
Tuju hari setelah kejadian yang terjadi di gunung hutan bambu, tibalah dimana angggota anggota sekte yang akan di pilih Sepuluh orang untuk menjalankan tugas pertama sekte Gunung hutan bambu resmi,dimana tujuan awal mereka adalah memantau keadaan desa desa sekitar.
Dikarenakan Ketua sekte Huang kai melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya.
Maka Ketua sekte Huang kai menunjuk adiknya Feng Zi sebagai pemimpin rombongan yang akan pergi memantau desa desa sekitar.
"Kakek, Bibi lan kami akan pergi untuk tugas pertama kami sebagai murid sekte,rombongan kami akan memantau desa desa yang terdampak bencana akibat ulah pendekar aliran hitam, mohon kakek dan bibi mendoakan kelancaran perjalanan kami..."
Fei Yu meminta ijin kepada kakek dan bibinya,supaya rombongan sekte mereka bisa mendapatkan informasi desa desa yang sedang kesusahan.
"Kerja bagus nak! kakek mu ini selalu mendukung tujuan kalian berdua menjadi anak yang berbakti bagi negara, desa dan rakyat...
Kalian pasti akan kembali dengan selamat pergilah! dengan penuh keyakinan"
Thay Chung memberi semangat pada kedua cucunya itu.
"Eheemm, bibi aku pamit bibi jangan sedih sedih kami hanya akan pergi sebentar!"
Melihat Jiang lan memalingkan wajahnya Yen Huo seketika ingin mengolok olok bibinya itu.
Seketika itu juga Jiang lan tidak tahu tapi dia meneteskan air matanya sambil memeluk kedua keponakannya.
"Huo'er,Yu'er, Semoga kalian baik baik saja.
Jadikan perjalanan pertama kalian ini sebagian pelajaran bahwa pentingnya membantu orang orang yang terkena musibah,
Huo'er,Yu'er, bibi berdoa atas ke selamatan perjalanan kalian rombongan kalian ingat jangan memaksakan sesuatu yang tidak kalian sanggupi..."
"Terimakasih bibi, kami akan kembali dengan selamat,aku berjanji..."
Yen Huo serta adiknya Fei Yu berpamitan sebelum pergi menuju rombongan.
"Wakil ketua sekte kami siap berangkat..."
"Baik! Ayooo! mari kita mulai perjalanan ini"
Feng Zi mengarahkan rombongannya.
"Bagaimana Yu'er ini adalah perjalanan pertama kita, ini juga menjadi tugas pertama kita sebagai pendekar aliran putih, kak Huo kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membantu desa desa lain"Tekat Fei Yu keras di hatinya
Setelah beberapa puluh menit berjalan Yen Huo mengajak adiknya Fei Yu berbincang untuk mengurangi rasa bosannya dalam perjalanan pertamanya.
"Sepastinya kak, itu tanggung jawab yang diambil orang sebagai seorang pendekar aliran putih, ohh ya apa kak Huo tidak membawa senjata?"
"Ada Yu'er! Kakek semalam memberikan sebuah pedang kecil padaku, jadi kakak sudah siap tempur kapanpun dimanapun itu..."
Yen Huo tertawa puas.
"Ohh ya Yu'er, dimana tongkat emas milik si kera itu semenjak tongkat itu mau menurut kakak sudah lama tidak melihatnya..."
"Itu rahasia kak, karena tongkat ini memiliki pemikiran sendiri dia juga bisa mengubah bentuknya sebagai mana dia mau...
Lihat ini !tongkat emas ini menjadi kecil, dia berubah jadi gelang dan bersembunyi di tanganku, warnanya juga berganti..."
"Wow, mantap mantap, tongkat ini sangat pintar untuk bersembunyi"
"Kak Huo sebaiknya kita jangan terlalu banyak bicara, sebab kita harus pokus mengikuti rombongan Kita berjalan..."
__ADS_1
Fei Yu menasehati kakaknya yang selalu mengeluh kepadanya.
Rombongan yang di pimpin Feng Zi yang berjumlah sepuluh orang di pimpin yang langsung dipimpin oleh Feng Zi sendiri.
Selain anggota sekte ada juga murid sekte seperti Yen Huo dan Fei Yu di ikuti Mu Shin Yun yang tidak mau bergabung dalam rombongan, dia mengajukan diri supaya di ikutkan dalam rombongan.
"Wakil ketua, sepertinya rombongan kita sudah memasuki hutan lebat, sebaiknya kita harus lebih waspada terhadap serangan hewan hewan buas yang menghuni hutan ini..."
"Terimakasih atas sarannya tetua Lu, mohon tetua Lu mengarahkan murid murid sekte, jangan biarkan mereka di barisan paling belakang, biarkan mereka di barisan tengah supaya lebih aman sedikit"
"Kalian bertiga, rombongan kita akan memasuki hutan lebat sebaiknya kalian bertiga lebih waspada pada serangan yang akan datang..."
"Kami mengerti tetua Lu..."
Yen Huo, Fei Yu, Mu Shin Yun dan rombongan menjawab serentak.
Beberapa jam setelah memasuki hutan lebat rombongan Feng Zi masih aman aman karena aura yang di pancarkan Feng Zi dan tetua Lu membuat binatang buas tidak berani mendekat.
"Pemimpin, lihat ke arah sana? aku melihat ada seorang anak kecil sedang mengumpulkan kayu bakar..."
Fei Yu dengan mata samar samar melihat seorang anak kecil sedang mengumpulkan kayu bakar sendirian.
"Aku tidak bisa melihat dengan jelas,kalau begitu aku sendiri yang akan menjumpainya, sebaiknya rombongan kita berhenti di sini dahulu"
Feng Zi dengan cepat meninggalkan rombongan, berjalan mendekati anak kecil
yang semakin dekat dilihat nya.
"Permisi, apa kau sedang tersesat nak?"
Anak laki-laki itu seketika terkejut saat memungut ranting kayu, dia seketika seperti trauma dan menggigil seketika...
"Siiiapaaaa kau? jangan mendekati kami lagi, hiksss!hiksss!!!"
Anak laki-laki itu terlihat sedikit trauma sambil mengarahkan ranting kayu ke arah Feng Zi.
"Namaku Feng Zi dari desa sebelah,
kesini untuk bertemu warga desa yang lain..."
Feng Zi berusaha berkomunikasi dengan anak laki-laki itu dengan sangat ramah...
"Apa betul kalian bukan orang orang itu? Jangan membohongi ku dengan sikap mu yang berpura-pura seperti orang ramah..."
"Ehhhh!, sungguhan nak, aku sendiri di percayakan sekte di desa kami untuk memantau pergerakan pendekar aliran hitam, jadi jangan takut, kami tidak akan melukai kalian..."
"Aku tidak percaya, apa buktinya kalau tuan orang orang dari desa sebelah?"
"Mmmm, Ini liontin milikku sebagai kepercayaan sekte,
aku juga punya rombongan di belakang,mungkin murid sekte kami seumuran dengan mu nak kalian bisa berteman..."
Anak kecil itu merasa sedikit lebih terbuka kepada Feng Zi
"Baik lah kalau kau ingin bukti nak..."
Dengan cepat Feng Zi menghilang dan seketika muncul kembali di depan rombongan yang dia tinggal.
__ADS_1
"Aku akan jelaskan nanti!"
Dengan cepat Feng Zi memegang tangan Fei Yu, mereka seketika berpindah tempat dimana pertama kali Feng Zi berdiri di depan anak kecil itu.
Anak laki-laki yang menyaksikan kemampuan Feng Zi seketika merasa takjub.
'Hebat hebat, tuan ini sepertinya sangat berbakat, sepertinya mereka memang orang baik...'
"Nak, dia adalah salah satu murid sekte kami yang pernah aku katakan padamu, melihat tubuh kalian berdua sepertinya memiliki umur yang sama..."
Feng Zi meminta Fei Yu untuk menyapa anak kecil itu.
"Haai namaku Fei Yu, aku masih berumur 8 tahun salam kenal, siapa namamu teman?"
"Eeeeehhhhh, aku tidak punya marga ataupun nama tapi orang desa memanggilku ( Fufu) ,
aku masih berumur 9 tahun..."
Fufu menyalam tangan Fei Yu pertanda mereka mulai mengenal.
"Saudara Fu kau tinggal dimana, mengapa kau sendiri mencari kayu bakar di hutan lebat sendirian?"
Fei Yu bertanya kepada Fufu supaya memperjelas situasi yang terjadi padanya.
"Ceritanya panjang Teman"
Mata Fufu seketika berkaca kaca seperti mengingat kenangan buruk yang pernah di alaminya.
"Kalau saudara Fu tidak bisa bercerita sekarang, saudara Fu bisa menceritakan garis besar masalah yang terjadi..."
"Teman ku, kejadian ini sudah berlangsung setengah tahun yang lalu... Aku dan ke tiga adikku pada saat itu sedang pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar, saat sudah petang kamipun pulang ke desa..."
"Hikss! hiksss"
"Seluruh desa dan rakyat desa tidak ada yang selamat dari rombongan bertopeng, mereka menghancurkan desa kami, membunuh rakyat yang mereka temui dengan sengaja tanpa bersalah sedikitpun di mata pendekar pendekar bertopeng itu..."
"Maaf menyela mu saudara Fu, seberapa banyak orang yang selamat dari kejadian ini?"
Fei Yu seketika melihat reaksi Fufu tidak baik untuk melanjutkan cerita.
"Hiksss! hikssss! Maaf teman..."
"Kami yang masih bertahan hidup hanya berjumlah 20 orang,18 diantaranya anak anak seusia ku yang di sembunyikan orang tua mereka di dalam karung saat kejadian,satu orang nenek dan satu orang lagi ibu hamil"Fufu amat sedih mengungkapkan kejadian yang terjadi pada desanya
Menyadari hal itu Fei Yu mulai berpikiran jernih
"Maaf telah membuatmu kembali mengingat masa sulit mu teman, Kalau begitu apa bisa Saudara Fu mengantarkan kami ketempat tinggal kalian....
kami akan mencoba untuk menolong mengurangi penderitaan yang kalian alami..."
"Tentu temanku, dengan senang hati aku akan menghantarkan kalian menemui teman teman ku yang lain, mari ikutlah denganku! "
Fufu berjalan mengiring rombongan Feng Zi ke tempat mereka tinggal.
"Teman di sinilah kami tinggal setengah tahun terakhir, temanku tunggu di sini sebentar..."
Fufu berjalan masuk kedalam goa dimana mereka tinggal...
__ADS_1