindak nantinya"


Yen Huo dan anak kecil itu berhenti di udara sambil melihat ke arah terowongan apakah ada seseorang yang keluar masuk terowongan

__ADS_1


**


"Tuan muda silahkan duduk..."


Pelayan kedai tempat minum mempersilahkan Feng Zi untuk duduk di meja spesial untuk tamu pertama mereka hari ini


"Tuan muda apa kau ingin memesan sesuatu? aku sendiri yang akan melayani tuan muda..."


Pelayanan wanita itu secara langsung melayani Feng Zi dengan ramah tamah, dan sedikit menggoda Feng zi


"Ehhemm, aku hanya mau memesan 1 botol arak dengan beberapa roti kering itu saja..."


"Baiklah tuan muda aku akan segera menghantarkannya"gadis itu berlari dengan anggun ke dapur


Feng Zi menunggu pesanannya datang seketika itu seseorang masuk kedalam kedai minum.


"Dimana pemilik kedai ini keluar cepat kalau tidak akan ku hancurkan tempat kalian ini..."


Pria paruh baya dengan cepat keluar dari meja pemesanan.


"Tuuann muda Yan, silahkan masuk jangan sungkan sungkan semuanya gratis untuk rombongan kalian!"


Pria paruh baya ketakutan seakan akan


dia sedang melihat hantu di depan matanya sendiri, di siang bolong


"Aku tidak butuh ocehan mu itu, cepat dimana uang penghasilan mu berjualan hari ini? Serahkan uang itu pada kami, setelah itu kau bisa pergi dengan selamat..."Tegur tegas orang berpakaian layaknya pakaian bangsawan kecil


"Tuan Yan mohon ampuni pelayanan tua ini, penghasilan kami untuk hari ini tidak banyak,penghasilan hari ini hanya cukup untuk mengisi kembali barang barang yang sudah kosong, jadi kumohon tuan muda Yan memberikan waktu sampai besok pagi..."


Pria paruh baya itu memeluk kaki tuan muda Yan dengan cepat sambil memohon


"Apa yang kau lakukan orang tua busuk, beraninya kau menyentuh kaki ku, pukul dia sampai mati..."


Tuan muda Yan menyuruh anggota nya untuk memukuli pria paruh baya itu.


"Kumohon tuan muda Yan, berikan aku waktu satu malam ini saja!!!"


"Pukul dia sekarang kalau tidak kalian yang akan menjadi gantinya..."


Para pelayanan tuan muda Yan mengeluarkan cambuk mereka.


"Matilah..."mereka melotot pada pria paruh baya itu dengan senyuman lebar mereka


"Argghh!!!"


pelayan tuan muda Yan seketika berbaring tidak bernyawa lagi sebelum mereka melepaskan cambukan kepada pria paruh baya itu


"Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian malah tidur bangun..."


Tuan muda Yan menendang pelayannya yang di anggap nya sedang berbaring karena malas melakukan perintahnya


Seketika para pelayan itu berbalik, ke nampakan yang sangat mengejutkan seketika terjadi di depan mata banyak orang yang menyaksikannya


"Apa ini kenapa ada bekas tebasan pedang di leher para penjaga ku ini? , siapa... Siapa yang berani melakukannya tunjukkan dirimu?"


"Tok..."


Seseorang muncul di belakang tuan muda Yan dengan cepat menotok di sekitar lehernya dan seketika itu juga berhenti bergerak


"Bammm!"


Orang misterius itu seketika memukul perut tuan muda Yan sampai membuatnya pingsan.


"Apa kau tidak apa apa paman? apa kau masih bisa berdiri..."


"Uhuk uhukk!Siapa... Siapa kamu anak muda? "


Seketika sosok orang muncul dari bayangan yang di tinggalkannya.


Terlihat senyum ramah di balik topeng nya, bahkan orang lain bisa melihat senyum orang itu dengan baik


"Ternyata itu dirimu..."seorang gadis pelayan menyadari pria bertopeng yang memesan beberapa saat yang lalu


Setelah membereskan Pelayan tuan muda Yan Feng Zi di bawa masuk ke dalam kedai minum oleh pria paruh baya.

__ADS_1


" Perkenalkan namaku qin lu bao"


"Tidak ku sangka anak muda kau juga seorang pendekar, Terimakasih atas bantuan mu. Tetapi kau sudah menyinggung keluarga Yan pemimpin di desa ini, dengan kata lain anak muda kau akan menjadi incaran si tua Yan, sebaiknya kau pergi secepat mungkin keluar dari desa ini segera mungkin..."


"Terima kasih atas saran mu paman, aku hanya menjalankan tugas khusus dari sekte,kalau paman butuh pertolongan aku bersedia membantu..."


Feng Zi menuangkan arak ke gelasnya.


"Kalau boleh tau tujuan anak muda membantu kami pasti ada maksud dan tujuannya..."


"Kami tidak bermaksud memiliki tujuan yang tidak baik paman, secara terang terangan tujuan kami hanya untuk mengetahui pergerakan pendekar aliran hitam yang setahun lalu mulai bermunculan kembali..."


"Kalau soal ini aku percaya padamu anak muda, kalau boleh tahu asal mu dari desa mana?"


"Desa kami tidak jauh dari sini paman qin, sekitar 30 kilo meter ke arah timur adalah desa kami, nama desa kami di sebut desa gunung bambu dari timur..."


Feng Zi menceritakan tentang desa dimana mereka tinggal.


"Apaaa, desa gunung bambu..."


pria paruh baya itu seketika terkejut mendengar nama desa yang di sebutkan Feng Zi.


"Ada apa paman, apa kau mengenali desa ku berasal?..."Feng zi sedikit terkejut karena desa mereka sangat terpencil


"Tentu saja anak muda, aku tidak hanya mengenali desamu dengan baik,aku juga memiliki teman baik yang tinggal di sana, kalau tidak salah nama teman lamaku Thay Chung..."


"Apa paman mengenal Senior Thay?"


"Iya tentu saja,aku sangat mengenal beliau. Dia sahabat lamaku, kami sudah lama tidak bertemu..."


"Melihat kejadian sebelumnya, sepertinya kehidupan kalian tidak cukup layak untuk bertahan hidup di desa ini paman, kenapa kalian tidak pergi ke desa gunung bambu? paman mengenal senior Thay, secara keseluruhan paman dengan mudah sangat di Terima bisa tinggal di sana?"


"Aku sendiri juga berpikiran seperti itu anak muda, akan tetapi para perampok ini selalu mewaspadai pergerakan kami,kalau ketahuan bergerak keluar desa maka kami akan di penggal hidup hidup di hadapan orang banyak..."


"Kalau bisa tahu apa paman qin bisa menceritakan kejadian yang sudah terjadi pada desa ini,setidaknya banyak informasi yang di ketahui paman qin di banding dengan nenek Yun..."


"Dengan senang hati anak muda..."


"Dulunya desa ini di sebut desa yang makmur dan menjadi persinggahan para pedagang dari berbagai desa laik untuk menjual hasil alam maupun seni yang mereka kembangkan, dimana para pedagang pedagang kecil maupun menengah sering melintasi desa kami dan akhirnya banyak yang menetap karena makmur nya kehidupan rakyat di sini..."


"Beberapa tahun setelah kedatangan para pedagang ini,menambah kemakmuran desa kami karena banyak barang barang bagus yang di jual dari berbagai tempat"


"Kepala desa kami yang lama sangat senang akan hal ini, bahkan dia rela memberikan setengah harta yang dia tabung untuk kemakmuran rakyatnya yang kurang mampu..."


"Melihat hal ini banyak pedagang yang senang datang ke desa kami karena sepulangnya mereka dari sini, mereka mendapatkan penghasilan yang memuaskan dari desa kami, mereka akhirnya datang dan berpergian keluar masuk desa dengan membawa harta penjualan mereka..."


"Pada akhirnya anak muda, hal inilah yang mengundang para perampok sialan itu masuk ke dalam desa kami..."


"Awal ke masukan para perampok ini memang tidak mencolok,mereka seakan akan berperan sebagai rakyat biasa, pedagang senjata maupun kitab kitab palsu untuk pendekar"


"Melihat desa kami yang semakin makmur, rasa untuk menguasai timbul dalam rencana pemimpin perampok ini yaitu Yan Taisan"


"Yan Taisan adalah ketua dari organisasi ular hitam, dimana organisasi ini tergolong ke dalam tingkat ke III dalam daftar perampok..."


"Mereka yang sudah mengetahui ke adaan desa seluruh nya, mulai melakukan aksi mereka membantai rakyat biasa, pedagang maupun anak anak yang tidak memiliki kemampuan membela diri..."


Pria paruh baya itu menceritakan kejadian yang menimpa desa mereka dengan perasaan campur aduk


"Kalau begitu paman qin,kenapa kalian semua masih hidup?"


"Itu... Ceritanya sangat panjang, pada kala itu tanpa pikir panjang setelah pembantaian organisasi ular hitam, Yan Taisan memenggal kepala desa lama kami di depan umum,hal ini membuat orang semakin ketakutan dan secara reka tidak rela Yan Taisan menjadi kepala desa yang baru, bagi yang melanggar aturan akan di penjara di dalam terowongan yang sangat gelap!"


"Kalau soal diriku yang selamat itu karena aku memilih untuk setiap kepada Yan Taisan sebagai mata mata bagi orang yang kelak rela membantu desa ini, Yaitu kalian..."


"Aku tidak menyangkalnya anak muda,aku sungguh sungguh menyesal atas keputusan ini karena di anggap sebagai penghianat..."


"Paman sudah melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup, kalau begitu apa paman bisa menghantar ku menemui kepala desa Yan Taisan ini?"Tanya Feng zi dengan seksama


"Dengan senang hati anak muda..."


Pria paruh baya itu setuju atas permintaan Feng Zi tanpa khawatir masalah yang akan datang.


***


"Siapa yang berani membunuh anakku dan para pelayan ku keluar kau biadap?"

__ADS_1


Seorang Pria yang memiliki badan kekar serta otot otot besarnya secara langsung berbicara dengan lantang dari luar kedai minum....


__ADS_2