Legenda Pendekar Timur

Legenda Pendekar Timur
2 - Pembantaian Desa Awan Biru.


__ADS_3

Sekarang tujuan dari Benua Utara adalah memusnahkan semua pedesaan yang ada disana, itupun sekaligus adalah desa Awan Biru. Mereka diperkirakan akan bergerak pada malam ini, mereka membawa beberapa pendekar ditahap Perak. Mereka bergerak dari benua Utara dan menyebar ke seluruh benua.


Dan pada akhirnya mereka sampai di sebuah pedesaan bernama Awan Biru, awalnya Kaisar Yun Qei tidak tahu dengan pembantaian ini sehingga dia tak perlu cemas dengan rakyatnya. Tapi jika Kaisar Yun Qei mengetahui ini, mereka pasti akan melakukan perlindungan terhadap para warganya. Tetapi tujuan dari Benua Utara hanya memusnahkan semua pedesaan, hanya mengisakan Sekte, klan dan kekaisaran.


Sedangkan Xian Feng tak berasal dari klan manapun ataupun sekte, maka dari itu dia hari mati didesanya sendiri.


Flashback sebelum kejadian......


"Ayah, mari kita makan! ayah pasti lapar! ibu sudah menyiapkan makanannya." Xian Feng memunculkan dirinya dan menarik baju ayahnya untuk berjalan menuju meja makan.


"Baiklah nak, ayo kita pergi ke dapur!." Xian Sheng tersenyum kepada anaknya yang ceria, dia berhasil mendidik anaknya supaya menjadi lebih baik, mandiri, dan pintar dalam hal apapun. Pemikiran nya seperti orang dewasa tetapi umurnya masih anak anak.


Mereka pun berkumpul didapur, mereka makan layaknya keluarga yang harmonis. Ibu yang menyayangi, ayah yang berkerja keras supaya anaknya tumbuh dengan sehat. Mereka adalah keluarga yang paling harmonis didesa.


"Nak, jika kamu sudah besar, jadilah orang yang baik dan tidak pendendam!"Xian Sheng mengingatkan anaknya, takutnya dia akan tumbuh menjadi orang yang kejam. "Benar kata ayahmu nak, jangan jadi orang yang pendendam."Timpal dari Ibunya Xian Duanxi membuat Xian Feng tersenyum.


"Baik ibu, aku tak akan jadi orang yang pendendam nantinya. Aku akan selalu mengingat perkataan ibu dan ayah!"


Mereka kembali tertawa dengan riang, mereka makan dengan lahap karena tadinya mereka hanya sibuk untuk membajak sawah, mereka tak memikirkan makanan, mereka hanya bekerja dari pagi sampai siang.

__ADS_1


Tiba-tiba.....


Terdengar suara jerit dari warga yang berada di Desa Awan Biru. Mereka terlihat lari ketakutan, Xian Sheng yang mendengar itu segera melihat kearah jendela. "Sebentar, tunggu ayah!"Xian Sheng mencoba melihat keluar untuk mengetahui apa yang terjadi di luar.


Xian Sheng segera berjalan keluar rumahnya, dia pun melihat tragedi itu, didepan matanya terlihat rumah warga hangus terbakar, orang orang lari ketakutan, banyak mayat yang jatuh karena tebasan pedang. Xian Sheng tak tahu siapa yang melakukan ini kepada desanya.


Yang terlihat adalah ada beberapa pendekar yang membasmi warga dengan menggunkaan pedang, ada juga yang menggunakan element yaitu api. Xian Sheng segera masuk kembali ke dalam rumahnya dan mengajak istri dan anaknya segera meninggalkan Desa ini. "Ayo cepat nak kita pergi!"


"Ada apa Sheng? kenapa kau begitu terburu buru?" Xian Duanxi terlihat sedikit cemas karena dia tak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar rumahnya, tetapi tanpa berlama lama mereka pergi menggunakan pintu belakang dari rumah mereka.


Mereka pergi sejauh jauhnya, tapi sebelum pergi Xian Duanxi melihat banyak api di sekitar rumahnya dan juga bukan api saja, banyak mayat yang berjatuhan disekitar desanya, dia juga melihat beberapa pendekar yang menghabisi para warga, sampai akhirnya mereka pergi.


"Cepat, cepat kalian lari! aku akan menahannya!" Terdengar sebuah perkataan yang menyakitkan, bagaimana bisa dia meninggalkan ayahnya yang berjuang dari kematiannya, dan dia rela berkorban demi anak dan istrinya. Xian Feng tanpa sadar meneteskan air matanya dan tak mau berlari dia malah berhenti dan berniat untuk membantu ayahnya.


Tapi Xian Duanxi terpaksa harus menggendong anaknya, dia juga begitu sedih melihat suaminya yang berjuang, mereka pergi dengan meneteskan banyak air mata. Mereka sekarang tak tahu harus kemana, mereka hanya tetap berjalan tanpa arah.


"Tenang nak, jangan menangis! ayah akan baik baik saja, tunjukkan sikap lelakimu!"Semangat dari Ibunya membuat Xian Feng sedikit tersenyum kepada ibunya. Dia tak pernah menangis sebelumnya, sekarang dia juga harus menguatkan dirinya supaya tidak menangis.


Tanpa sadar mereka memasuki hutan yang lumayan mengerikan, banyak binatang buas yang katanya mendiami hutan itu, hutan itu dinamakan "Hutan Dewa", tapi pada akhirnya mereka tampak tak dikejar sedikitpun oleh binatang buas yang berada di hutan itu, mereka tampak biasa biasa saja.

__ADS_1


Tanpa diduga ada sebuah gubuk kecil di tengah hutan, gubuk yang lumayan kokoh untuk mereka tinggali sementara waktu, dan alahkah terkejutnya lagi didalamnya berisi daging sekitar 4 ekor. Danging itu seperti danging hewan buas yang berada di hutan ini. Mereka mencoba untuk mengumpulkan beberapa ranting kayu dan mengumpulkan


nya.


Mereka berniat menggunakannya untuk api unggun, supaya daging yang mereka makan matang dan siap untuk disantap. Baru saja 2 jam mereka makan dan selamat dari kematiannya dan itu menguaras tenaga yang cukup banyak. Mereka memutuskan untuk memanggang 2 daging dari sisa gubuk yang lumayan kokoh itu.


Setelah beberapa lama.....


Api akhirnya berhasil dibuat, mereka mulai menusukkan daging yang mentah itu ke kayu dan mulai untuk memanggang nya. Xian Feng memutuskan untuk meminta izin kepada ibunya untuk mengambil air disungai, kebetulan jarak sungai dari gubuknya dekat.


"Ibu, bolehkah aku mengambil air, jaraknya hanya tak jauh dari sini." Xian Feng memohon kepada Ibunya supaya mengijinkannya mengambil air untuk mereka minum nantinya.


"Haish, baiklah nak, tapi hati hati jangan terlalu lama!" Peringatan dari Ibunya membuat Xian Feng terseyum dan segera mengambil sebuah wadah yang ada di gubuknya. "Baiklah ibu, aku pergi dulu, aku akan cepat dan tak menghawatirkan Ibu!"


Xian Feng segera berjalan menuju sungai yang dia cari dan segera mengambil air, dia mencelupkan wadahnya ke dalam air sungai dan membawanya kembali, dia rasa mengambil air sungai tidaklah mudah karena membutuhkan tenaga besar bagi anak kecil seumurannya.


___________________________________


Sekiaan dulu yang jika ada saran tolong komen supaya author bisa merevisi novelnya.

__ADS_1


Dan jangan lupa like, vote dan fav ya.... jangan lupa rate 5, tolong bantu novel author


__ADS_2