Legenda Pendekar Timur

Legenda Pendekar Timur
CH. 25 - Tetua Lu dalam bahaya


__ADS_3

"Swossh..."


Pedang mengarah tepat di jantung tetua lu.


"Hah! hah!"


Suara orang yang sedang kelelahan berasal dari belakang tetua Lu.


"Ukhhh!"


Tetua Lu seketika memuntahkan darah segar dari mulut nya.


"Apa kau sedang meremehkan kami...hehehehe!"


"Kau tidak waspada akan segala sesuatu yang bisa mengancam nyawamu, kau pikir kami semudah itu untuk mati..."


seseorang tertawa cekikan di belakang tetua Lu.


"Kurang ajar kau... Maaf wakil ketua Feng, sepertinya aku hanya bisa menemani perjalanan sampai...arghhh"


Seketika pedang yang menusuk tetua Lu di tarik kembali...


"Dasar bodoh...Kita akan pergi bersama, Hahahahah! Puja Kaisar Gao Shi Guyan..."


Pedang yang ada di tangannya seketika menebas lehernya sendiri.


Senyum di wajah orang itu seakan akan tidak segan untuk berkorban demi tuannya.


"Orang ini pasti sudah gila.."


Feng Zi berlari sekuat mungkin ke arah tetua Lu yang sudah tidak sadar kan diri.


"Tuan pendekar biarkan aku membantu mu, apa yang kalian lakukan cepat bantu mengangkat tuan pendekar ini..."


Pemilik kedai minum tidak tega melihat ke adaan tetua Lu yang sudah membantu mereka bebas dari penjarah desa mereka


"Cepat cepat ayo kita bawa masuk pendekar ini, setidaknya hutang budi atas kebaikannya bisa kita balas..."


Orang orang yang menyaksikan pertarungan dengan suka rela membantu membawa tetua Lu tanpa memperdulikan mayat dan aroma amis darah.


"Tuan pemilik kedai qin, apa rekanku ini bisa di tolong?"


Feng Zi berjalan ke arah tetua Lu yang sedang di periksa.


"Maaf pendekar muda, tuan ini hanya bisa bertahan sekitar tiga jam lagi... Mungkin kalau di desa ini ada seseorang tabib dia masih bisa tertolong..."


"Apa yang anda katakan?"


Feng Zi terjatuh seketika.


"Bagaimana bisa kesalahan kecil seperti ini bisa merenggut nyawa Seorang tetua Lu yang tersohor..."


Feng Zi merenung, atas kejadian yang terjadi pada tetua Lu.


Feng Zi seketika menyadari sesuatu yang bisa membantu tetua Lu.


'Murid Fei, anak ini memiliki bakat dalam ilmu pengobatan... Dia adalah harapan terakhir tetua Lu selamat...'gumam Feng zi dalam pikiran nya


"Aku harus bergegas menjumpai nya..."


Tanpa pamit dengan sekejap mata Feng Zi menghilang dari tempatnya merenung.


"Aku harus bergegas membawa murid Fei kemari..."Feng Zi bergumam pelan.


"Hah!hah! hah!"


Setelah beberapa menit berlari dengan sangat kencang, Feng Zi akhirnya menemukan kedua orang anak yang sedang tidur di bawah pohon rindang.


"Murid Fei aku butuh bantuan mu..."


Feng Zi berteriak sekuat tenaga agar Fei Yu mendengar nya.


"Grooook!"


Nyatanya kedua anak itu masih tertidur pulas, tidak mempedulikan keadaan mereka yang lengah di kawasan musuh yang siap menyerang kapan saja


"Anak sialan,situasi lagi darurat mereka berdua malah tidur dengan nyenyak..."Feng zi merasa geram

__ADS_1


Feng Zi dengan cepat sudah berada di depan Fei Yu dan Fufu yang sedang tertidur pulas.


**


"Jurus mentransfer tubuh dengan bayangan..."


Feng Zi dengan cepat memegang kerah baju Fei Yu dan Fufu, sekitar empat puluh lingkaran bulatan tenaga dalam miliknya hilang seketika, Feng Zi menggunakan jurus perpindahannya nya agar mereka bisa berpindah tempat,dengan cepat mereka sudah berada di depan pintu kedai minum.


"Hah hah hah...Seluruh tenaga dalam ku habis di serap jurus ini..."


Feng Zi terpaksa menggunakan jurus khusus miliknya di mana semakin jauh jarak bayangan Feng Zi dengan tubuh aslinya, maka semakin banyak pula tenaga dalam yang di gunakan agar bisa bertukar posisi dengan bayangan khusus yang dia tinggalkan


"Murid Fei,adik Fu bangun bangun......."


Feng Zi membangunkan Fei Yu dan Fufu dengan suara keras.


"Sepertinya suara ini sangat akrab di telingaku..."


Fei Yu mengigau dengan keras.


"Eh! dimana ini..."


Fei Yu dan Fufu tersadar dari tidur mereka yang pulas.


"Wakil ketua Feng kenapa kami berada di dalam desa? apa yang sedang terjadi..."


"Murid Fei, nanti akan ku jelaskan, apa kau bisa membantu tetua Lu, dia sedang sekarat dan hanya memiliki waktu tiga jam lagi untuk bertahan hidup..."


Feng Zi tanpa basa basi langsung menceritakan inti masalah yang menimpa tetua Lu.


"Tetua Lu, apa yang terjadi pada beliau..."


Fei yu sepenuhnya belum sadar dari mimpinya


"Ayo bergegas..."ajak Feng zi


Fei Yu dengan cepat menangkap maksud dari Feng Zi sekali dengar tanpa pikir panjang mereka masuk kedalam untuk memastikan ke adaan tetua lu.


"Tuan pendekar, sepertinya rekan anda semakin lama menunggu dia tidak akan sanggup lagi untuk bertahan hidup..."


Fei Yu dengan cepat sudah berdiri di depan tubuh tetua lu yang sedang berbaring tidak sadar kan diri.


"Jantung tetua lu sepertinya mengalami kebocoran akibat tusukan pedang, pertama tama aku harus meredakan rasa sakit dari tusukan pedang di jantung nya, syukur tusuknya tidak terlalu dalam..."


Fei Yu dengan cepat mengeluarkan isi bungkusan miliknya, dengan cepat Fei Yu mengikuti resep resep yang pernah dia baca di kitab Seribu pengetahuan.


"Air ini mungkin bisa membantu meredakan rasa sakit tetua lu..."


Fei Yu yang selalu membawa air suci dari mata gunung di belakang desanya, dengan perlahan meminumkan nya ke mulut tetua lu.


"Uhukk!"


Tetua Lu seketika memuntahkan darah kotor yang tersangkut di setiap selah selah mulut dan bagian tenggorokannya


"Apa yang terjadi kepada tetua lu?"


Feng Zi dengan cepat mendekati Fei Yu yang sedang memberi pengobatan kepada tetua lu.


"Wakil ketua Feng, ini adalah air ajaib yang aku ambil....khasiatnya air ini sangat baik untuk membersihkan organ bagian dalam yang kotor..."


"Aku paham, lanjutkan murid Fei... Maaf sudah mengganggu konsentrasi mu!"


Feng Zi melangkah mundur sambil melihat proses pengobatan yang di lakukan Fei yu pada tetua lu.


"Sepertinya keadaan tetua lu sudah membaik, aku hanya perlu menutupi luka luarnya supaya tidak terjadi kebocoran yang bisa berakibat fatal"


Fei Yu memilih beberapa tanaman yang ada di dalam bungkusannya.Saat Feng Zi, Yen Huo dan tetua lu pergi, Fei Yu tidak tahu mau melakukan apa apa.


Melihat kebosanan dari Fufu, Fei Yu mengajaknya melihat lihat tumbuhan atau tanaman yang ada di hutan sekitar desa


"Syukurlah tanaman ini aku temukan saat berkeliling di hutan..."


Dengan konsentrasi, Fei Yu mengumpulkan tanaman tanaman obat yang di butuhkan dalam racikan nya


"Kakek pemilik kedai, apa kalian punya alat untuk merebus bahan bahan ini?"


Fei Yu bertanya saat bahan yang di kumpulkan sudah lengkap.

__ADS_1


"Aku memiliki alat untuk merebusnya, kalian cepat ajak anak muda ini ke dapur tempat merebus..."


Pemilik kedai minum, memerintah pelayan kedai untuk menghantar Fei Yu.


Setengah jam kemudian rebusan obat Fei Yu sudah bisa di ambil.


"Semoga obat ini berhasil menyelamatkan tetua lu untuk saat ini..."


Fei Yu dengan perlahan memberi tetua lu untuk meminum air rebusan obat yang Fei Yu buat.


"Apa tetua lu sudah membaik murid Fei?"


Feng Zi bertanya seketika saat Fei Yu selesai meminumkan air rebusan obat pada tetua lu


"Wakil ketua Feng, menurut khasiat obatnya satu jam setelah diminum ada kemungkinan tetua lu akan sadar..."


"Baiklah, apa ada sesuatu yang bisa ku bantu?"


Feng Zi tidak enak hati terhadap tetua lu yang celaka karena menolong nya


"Tidak ada wakil ketua Feng, aku sebentar lagi akan memberikan obat untuk luka tetua lu setelahnya lukanya akan di balut..."


"Ohh ya wakil ketua Feng, dimana kak Huo berada..."Fei yu melihat sekeliling dan tidak menemukan kakaknya Yen Huo


***


" Haciihhh..."


Di sisi lain seketika Yen Huo bersin tiba tiba


"Apa yang terjadi denganku, kenapa aku tiba tiba bersin seperti ini..."Seketika keluar cairan putih dari hidung Yen Huo yang sangat lengket


"Kak Huo kita sudah memata-matai tempat ini selama dua jam lebih, sebaiknya kita beraksi sekarang,aku sudah mulai merasa masuk angin.."


"Baik baiklah adik kecil, kau tunggu di atas jangan lupa kalau kau jatuh tidak akan ada yang dapat menolong nyawamu... Hehehehe!"


Yen Huo tertawa kecil, seketika dia melompat ke bawah.


"Menurut perkiraan mata mata kami, orang yang sedang berjaga tidak terlalu banyak, hanya sekitar sepuluh orang yang berganti setiap Dua jam sekali supaya mereka tidak terlalu bosan dengan tempat dimana mereka berjaga..."


Yen Huo yang sudah berada di atas tanah, menyelinap dengan kemampuan kitab Raja bunglon yang dia pelajari...


"Aissss! Sudah lebih satu minggu penuh hanya kita kita saja yang berjaga, padahal tugas ini harusnya sudah berganti dengan yang lain..."


Orang yang berjaga seketika mengeluh kepada rekannya, karena waktu mereka berjaga sudah selesai akan tetapi tidak ada seorang pun rekan mereka yang datang untuk berganti tugas.


"Hei kalian semua, bos memanggil kalian supaya bergegas pergi kediamannya..."


"Apa bos, menyuruh kita untuk kembali... Akhirnya kawan kita bebas dari terowongan pengurungan ini, ha ha ha ha" Orang yang tadinya mengeluh seketika segar bugar tanpa ada beban yang di rasakan lagi.


"Ayo ayo cepat kawan, kita sudah bebas selama tiga bulan ke depan ha ha ha ha!"


sepuluh orang yang bertugas berlari dengan penuh semangat...


"Orang orang ini dasar tidak punya akal, mudah sekali untuk di tipu hehehehe!"


Yen Huo tersenyum puas, seketika tubuhnya kembali ke bentuk semula.


Beberapa menit setelah berlari, salah seorang dari sepuluh penjaga terowongan merasakan ada kejanggalan.


"Rekan rekanku... Apa kalian tidak menyadari nya, siapa yang menyuruh kita untuk menemui bos?"


"Apa maksud mu kawan..."


Salah seorang menyahut rekannya yang sedang berbicara tiba-tiba.


"Dasar bodoh... Kita tidak sadar siapa yang sedang berbicara tadi, kita langsung pergi tanpa mengetahui siapa yang berbicara..."


"Astaga ini salahmu, kita sudah di kelabui seseorang dasar bodoh..."


sembilan orang memandang ke arah rekannya yang paling sering mengeluh tadi dengan sinis...


"Apa? Kenapa kalian memandangku seperti itu..."


"Bodoh... Cepat bergegas kembali..."


sembilan dari sepuluh orang itu segera bergegas kembali, mereka bersembilan meninggalkan rekannya yang masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi...

__ADS_1


__ADS_2