Legenda Pendekar Timur

Legenda Pendekar Timur
5 - Keluar Dari Hutan Dewa Dan Bertemu Kota Seribu Obat


__ADS_3

Xian Feng hanya fokus untuk memasak air sedangkan ibunya hanya fokus untuk memasak danging. Di tengah memasak air, Xian Feng merasa bahwa tangannya ada yang mencekik, seperti di isi sesuatu. Xian Feng pun mencoba melihat tangannya dan betapa terkejutnya dia melihat tangannya berisi sebuah cincin yang aneh.


Cincin itu berbentuk seperti naga, dia heran sejak kapan cincin ini sudah menancap di jarinya. "Sejak kapan cincin ini sudah berada di jariku? apakah ini adalah cincin dari dewa Zhou?" Gumam Xian Feng di dalam hatinya, cincin ini membuat Xian Feng semakin penasaran karenanya.


Tak lama makanan dan minumannya pun berhasil dibuat, mereka sepertinya makan dengan lahap mengingat sudah semalaman mereka tidak makan. Mereka makan makanan itu sampai habis tak tersisa. Hari mulai terasa siang Xian Feng memutuskan untuk mengajak ibunya keluar dari hutan Dewa ini.


Dengan berbekal sebuah pedang di punggung Xian Feng, dia memberanikan dirinya bersama ibunya untuk keluar dari hutan ini. "Ibu lebih baik kita keluar dari hutan ini sebelum sesuatu terjadi." Ucap Xian Feng.


"Ah, kau benar nak.... mari kita keluar sebelum sesuatu terjadi." Xian Duanxi segera bangun dari duduknya dan membawa sebuah air untuk diminum jika haus di perjalanan.


Mereka mulai perjalanan dari gubuk kecil itu menuju ke arah utara hutan. Sepanjang perjalanan mereka hanya dikelilingi bambu bambu yang panjang, itu membuat suasana hutan menjadi segar dan nyaman. Mereka terus berjalan sampai akhirnya terhenti karena seekor binatang "Singa Perak" menghalangi jalan mereka.


"Nak, kau pergi saja! biar ibu yang menghalang nya!" Xian Feng tampak terkejut dengan perkataan ibunya, dia rela memberikan nyawanya demi keselamatan nya. Namun Xian Feng hanya tersenyum karena perkataan dari ibunya, ibunya pun sedikit bingung karena Xian Feng tampak tersenyum saat menyuruhnya untuk pergi.


"Tak perlu bu..... aku bisa melawannya." Perkataan dari Xian Feng membuat ibunya semakin bingung, dia hanya tahu bahwa anaknya bukan pendekar maka dari itu dia rela menyerahkan nyawanya demi keselamatan anaknya.


Tiba-tiba......

__ADS_1


Sebuah pedang yang memiliki tujuh warna seketika maju melewati Xian Duanxi, Xian Duanxi dan Xian Feng yang melihat itu terkejut dan segera melihat pedang itu dan melihat secara jelas pedang itu membunuh seekor binatang buas dengan sekali tebasan.


Pedang itupun seketika kembali kepunggung Xian Feng, ibunya semakin penasaran dengan Xian Feng, "Bagaimana anakku bisa mempunyai pedang? dan kapan dia membawanya?" Banyak pertanyaan yang muncul karena pedang itu sebelumnya pintar bersembunyi. Xian Feng yang melihat itu segera mengatakan sesuatu kepada ibunya.


Biasanya saat Pedang 7 Warna itu menyerang, dia akan menampakkan dirinya secara otomatis tanpa perlu menonaktifkan nya. Dan setelah itu dia akan kembali menggunakan kitab itu supaya tak ada yang melihatnya.


"Ibu, biar aku jelaskan nanti, sekarang kita harus keluar dari hutan ini." Xian Duanxi kembali tersadar dari perkataan anaknya. Tapi sebelum mereka pergi Xian Feng mengambil inti dari Singa Perak itu, inti itu bermanfaat sebagai bahan untuk kultivasinya.


Mereka kembali berjalan menyusuri hutan yang lebat, dan sampai pada akhirnya setelah berjam-jam mereka berjalan, muncul sebuah cahaya terang didepan. Xian Feng dan Xian Duanxi segera menuju ke cahaya tersebut dan betapa terkejutnya mereka berhasil keluar dari hutan Dewa.


"Ya nak, anda benar ini adalah kota... namanya adalah "Kota Seribu Obat", mereka disebut kota seribu obat karena disini memiliki obat obatan yang kaya, bahkan penduduk disini tak pernah ada yang terkena penyakit." Jawaban yang diterima oleh seorang warga membuat Xian Feng tersenyum.


"Baiklah pak, terimakasih atas informasinya kami pergi dulu!" Xian Feng segera berlari dengan ibunya kearah hotel yang terlihat cocok untuk ditinggali. Hotel itu cukup megah dan diluarnya terlihat seorang kasir yang menjaga hotel tersebut.


"Nak, kenapa kita kesini? bukankah kita tidak ada emas sepeserpun?" Tanya ibunya sekali lagi membuat Xian Feng tersenyum kepadanya. "Tenang saja ibu, aku ada sebuah solusi."


Xian Feng mengambil 3 keping emas dan bukan perak tapi dia mengeluarkan emas. Seketika penjaga kasir itu terkejut karena seorang anak mengeluarkan emas sebanyak 3 keping emas. Bagi kota ini, emas adalah uang yang paling mahal disini. Bahkan harga emas setara dengan 1.000 perak, sedangkan Xian Feng mempunyai banyak emas didalam cincin Dewa Zhou.

__ADS_1


Emas itu jika digunakan boros akan habis selama 100.000, itu bahkan tak mencapai umur manusia pada umumnya. Dewa Zhou telah mewariskan semuanya kepada Xian Feng, dari Kitab, Emas, dan bahkan Pedang yang sangat legendaris.


"Nak, apa kau yakin akan memberikan tiga keping emas ini!? ini terlihat mahal sekali!"Jawaban dari kasir itu hanya membuat Xian Feng mengangguk... itu artinya dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh kasir itu.


"Ambillah sisanya jika kau membutuhkannya, jika tidak aku akan mengambilnya." Perkataan yang diterima oleh kasir semakin segera mengambil 3 keping itu dan membawanya di sakunya, sedangkan sang ibu hanya diam karena itu. Di desa Awan Biru, emas adalah hal yang sulit didapat. Sedangkan anaknya ingin membuang emas yang berharga ini.


"Pelayan! siapkan sebuah kamar yang paling bagus di penginapan ini! tamu baru datang kesini!" Mereka segera menyiapkan sebuah ruangan yang begitu megah. Berisi banyak hiasan yang cantik didalamnya. Ibunya hanya menganga karena melihat ini, sedangkan Xian Feng hanya terjun ke tempat tidur yang lembut disana.


Di dalam kamar itu, terdapat dua buah tempat tidur yang lembut. Ibunya pun mencoba untuk duduk di tempat tidur itu, dan dia mulai menikmatinya karena tempat tidur itu begitu empuk, mereka mungkin tak mempunyai ini didesa Awan Biru.


___________________________________________


Makasih kawan kawan yang sudah mendukung novel ini, silahkan like vote dan rating 5 ya!


Jika ada yang kurang silahkan kasi saran di kolom komentar di bawah ini ya.


Trimakasih....

__ADS_1


__ADS_2