
"Murid Mu shin Yun,memberi hormat!"
"Murid Yen Huo, memberi hormat!"
Mu Shin Yun dan Yen Huo melangkah maju ke dalam arena pertarungan.
"Shin'er kau pasti menang..."
Mu He tian memberi semangat pada anaknya Mu Shin Yun.
"Ohhohh, rupanya anaknya kepala desa pantasan Mu He tian menghadiri pertandingan ini..."
Penonton mulai menyoraki Mu Shin Yun memberi semangat kepadanya.
"Pertandingan di mulai...."
Mu Shin Yun dengan kecepatan tinggi berlari ke arah Yen Huo yang masih berdiri di tempat.
"Plaakkk!"
Tapak Mu Shin Yun mendarat dengan cepat di kepala Yen Huo.
"Ternyata anak kepala desa sudah sekuat itu, gerakannya bahkan tidak bisa ku lihat dengan jelas, anak kepala desa memang paling kuat!"
"Tentu saja temanku, dia adalah anak ku Mu He tian, hahahah!"
Mu He tian tertawa lepas melihat kehebatan anaknya.
"Anak kecil, sebaiknya kau menyerah saja sebelum aku bertindak lebih dari yang kau rasakan barusan..."
Mu Shin Yun menujuk wajah Yen Huo yang memar akibat pukulan tapak Mu Shin Yun.
"Maaf saudara Mu, aku Yen Huo tidak akan menyerah semudah itu, hanya karena kau berhasil mendaratkan satu pukulan tapak di wajahku tidak berartikan aku tidak membalas pukulan mu..."
Yen Huo tersenyum mengejek ke arah Mu Shin Yun.
"Dasar anak miskin beraninya kau mentertawakan ku!"
Mu Shin Yun menarik kedua golok yang tersarung di pinggangnya.
"Golok kembar menyilang..."
Mu Shin Yun mengayunkan kedua golok nya dengan cepat ke arah Yen Huo.
Melihat Mu Shin Yun menggunakan golok kembarnya, Yen Huo mencabut pedang kayu yang ada di pinggangnya seketika.
"Pedang angin..."
Pedang kayu milik Yen Huo mengumpulkan pusaran angin kencang memutari pedang kayu miliknya
"Tingggggg..."
Golok Mu Shin Yun beradu dengan pedang kayu milik Yen Huo.
"Tendangan menyilang..."
Yen Huo dengan cepat menarik pedang kayu miliknya dengan cepat kaki Yen Huo menendang ke arah perut Mu Shin Yun.
"Bammm!!!!"
kaki Yen Huo menendang golok kembar milik Mu Shin Yun,membuatnya mundur beberapa langkah.
"Kurang ajar..."
Mu Shin Yun melangkah dengan cepat ke arah Yen Huo.
"Golok kembar berputar!"
Mu Shin Yun yang jaraknya sangat dekat dengan Yen Huo ,dengan kecepatan penuh Mu Shin Yun memutar kedua goloknya, sehingga membentuk seyatan seyatan angin yang mengarah kepada Yen Huo.
__ADS_1
"Tiga tusukan angin"
Melihat Mu Shin Yun menggunakan serangan kasat mata Yen Huo juga menggunakan jurus pedang kayu yang sudah lama di pelajari nya.
Hembusan angin kencang saling bertabrakan membuat dedaunan di dalam arena berterbangan.
"Ketua ini?, melihat bakat kedua anak ini sepertinya mereka berdua sudah memasuki pendekar kelas I dan itu cukup membuat sekte kita memiliki pondasi yang kuat di masa depan!"
"Kau benar Feng'er ini lah yang kita harapkan dari anak didik sekte kita..."
Huang kai kembali menyaksikan pertandingan dengan wajah senang
"Trannggg,trannggg..."
Golok kembar milik Mu Shin Yun terlepas dari tangannya, sedangkan pedang kayu milik Yen Huo terbelah menjadi 2 bagian.
"Ohhohh, pertandingan semakin memanas lihatlah sepertinya kedua anak ini yang paling berbakat..."
"Apaaa? anak ini bisa menjadi penghalang bagi anakku, aku harus mengatasinya setelah pertandingan Selesai"
Mu He tian merencanakan sesuatu kepada Yen Huo yang dapat mempengaruhi masa depan anaknya"
"Lumayan juga kemampuan mu anak kecil, berapa umurmu?"
Mu Shin Yun pertama kalinya bertanya pada orang lain.
"11 tahun! Kalau sudah selesai mari kita lanjutkan pertandingan ini saudara Mu..."
"Ternyata kau semuda itu, aku salut padamu anak kecil, tapi kali ini aku yang akan menang..."
Mu Shin Yun mengumpulkan semua sisa tenaga dalam miliknya, dia ingin mengakhiri pertandingan ini dengan sekali pukulan terakhir.
"Anak kecil, rasakanlah pukulan tapak milikku ini..."
Energi tapak milik Mu Shin Yun seketika melesat ke arah Yen Huo,
Yen Huo seketika mengubah seluruh tenaga dalam yang tersisa menjadi wujud sosok naga angin yang memutari telapak tangannya.
"Tapak penakluk naga!"
Naga angin milik Yen Huo melesat ke arah energi tapak milik Mu Shin Yun.
"Boommmm!"
Ledakan energi bertabrakan, sehingga mendorong Mu Shin Yun dan Yen Huo keluar arena pertarungan.
"Apa yang terjadi aku tidak bisa melihat dengan jelas!"
Mu He tian penasaran siapa yang menang dalam pertandingan kali ini.
"Lihat mereka berdua sepertinya pingsan, cepat berikan pertolongan pertama"
Seorang penonton berteriak setelah melihat keadaan Mu Shin Yun dan Yen Huo pingsan di luar arena.
"Anak ini bahkan dapat menggunakan tenaga dalam miliknya menjadi memiliki wujud, dimana wujud seekor naga cukup membuat lawan kehilangan semangat tempur"
Huang kai memuji Yen Huo.
"Pertandingan berakhir dengan seri..."
Tsulian menyuarakan hasil pertandingan...
Melihat kondisi Yen Huo, Fei Yu dengan cepat berlari kedalam arena di mana kakaknya terjatuh tidak sadarkan diri.
"Apalagi yang kalian tunggu cepat selamatkan Shin'er..."
Mu He tian menyuruh anak buahnya.
"Bagai mana ke adaan Huo'er?"
__ADS_1
Jiang lan berlari ke arah Yen Huo pingsan.
"Sedikit ke lelahan bibi tidak apa apa!"
Fei Yu mengeluarkan botol air dari kantongnya, dengan perlahan Fei Yu menuangkan air dari botol ke mulut kakak nya Yen Huo.
"Uhukk! Uhukkkk!"
Yen Huo langsung sadar saat air yang di berikan Fei Yu di minumnya.
"Yu'er ,bibi lan apa yang terjadi..."
"Dasar anak sialan kau sudah membuat bibi panik..."Jiang lan seakan akan pengen memukul Yen Huo tapi tidak punya keberanian sebaliknya dia merasa sedih melihat kondisi Yen Huo yang terluka
"Hehe!heeee,bibi lan selalu paling terbaik,
Maaf bibi aku terbawa suasana dalam pertandingan, dan tidak sengaja menggunakan jurus yang aku latih..."jawab Yen Huo dengan santai
"Syukur lah Huo'er kalau kau tidak menggunakannya mungkin Huo'er yang akan kalah dan terluka parah..."
Jiang lan tersenyum pahit kepada Yen Huo.
"Ohhh ohhh anak itu sepertinya memiliki sumber daya yang luar biasa dengan sekejab anak itu sudah sadarkan diri"
Penonton melihat aksi keajaiban air dari botol yang di berikan Fei Yu kepada Yen Huo.
"Anak kecil, apa aku bisa meminta air dalam botol itu..."
Mu He tian mendatangi rombongan Yen Huo.
"Paman Mu bisa mengambil nya aku dengan suka rela akan memberikannya..."
Fei Yu memberikan sisa air dalam botol kepada Mu he tian.
"Berapa harga yang akan ku bayar, katakan saja semaumu aku tidak suka barang pemberian orang lain secara percuma..."
"Tidak perlu paman Mu, aku ikhlas memberikannya, lagipun air itu tidak aku butuhkan lagi..."
"Ini ambillah sudah ku bilang aku tidak mau barang secara percuma..."
Mu he tian memberikan sekantong koin perunggu kepada Fei Yu.
"Terimakasih atas kemurah hatian paman, aku akan menerimanya"Fei Yu tersenyum pahit
"Sepastinya, kalian orang orang miskin mana mungkin bisa menolak uang secara percuma..."
Mu he tian pergi begitu saja tanpa pamit
"Apa pemimpin desa ini sedang merendahkan kita?"
Yen Huo menyadari perbuatan yang di lakukan Mu he tian kepada adiknya.
"Sudahlah Huo'er jangan menambah nambahi masalah, terutama dia seorang kepala desa dan bangsawan di daerah ini..."
**
"Berikan ini pada anakku..."
Mu he tian memberikan botol air pemberian Fei Yu kepada Mu Shin Yun.
"Apa!apa yang terjadi kenapa Shin'er belum sadar!"
"Kepala desa Mu sepertinya luka dalam anakmu ini cukup serius, sekedar di beri air ini saja tidak akan banyak membantu"
"Cepat bawakan ke tabib desa, kalau terjadi apa apa pada anakku, aku akan mengingatmu, grrrr!" Rombongan Mu he tian pergi tanpa berpamitan.
"Pertandingan akan di lanjutkan 30 menit lagi"
Tsulian memberikan arahan pada penonton karena pertandingan yang cukup membuat banyak orang terkejut.....
__ADS_1