
Setelah Fufu masuk ke dalam goa tidak lama rombongan anak anak dengan seorang nenek tua keluar dari dalam mulut goa
"Uhuk uhuk! Siapa mereka nak?"
tanya nenek tua itu pada fufu
"Nek,mereka orang orang yang tadi aku ceritakan,mereka datang dari desa lain nek, mereka memiliki tugas untuk memantau keberadaan desa sekitar"
"Ohhh, kalau bisa tau rombongan kalian berasal dari desa mana ?"
Nenek tua itu bertanya pada Feng Zi yang berdiri paling depan.
"Permisi nyonya kami hanya orang biasa yang ingin melintasi tempat ini,secara tidak sengaja rombongan kami melihat anak ini sedang mengumpulkan kayu bakar.Jadi kami bertanya ke padanya soal desa kalian"
"Ohhh, kalau begitu silahkan kalian masuk dulu di luar sini tidak aman bagi kalian yang ingin melanjutkan perjalanan!"
"Maksudnya nyonya? Apa ada sesuatu yang terjadi di sekitar sini?"
"Tentu...tentu saja, apa kalian tidak pernah mendengar kabar kemunculan pendekar pendekar aliran hitam yang sudah lama di nyatakan hilang mereka sudah kembali lagi?..."
"Kalau soal itu, kami sudah tau nyonya, tapi kenapa pendekar aliran hitam menghancurkan desa kalian yang cukup jauh dari ibu kota? ..."
"Ohh kau sudah tahu masalah kehancuran desa kami,uhukk uhukk!"
"Begini cerita sebenarnya ,Kurang lebih setengah tahun yang lalu, banyak rombongan pedagang yang mulai berdatangan ke desa desa kecil sekitar, bahkan para pedagang ini sudah sampai ke desa kami.
Kami sendiri hanya bisa menerima kedatangan mereka.Akibat perdagangan yang di lakukan mereka, para pedagang ini secara tidak sadar adalah sumber masalah utama yang membuat para perampok maupun pendekar aliran hitam berdatangan ke desa kami dan akhirnya mereka mulai menjajah, membunuh dan memenjarakan orang orang desa untuk menguasai tanah dimana mereka akan membangun markas mereka ..."
"Maaf menyela anda, apa nyonya tahu berapa banyak orang desa kalian yang masih hidup?,mungkin kami bisa membantu membebaskan mereka dari tahanan para perampok itu..."
"Itu tidak mungkin nak, apa kalian tidak tahu desa kami sekarang sudah di kuasai para perampok dan juga pendekar aliran hitam, jadi jangan berpikir untuk ke sana,keadaan desa sangat berbahaya sekarang..."
Feng Zi seketika terdiam dan tidak tahu mau berkata apa lagi terutama berdebat dengan seorang nenek yang mengetahui kejadian sesungguhnya, pasti tahu pergi ke sana sama saja dengan mengantarkan nyawa
Di sisi lain Fei Yu melihat kerisauan di wajah Feng Zi, sehingga dia mendekatinya.
"Mohon maaf wakil ketua, nenek Yun sepertinya Kalian sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting, mungkin aku bisa membantu memecahkan masalah kalian..."Fei yu tahu nama nenek tua itu dari Fufu
"Begini murid Yu, mendengar penjelasan dari nyonya ini desa yang dulunya rumah mereka tinggal, sudah di kuasai para perampok dan pendekar aliran hitam yang beberapa tahun terakhir muncul kembali, nyonya ini memberikan saran supaya rombongan kita menjauh dari desa yang sudah di kuasai para perampok demi keselamatan kelompok kita..."
"Apa kau memiliki saran murid Yu?"
tanya Feng zi pada Fei yu
"Mohon maaf wakil ketua sebenarnya aku sudah mendengarkan masalah ini dan ingin menjelaskan sedikit tentang kita kepada nenek ini, agar percaya pada kita nantinya"
"Silahkan murid Yu untuk memberikan pendapatnya..."
__ADS_1
"Nenek Yun maaf atas kelancanganku, sebenarnya kami menyembunyikan sesuatu.sebenarnya rombongan kami memiliki tugas dari sekte di desa kami untuk memantau ke adaan desa desa sekitar, alasannya di karenakan suatu waktu yang lalu seseorang datang ke desa kami dengan bersimbah darah.
Kami sendiri tidak tahu siapa dia, setelah sadar orang ini menceritakan kejadian yang menimpa dia dan desanya..."
"Secara jelas aku hanya bisa mengatakan kami adalah pendekar dari sekte di desa kami,walaupun kami tidak sehebat murid sekte lain, tapi sebagai tanggung jawab seorang murid sekte kami harus melakukan tugas kami dengan lancar, tidak bisa pulang dengan informasi yang kosong..."
"Ternyata kalian seorang pendekar, maafkan perempuan tua ini telah menyinggung kalian dengan tidak sengaja,kalau begitu ceritanya perempuan tua ini tidak bisa mencegah kalian pergi untuk melihat lihat..."
"Pendekar muda apa aku bisa minta sesuatu pada kalian, tolong apabila rombongan kalian mampu menghadapinya para perampok ini, mohon supaya menemukan orang orang desa kami yang masih hidup setidaknya bantulah mereka supaya bisa bebas"
Nenek tua itu membungkuk, sekarang dia berharap banyak pada Rombongan Feng Zi.
"Nyonya bangunlah, aku berjanji akan membebaskan orang desa kalian yang masih hidup, jangan khawatir nyonya rombongan kami termasuk orang terpilih untuk melakukan tugas ini..."
"Terima kasih pendekar muda, semoga tujuan dan maksud baik kalian semua terbalaskan di kemudian hari..."
**
Setelah beberapa saat berdiskusi dengan anggota sekte, Feng Zi hanya mengajak empat orang rekannya yaitu tetua Lu Yan, Yen Huo, Fei Yu dan Fufu sebagai penunjuk arah.
"Tuan pendekar tidak jauh lagi di sebelah sana adalah desa kami yang sudah di jajah parah perampok perampok kejam itu"
"Baiksesuai rencana diskusi kita,murid Fei aku akan membagi tugas denganmu dan Fufu adalah sebagai pengawas di sekitar pinggiran desa, aku sendiri ,tetua lu Yan dan Murid Yen Huo yang akan pergi memata-matai sekitar desa, ingat jangan melawan kalau lebih dari 2 orang..."Feng Zi memperingati mereka berdua dengan tegas
"Siap laksanakan wakil ketua..."Jawab Fei yu dengan tegas
Di sisi lain enam anggota rombongan tidak ikut karena mereka memiliki tugas dari wakil ketua Feng Zi.
"Akhirnya Wakil ketua Feng mempercayai orang orang ini kepada ku, pasti wakil ketua menunjukku karena aku adalah murid terbaik di sekte , hahahahah"
Mu Shin Yun dengan lima anggota pendekar sekte yang di tugaskan wakil ketua Feng Zi untuk menjaga keamanan orang yang tinggal di gua
Yen Huo berjalan santai karena menurut perkiraannya wilayah yang dia pantau masih aman aman saja.
"Kenapa sepi sekali apa ada yang salah dengan desa ini, sudah lebih satu jam aku memantau,satupun tidak melihat keberadaan pendekar aliran hitam maupun perampok yang menjarah desa ini..."
"Apa mungkin ini jebakan, baiklah aku harus lebih hati hati"
Yen Huo menelusuri satu tempat ketempat lain di pinggiran sisi kiri desa
***
"Ramai sekali di sekitar sini, kelihatannya para pedagang ini belum tau ke adaan desa ini"
Feng Zi yang bertugas memantau bagian pusat desa, seketika melihat kerumunan yang sangat ramai berbeda dengan wilayah yang di pantau Yen Huo dan Tetua lu Yan di pinggiran kedua sisi desa
'Sebaiknya aku mencari sebuah kedai tempat orang datang untuk minum, mungkin aku bisa mencari informasi dari beberapa orang orang yang datang ke desa ini...'
__ADS_1
Feng Zi bergegas mencari kedai tempat orang biasa untuk minum minum.
Di sisi lain tetua lu Yan yang di tugaskan memantau wilayah pinggiran desa sebelah kiri sesekali melihat keberadaan orang orang yang lewat, mau itu orang biasa pedagang maupun pendekar yang membawa senjata di pinggang mereka.
'Menurut perkataan wakil ketua Feng orang orang desa memiliki sebuah penanda di lehernya, akan tetapi orang orang ini tidak satupun memiliki tanda itu...'
Tetua Lu Yan bergumam dalam pikirannya,yang sedang memantau orang lewat dari atas pohon besar tempat dia bersembunyi
"Apa ini kenapa wilayah sekitar pantauanku tidak ada satupun orang,padahal aku ingin mencoba pedang baru milikku..."
Yen Huo bergerak menyelinap menggunakan ilmu penyamaran yang dia pelajari barusan dari kitab penguasa gunung yang dia pilih.
"Penyamaran raja bunglon ini ternyata sangat membantuku untuk menyelinap dari tempat ke tempat lain..."Yen Huo tidak bisa melihat kulitnya atau seluruh badanya
Yen Huo melompat ke atas pohon tinggi supaya lebih mudah untuk menemukan keberadaan orang.
"Oranggg?,oranggg?.."Yen Huo mencari keberadaan makhluk hidup di sekitar pantauan matanya.
"Di sana, apa itu seorang anak kecil? Kenapa tiga laki laki besar itu memukulinya tanpa ampun, aku harus menolong anak itu..."
Yen Huo melompat dengan cepat ke tanah, dia bergerak sekali lagi dengan penyamaran raja bunglon.
"Seorang pendekar, kenapa mereka bertiga menindas anak itu..."
Yen Huo menyelinap dengan cepat supaya bisa mendengarkan perkataan ke tiga orang pendekar yang menindas anak kecil itu.
"Beraninya kau anak ingusan siapa yang membantu mu melarikan diri, akan ku patahkan kaki dan tangan nya sampai orang itu tidak bisa memilih segan hidup mati tidak mau..."gertak laki laki garang pada anak kecil yang di tangkap
"Huaaaa! Ibuuu aku mau pulang!"tangis anak kecil itu keras
"Heh dia malah nangis baru di pukul begitu saja sudah nangis bagai mana kalau boss tau, anak kecil ini akan di goreng hidup hidup dan di jadikan santapan serigala buasnya,hahahahahah!"
Ke tiga orang besar tertawa mengolok olok anak kecil yang mereka pukuli.
"tapak penakluk harimau besar"
Seketika energi tenaga dalam membentuk se ekor harimau angin besar layaknya harimau dewasa,yang dapat terbang sesusai arahan perintah pemilik jurus itu.
Dengan cepat harimau besar itu mengarah ke arah ketiga laki laki besar dengan kecepatan penuh, sehingga menimbulkan tabrakan tiba tiba.
"Baaaammmm!"
Suara ledakan terdengar akibat ledakan energi dari harimau angin yang menabrak ketiga laki laki besar
ketiganya terpental belasan meter dan memuntahkan banyak darah segar dari mulut mereka
"Apa kau tidak apa apa adik kecil..."
__ADS_1
Seseorang muncul dari ruang hampa sambil menjulurkan tangannya....