
Tiba-tiba ibunya teringat sesuatu yang hampir terlupa. "Ah ya, nak! dari mana kau mendapatkan emas itu?" Perkataan dari ibunya sedikit membuat Xian Feng cemas. Dia berfikir bahwa, jika dia tak berkata apapun maka ibunya akan curiga. Bisa saja ibunya mengira bahwa dia mencuri.
"Em, itu, bu.... aku...." Tiba-tiba muncul seorang pelayan wanita yang mengantarkan makanan dan minuman, seketika itu Xian Feng memanfaatkan waktu itu untuk mengalihkan perhatian ibunya. Sebenarnya Xian Feng juga tidak tahu dari mana dia mendapatkan kepingan emas itu, hanya secara tiba-tiba di saku kanannya ada sebuah emas yang lumayan banyak.
"Ah, makanannya sudah datang! ayo bu, kita makan sekarang." Seketika ibunya yang tadinya menanyakan hal yang lain, seketika menjawab, "Ah, ya! baiklah." Xian Duanxi hanya menuruti perintah anaknya untuk makan, sampai-sampai dia lupa pertanyaan yang diminta olehnya tadi.
Xian Feng bernafas lega karena mengetahui ibunya sudah fokus untuk makan, sedangkan pelayan wanita itu pergi dari hadapan mereka. Mereka makan dengan nikmat karena mereka tak pernah makan makanan yang enak ini seperti danging.
Tak terasa hari sudah menunjukan akan gelap, yang artinya matahari akan terbenam dan digantikan oleh bulan yang ada di malam hari. Xian Feng dan Xian Duanxi segera melemparkan dirinya ke tempat tidur yang nyaman itu, mereka memancarkan raut wajah yang senang. Ditimpali oleh kesunyian yang membuat mereka tertidur tanpa diganggu.
Saat malam hari......
__ADS_1
Pedang yang tadinya berada di meja disamping Xian Feng kini seperti orang yang bisa berdiri. Ya, dia adalah Pedang 7 Warna yang sangat legendaris, kini telah berada ditangan anak kecil yang berumur 9 tahun. Dia turun dari meja dan mendekati Xian Feng.
"Tuan, apakah aku perlu memberitahunya sekarang? bahwa kekuatannmu tersegel oleh Tulang Surgawi dari pewarismu? apakah aku perlu memberitahu segelnya dan cara membukanya kepada pewarismu?. Bagiku seorang anak kecil mungkin.... tak bisa menerima kekuatan yang hebat darimu. Mungkin saat dia besar aku akan memberi tahunya tentang segel ini dan aku akan memberitahu identitas ku yang sebenarnya kepadanya."
"Haish, sudahlah tak usah dipikirkan lagi, mungkin saat waktu yang tepat .... aku akan memberi tahunya, sebaiknya aku sekarang akan membantu perkembangan dari anak ini. Pewaris yang dipilih tuan adalah yang hebat, seorang anak kecil dengan Tahap Tulang Naga Surgawi."
Pedang itu kembali kemeja dan menjatuhkan dirinya ke meja seperti posisi awal saat Xian Feng menaruhnya diatas meja. Xian Feng dan ibunya hanya terlelap tidur dan tak menghiraukannya.
Dia bangun dari tempat tidurnya dan melihat sekelilingnya, dia melihat kasur disebelahnya mengingat ibunya kemarin tidur terlelap di sampingnya. Xian Feng melihat kearah samping tapi dia tak menemukan ibunya. Dia kembali melihat ke kanan juga masih tak melihat ibunya.
Dia keluar dari kamarnya dan melihat ke arah kanan dan kiri diluar kamarnya. Terlihat ibunya tengah terduduk di sebuah meja dan memandang langit yang cerah, dia mungkin masih memikirkan Xian Sheng di desa Awan Biru. Xian Feng segera mendekat kearah ibunya dan menanyakan sesuatu kepada ibunya.
__ADS_1
"Bu ... ibu kenapa? mengapa ibu sedih?" Tanya Xian Feng yang segera menyadari ibunya dari lamunannya. "Ah, ibu tak papa nak... kau kembali saja dulu ke ruanganmu, ibu akan menyusul mu nanti."
Xian Feng hanya pasrah dan menuruti semua perkataan dari ibunya, dia juga berpikir apakah ayahnya masih hidup atau sudah tiada di desanya?. Xian Feng hanya mendoakan ayahnya agar selamat dari pembantaian Desa Awan Biru itu. "Sepertinya ibu sedang memikirkan ayah."
Xian Feng masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tempat tidurnya, dia duduk dengan bertanya kepada pedang yang masih ada di mejanya. "Pedang, apakah kau percaya bahwa ayahku akan selamat dari kejadian itu?" Xian Feng nampak cemas karena belum ada kabar dari ayahnya yang berada disana.
___________________________________________
Mohon maaf jika satu chapter ini sedikit, saya lagi agak males untuk nulis. Jangan lupa untuk like, rating dan kasih saran ke athor ya.
Oh, ya Xian Feng belum hebat karena semua kekuatan dari Dewa Zhou tersegel, ternyata ditubuhnya mampu menyegelnya.....
__ADS_1