
Puluhan orang pendekar berbaris rapi di depan kedai minum pria paruh baya, sambil menunggu jawaban orang yang berada di dalam kedai minum.
"Ada apa ini Tuan tuan, mengapa kalian berteriak di sini, telinga ku jadi sakit"
Feng Zi seketika keluar bersama pria pemilik kedai minum.
"Lancang, beraninya kau berbicara begitu pada boss Yan"Gertak salah satu anggota Yan Taisan
Salah seorang dari rombongan itu menyelah perkataan Feng Zi.
"Ada masalah apa ini tuan tuan sehingga kalian datang berombongan kemari?"
Feng Zi kembali menyelah orang yang barusan berbicara.
"Menarik, sudah lebih setengah tahun terakhir tidak ada orang yang berani berbicara lancang di depanku!"
Yan Taisan berbicara pelan tetapi semua orang bisa mendengarkan suaranya.
Yan Taisan memandang Feng Zi dari atas sampai bawah dengan teliti.
"Apa kau melihat seseorang yang berani menindas orang orang ku?"
Yan Taisan bertanya kepada Pemilik kedai minum.
"Tuan Yan, aku tidak mengetahui nya, aku sendiri baru keluar setelah mendengar suara Tuan Yan..."Jawab pria paruh baya pemilik kedai dengan hormat menjawab pertanyaan Yan Taisan.
"Kau tahukan akibatnya kalau berbohong kepadaku? Aku tanya sekali lagi, Siapa yang berani mencari masalah di tempat ku?"
Yan Taisan memandang sinis ke arah pemilik kedai minum.
Pemilik kedai tidak berani menjawab pertanyaan yang di lontarkan Yan Taisan lagi saat melihat suasana hatinya tidak baik.
"Pukul pemilik kedai ini,sampai dia mau berbicara!"
Yan Taisan seketika merasa tersinggung dengan sikap pemilik kedai.
"Tuan Yan aku tidak tahu apa apa kalau kau mau tanya saja pada orang yang ada di sini..."
Yan Taisan seketika menyuruh salah seorang anggota nya untuk bertanya pada orang yang ada di saat kejadian.
"Apa kalian melihat orang yang memukuli rekan kami?"
"Aku tidak tahu..."
"Tidak, sebaiknya tanya yang lain..."
"Aku baru saja lewat dan tidak melihat nya..."
Semua orang yang melihat kejadian tidak ada yang mengetahui orang yang terlibat.
"Kenapa tidak ada yang tahu, apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?"
Seseorang berbicara lantang.
"Lapor tuan Yan, aku secara tidak sengaja melihat orang yang membunuh tuan muda, orang itu memakai topeng dan berpakaian hitam"
Seorang warga memberanikan diri untuk berbicara pada Yan Taisan
"Ternyata kau orangnya bajingan..."
Yan Taisan melompat ke arah Feng Zi dan bersiap untuk menyerang"
Yan Taisan dengan ilmu meringankan tubuhnya dengan cepat sudah beberapa langkah dari Feng Zi.
"Matilah kau bajingan!"
"Wushh!"
Pukulan keras di arahkan Yan Taisan kepada Feng Zi.
"Bagaimana mungkin!"
Seketika Yan Taisan hanya memukul ruang hampa, dia tidak bisa melihat dimana Feng Zi berada.
"Kau mencariku tuan Yan?"
__ADS_1
Feng Zi seketika muncul di belakang Yan Taisan.
Yan Taisan dengan cepat melompat menjauh dari Feng Zi.
"Siapa kau pendekar? apa masalah yang membuat mu menentang aturan pemerintahan desa kami?"
Yan Taisan secara tidak langsung merasa takjub kepada Feng Zi, dia berpikir tidak baik mencari masalah dengan pendekar setingkat Feng Zi.
"Aku? Aku sendiri bukan siapa siapa, hanya orang biasa yang mau melintasi desa ini..."
Feng zi tersenyum lembut
"Apa masalah mu, kenapa kau membunuh para anggota ku pendekar?"
Yan Taisan mencoba berbicara baik baik dengan Feng Zi, meskipun hatinya ingin mencabik cabik sepuluh bagian tubuh orang yang di depan nya itu.
"Apa kau tidak tahu, anakmu itu ingin merampas ku.Apa yang bisa aku lakukan, aku hanya mencoba membela diri dari orang orang suruhan anakmu, tidak salah kan tuan Yan?"
"Aku tanya sekali lagi, apa benar kau yang sudah membunuh anakku pendekar?"Yan Taisan menanya sekali lagi dengan nada kasar
"Betul sekali tuan Yan aku tidak sengaja menusuk jantung anakmu saat dia mau menusukku dari belakang, ini salahnya karena tidak bisa menghindar"
Feng Zi memainkan perasaan sedih dalam dialog yang dia karang.
Mata Yan Taisan seketika memerah mendengar penjelasan Feng Zi yang secara tidak langsung menusuk hatinya.
"Kurang ajarrrr kauuu!!!"
"Habisi orang ini jangan biarkan dia lolos sampai aku mencabik cabik tubuhnya menjadi seratus bagian..."
Yan Taisan mengeluarkan pusaka nya yang dia bawa kemana mana dalam setiap pertempuran
"Golok penghancur racun..."
Golok Yan Taisan memiliki kemampuan yang unik, golok ini dapat mengubah tenaga dalam si pengguna dan mengubahnya menjadi gas beracun yang dengan cepat dapat membunuh lawan yang tidak kebal racun seperti manusia biasa akan langsung tewas akibat seyatan tipis pedang ini
Feng Zi mau tidak mau harus menahan serangan Yan Taisan yang terarah padanya dengan kekuatan penuh
"Trangggg!!!"
Golok Yan Taisan berbenturan dengan belati milik Feng Zi, yang entah dari mana datangnya
Yan Taisan dengan cepat memojokkan Feng Zi dengan bantuan asap racun dari golok kembarnya yang sangat mematikan
"Ternyata kemampuan mu begitu saja, sepertinya aku terlalu meninggikan mu sebelumnya..."
Yan Taisan tertawa puas dapat dengan mudah memojokkan Feng Zi.
'Rubah tua ini rupanya sekuat ini, pantas dia berhasil menguasai desa sebesar ini dengan mudah,tidak bisa meremehkan orang ini...'
"Matilah..."
Yan Taisan mengarahkan goloknya ke arah leher Feng Zi dengan ganas
Feng Zi tidak siap menahan serangan yang mengarah kepada lehernya yang tiba tiba
"Wakil ketua Feng menunduk..."
Seketika Feng Zi menunduk, dengan cepat sebuah pedang meluncur di atas kepala Feng Zi yang mengarah kepada Yan Taisan.
Yan Taisan yang tidak siaga seketika terkejut melihat pedang pendek mengarah ke kepalanya.
Yan Taisan dengan cepat berhasil menghindar sebelum pedang itu menancap di kepalanya.
"Hampir saja, bajingan mana lagi yang berani menyerang ku diam diam!"
Yan Taisan merasa geram karena tidak bisa menebas leher Feng Zi tepat waktu
"Kau tidak apa apa wakil ketua Feng?"
Feng Zi berdiri setelah mendengar suara orang yang familiar di telinganya.
"Terima kasih tetua Lu, syukur kau cepat datang!"
"Hahahaha, bukan nya wakil ketua Feng jarang kalah,ini baru pertama kalinya orang lain dapat memojokkan mu setelah Senior Thay"
__ADS_1
Tetua Lu tertawa kecil melihat Wakil ketua mereka terpojok
Melihat lawan baru muncul Yan Taisan semakin emosi dan ingin mencabik cabik lawannya
"Apa lagi yang kalian tunggu, cepat urus orang yang sudah kehabisan tenaga ini, aku yang akan menangani yang satu ini..."
Yan Taisan berseru lantang pada anggotanya
"Siap bosss!!!"
Enam puluh orang berlari mengelilingi Feng Zi dengan siap siaga menarik senjata mereka kapanpun siap beraksi.
"Maaf Wakil ketua Feng, sepertinya mereka lebih merepotkan dibanding rubah tua ini"
Tetua lu tertawa kecil melihat Feng Zi yang di kepung lautan musuh.
'Ternyata kali ini aku menjadi beban, yah sudah lah mungkin diriku terakhir kalinya merasa hebat, hahahah!'
Feng Zi hanya bisa tertawa melihat kondisinya yang kurang Prima...
"Rubah tua mari kita mulai..."
Tetua lu menarik pedangnya, menandakan dia siap bertarung sampai mati
Kedua orang ini beradu ilmu pedang, bahkan sesekali mereka berdua menggunakan tenaga dalam yang cukup banyak untuk mengakhiri secepat mungkin pertarungan.
Beberapa puluh jurus kemudian
"Trangggg...."
Pedang milik Yan Taisan terlepas dari tangannya yang terlihat gemetar
"Aggghhh!"
Yan Taisan memegangi perutnya yang terkena tebasan pedang.
"Menyerah lah rubah tua, kau sudah kalah..."tetua lu mengarahkan pedang nya ke leher Yan Taisan.
"Kurang ajar, tenaga dalam ku hampir habis sepenuhnya melawan pria bertopeng itu, orang ini sebenarnya tidak sebanding denganku dalam kondisi prima ku..."
Yan Taisan memegangi perutnya sambil berpikir bagai mana caranya untuk melarikan diri.
"Lihat pria bertopeng itu sedang sekarat!"
Yan Taisan dengan cepat berteriak sehingga membuat Tetua lu bergegas melihat ke arah Feng Zi.
"Saatnya aku lari..."
Tetua lu berlari cepat ke arah Feng zi, Yan Taisan memanfaatkan kesempatan itu dengan cepat memungut goloknya dan melarikan diri ke arah yang berlawanan dengan tetua lu berlari
"Wakil ketua Feng apa kau tidak apa apa..."
Tetua lu dengan cepat sudah berada di sebelah Feng Zi.
"Jangan biarkan rubah tua itu lari tetua lu..."
Feng Zi melihat Yan Taisan lari dengan cepat menjauh dari arah mereka
"Bagai mana ini bosss sudah lari, apa kita juga lari?"
Salah satu bawahan Yan Taisan memberikan arahan kepada rekannya supaya mereka kabur.
"Tunggu sebentar sampai boss sudah berada di tempat yang aman baru kita kabur..."
Bawahan Yan Taisan hanya bisa pasrah menahan kedua orang di hadapan mereka,supaya Yan Taisan kabur terlebih dahulu.
"Pisau angin penebas"
Tetua lu mengumpulkan seluruh tenang dalam miliknya, seketika dia melepaskan puluhan kali tebasan yang mengeluarkan pisau pisau angin yang dapat membelah apapun yang ada di hadapannya.
"Argghh!!!"
Orang yang terkena pisau angin milik tetua Lu seketika jatuh ke tanah dan tidak bernyawa lagi.
"Maaf merepotkan mu tetua Lu..."
__ADS_1
Feng Zi berjalan ke arah tetua Lu yang sudah selesai membereskan bawahan Yan Taisan.
Tetua Lu seketika berbalik badan menghadap ke arah Feng Zi, tanpa dia sadari seseorang berdiri di belakang nya...