Legenda Pendekar Timur

Legenda Pendekar Timur
CH. 20 - Masalah Baru Yang akan datang


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertandingan berlalu,murid sekte yang ikut berpartisipasi dalam pertanding di luluskan sebagai pendekar muda Sekte Gunung hutan bambu.


semua orang merasakan pertandingan ini sangat adil.Tanpa mereka sadari ke damaian ,ke bahagian itu hanya sementara.


Beberapa hari berlalu setelah pertandingan persahabatan antara murid sekte berlangsung terjadi suatu fenome aneh


"Tolonggg ,uhukkk! uhukk..."


Seorang berjalan ke depan gerbang sekte,dengan tubuh yang berlumuran darah.


"siapa orang itu,sepertinya dia terluka parah cepat tolong orang itu"


Petugas yang menjaga gerbang sekte dengan cepat memanggil rekan rekannya.


kabar cepat tersebar sampai sampai Huang Kai mendatangi orang yang terluka itu.


"Siapa orang ini,apa yang terjadi padanya?"


Huang kai mendatangi ruang darurat sekte, setelah mendengar kabar buruk itu dia langsung bertanya .


"Lapor ketua sekte!, sepertinya orang ini datang dari jauh melihat kondisinya yang cukup parah, mungkin luka ini di lakukan seseorang pendekar..."


"Kalau begitu tunggu sampai orang ini sadar, kalau sudah sadar tanyakan apa yang terjadi padanya, mungkin dia tidak sendiri atau memiliki rombongan lainnya..."


"Sesuai perintah ketua sekte!"


Huang kai pergi untuk mengumpulkan anggota sekte untuk melakukan diskusi mengenai sesuatu yang sudah lama di khawatirkan nya.


"Apa semua anggota yang berkepentingan sudah berada di dalam ruangan ini?"


Setelah mengumpulkan para anggota sekte Huang kai memulai topik masalah yang akan di bahasnya.


"Semuanya sudah hadir ketua sekte, silahkan memulai topik masalah yang anda mau bicarakan!"


"Baik, Topik masalah yang ingin aku diskusikan mengenai 2 tahun terakhir.


Dimana kita tidak berdaya untuk membela dan mempertahankan hak kita, sehingga kita sampai berlari sejauh ini..."


"Ketua sekte Mohon ijin untuk berbicara , apa maksud ketua sekte bahwa pendekar pendekar aliran hitam sudah mulai mengambil banyak wilayah kekuasaan mereka lagi, dua tahun lalu pendekar aliran hitam masih menyembunyikan indentitas mereka? dari kalangan pendekar aliran putih!"


"Kamu benar, inilah masalah utamanya.


Menurut pirasatku, kemunculan pendekar aliran hitam ini di dasari hal hal besar selain merebut kekuasaan, sumber daya, dan paling penting Kekuatan mereka yang Kuat,


bisa jadi pendekar aliran hitam sekarang lebih kuat dari saat mereka menghilang entah kemana..."


"Apa mungkin pendekar aliran hitam sedang mencari sesuatu yang berharga, semisalnya pusaka, kitab dan benda berharga yang cukup langka?"Feng Zi angkat bicara


"Mungkin saja begitu Feng'er, dan yang paling penting menjadi tugas kita sebagai sekte aliran putih, apakah kita bersedia membantu rakyat biasa?"


Huang kai bertanya dengan suara halus.


"Apa ini tidak terlalu beresiko Ketua sekte?, bagai mana kalau dugaan kita salah mengenai pendekar aliran hitam"jawab seorang tetua


"Apa kalian menentang ku, aku sendiri yang akan pergi memeriksanya langsung,Sebaiknya sekte kita harus memiliki pertahanan yang kokoh, apa kalian tahu apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Mohon Ketua sekte memperjelas situasi yang ingin Ketua sekte sampai kan..."


"Sudahlah hanya ada satu orang yang dapat memahami masalah ini, sebaiknya perketat pengawasan terhadap keamanan desa,


semaksimal mungkin kalian semua sebagai pendekar aliran putih harus lebih giat lagi berlatih..."


Huang kai berjalan keluar setelah selesai diskusi dan menuju suatu tempat yang sudah lama tidak dia kunjungi


"Sepertinya masalah ini sangat serius, bahkan Ketua sekte sangat gelisah, sebaiknya kita lebih giat berlatih demi melindungi diri kita sendiri, sekte dan desa"seorang anggota sekte membisikkannya kepada rekan rekannya supaya hanya mereka yang mendengar percakapan itu


"Aku juga berpikir begitu kawan,sepertinya rasa damai ini hanya sesaat ,ini membuat diriku menjadi malas malasan berlatih bela diri..."


"Aku menjadi menyesal membuang waktu damai ini untuk bersantai,diriku tidak menebaj waktu kedepan dengan baik .."


Anggota sekte yang berbisik bisik saling mengadu nasib ke malasan mereka.


Di suatu tempat yang jauh berdirilah kakek tua dibantu tongkat perak di tangan kanannya.


"Akhirnya masalah datang kembali , aku sendiri sudah berjanji tidak akan ikut campur kehidupan kali ini,hahahaha aku hanya bisa menyerahkan tugas ini kepadamu anak muda"

__ADS_1


Kakek tua memandang ke suatu arah tepat dimana seorang anak laki-laki berlatih di halaman rumahnya.


"Huo'er istirahat dulu, lihat keringat mu menyucur deras, hihihi!"


Jiang lan tersenyum lembut ke arah Yen Huo.


"Baik bibi..."


Yen Huo meletakkan pedang kayu miliknya dan berjalan ke arah teras rumah.


"Kelihatannya kau semakin bergiat Huo'er? Apa ada sesuatu yang membuatmu cemas?"


"Entah lah bibi, aku sendiri tidak tahu beberapa hari ini aku menjadi lebih giat berlatih, mungkin sesuatu telah terjadi membuat hatiku tergerak untuk lebih giat berlatih"


Yen Huo merasakan ke anehan di dalam dirinya sendiri.


"Ohh ya bi, dimana kakek dan Yu'er?, dari tadi pagi aku tidak melihat keberadaan mereka!"


"Bibi pun tidak tahu Huo'er, tadi ayah angkat dan Yu'er pergi begitu saja katanya mereka ada urusan yang sangat penting..."


"Baiklah bibi, aku mandi dulu , bau ini sangat mengganggu bibi pasti!"


Yen Huo tertawa kecil ke arah bibinya.


"Nona Jiang..."


Seseorang memanggil nama Jiang lan dari ke jauhan.


"Siapa?


Apa ada masalah yang terjadi!"


Seseorang dengan samar samar mulai terlihat dari kejauhan.


"Kepala desa Mu He Tian..."


"Hahaahah! , apa aku bisa berbincang bincang dengan Nona Jiang?..."


"kepala desa Mu, ada hal penting apa yang membuat anda ingin bicara langsung dengan saya?"


Mu He tiang tersenyum sinis ke arah Jiang lan.


"Silahkan lewat sini kepala desa Mu... "


Jiang lan membawakan air putih dari dapur.


"Nona Jiang kamu makin cantik saja...


apa hanya kau yang tinggal di sini?"


Mu he tian tersenyum genit ke arah Jiang lan.


'Kenapa dengan Kepala desa Mu , ini sangat mengganguku...' pikiran Jiang lan di dalam hatinya


"Kalau kepala desa Mu tidak ada kepentingan lain,aku permisi..."


Jiang lan pergi ke arah dapur.


"Eheheeh kalau begitu, kenapa Nona Jiang tidak menemani kepala desa ini sebentar saja"


Mu he tian dengan cepat memeluk Jiang lan.


"Apa yang Anda lakukan kepala desa Mu, lepaskan lepaskan aku..."


"Sudah lama aku mengagumi kecantikanmu nona Jiang jadi hari ini kau harus menemaniku bersenang senang..."


"Apa yang anda bicarakan kepala desa Mu, lepaskan aku, akuuu"


Mu he tian semakin kuat memeluk Jiang lan sehingga membuatnya sulit bernafas.


'Toloonggg, Huo'er tolong bibi!'


Jiang lan meneteskan air matanya seketika pandangan matanya mulai buram...


"Hari ini aku akan bersenang senang dengan gadis muda ini"

__ADS_1


Mu he tian tersenyum sinis.


Jiang lan hanya bisa pasrah dan mulai kehilangan kesadarannya.


**


"Bammmm!!!"


Satu tendangan keras mengarah ke tulang rusuk Mu he tian,


"Rubah busuk beraninya dirimu mengganggu putriku..."


Thay Chung dengan cepat menendang tulang rusuk Mu he tian sampai retak di seluruh tulangnya.


'Apa rubah busuk ini sudah melakukan sesuatu dengan Lan'er, kurang ajar...'


Seketika Thay Chung melepaskan kobaran api dari telapak tangannya ,api itu membakar hidup hidup Mu he tian di tempat dia sedang pingsan.


"Hukumanmu ini tidak ada artinya, kamu akan menderita di Neraka sana rubah busuk"


Thay Chung menyumpahi Mu he tian dengan sangat kejam.


"Lan'er maaf kan ayah terlambat datang..."


Thay Chung merasa sedikit bersalah terhadap kejadian yang sudah terjadi.


kalau bukan karena ada halangan Thay Chung tidak akan selama itu untuk datang.


Thay Chung dengan mendekati Jiang lan,dia seketika melepaskan totokan dari tubuh Jiang lan.


Beberapa saat kemudia Jiang lan mendapatkan kesadarannya nya kembali


"Hiksss! hiksss! Maafkan aku ayahh, Huo'er, Yu'er, bibi sudah hiksss hiksss!"


Jiang lan meneteskan air matanya saat merasakan kesadarannya kembali.


"Lan'er, lan'er apa kau sudah sadar kenapa kau menangis..."


Jiang lan dengan samar samar membuka matanya, dia berpikir Mu he tian sudah melecehkannya...


"Ayahhh, maafkan akuuu, akuuu! hiksss hiksss!"


"Lan'er apa kau bermimpi buruk?"


Thay Chung berpura pura tidak mengetahui kejadian sebenarnya.


'Apa, ehhhh sepertinya tidak terjadi sesuatu padaku...'


"Lan'er kenapa kau menangis?"


Thay Chung menanyakan sekali lagi agar Jiang lan berpikir itu hanyalah mimpi buruk.


"Ayah aku hanya bermimpi buruk yang tidak pernah aku ingin ingat kembali!"


Jiang lan menghapus air matanya supaya Thay Chung tidak curiga mimpi buruk apa yang membuatnya sampai menangis.


"Syukur lah hanya mimpi Lan'er ayah merasa sangat cemas melihat keadaan mu, sebaiknya lan'er mandi dahulu setelahnya makan yang banyak supaya lan'er punya tenaga lebih"


Thay Chung tersenyum hangat kepada anak perempuan nya.


"Baiklah ayah..."


Jiang lan tanpa disadari melupakan seketika mimpi buruknya itu saat melihat senyum hangat seorang ayah yang dapat melindungi anak perempuannya.


'Dasar rubah tua itu, dari awal aku sudah sadar dia bukan orang baik baik.


Sebaiknya aku harus membentuk tubuh baru untuk menggantikan kepala desa kurang ajar itu...'


Thay Chung dengan tenaga dalam miliknya membentuk sosok tubuh yang sama dengan Mu he tian.


Thay Chung memberikan kecerdasan miliknya kepada tubuh mati itu.


"Aku sendiri yang akan menangani masalah ini" Thay Chung menyentuh kening Mu he tian dan memberikan pemikiran miliknya.


"Bibi lan, aku pulang..."

__ADS_1


Yen Huo tertawa riang setelah selesai mandi dari sungai...


__ADS_2