
Sore harinya Rena sudah ada rumah, sepeese biasa dia membersihkan semua pekerja rumah dan memasak makan malam meskipun itu tidak akan pernah di sentuh oleh suaminya namun dia tetap melakukan itu berharap suatu saat suaminya mau mencicipi masakannya.
"Mending mandi dulu deh sambil nunggu tuan Radit," kata Serena lalu berlalu ke kamar untuk membersihkan badannya tidak lama kemudian terdengar suara deru mobil yang masuk ke pekarangan rumah. Rena pun berlari membuka pintu depan.
"Malam tuan, mau makan atau mandi dulu," tanya Rena tersenyum, namu orang yang di tanya tidak menjawabnya malah langsung berjalan menuju ke kamarnya. Rena yang melihat itupun menunduk kan kepalanya
Setelah Radit benar-benar tidak keluar makan dari tadi Rena pun pergi menuju meja makan.
"Ekhmmmmm," dehaman Radit membuat Rena kaget dan langsung berdiri dari meja makan.
"Tuan Radit mau makan apa?" tanya Rena
"Saya cuma mau bilang besok saya akan ke luar kota selama sebulan, ini pake kartu ini buat kebutuhan kamu," kata Radit sambil menaruh sebuah kartu tanpa batas di atas meja lalu langsung berlalu pergi begitu saja.
"Iya, Kak," kata Rena lirih.
Rena pun berlalu ke kamar dan menyimpan kartu ATM dari Radit ke dalam laci, dia berjanji tidak akan menggunakannya uang itu.
"Kenapa yah kak Radit tiba-tiba berubah padahal kan aku nggak ada buat salah, ahh sudahlah mendingan aku istrahist," kata Rena.
**Di lain sisi**
Di sebuah rumah yang tak kalah mewah, terlihat mereka sekeluarga sedang duduk di ruang tamu sepertinya sedang membicarakan hal yang serius.
"Bu, yah, dimana Rena? dari tadi nggak kelihatan..." tanya Panji yang sudah pulang dari luar negeri.
"Kamu ngapain sih kak cari anak adopsi itu," tanya Alexa kesal.
"Panji Rena sudah menikah dengan pria kaya mana mungkin dia pulang," kata Lastri
"Nggak mungkin mah, aku yakin kalian pasti ngelakuin sesuatu kepada Rena," kata Panji
"Sudahlah ngapain sih kakak cari dia, dia sudah menikah dengan orang yang mau bayar hutang perusahaan ayah dengan si Badrun itu," kata Alexa tanpa sadar.
"Jadi kalian menjual Rena, aku nggak nyangka Aya dan ibu Setega itu sama Rena demi uang," emosi Panji.
"Sudahlah Panji lagian kan anggap saja itu sebagai ganti rugi karena ibu dan ayah sudah membesarkannya," kata Lastri.
"Oh berarti ibu dan ayah mengadopsi Rena untuk di kemudian hari sebagai jaminan hutang kalian," kata Panji emosi.
"Ya anggap saja begitu," kata Bambang.
"Aku sangat menyesal mah terlahir di keluarga serakah seperti ini, aku akan cari Rena sampai dapat dan biarkan saja orang yang membayar hutang kalian menuntut kalian aku nggak peduli," kata Panji lalu berdiri keluar rumah.
__ADS_1
"Panji jangan kurang ajar kamu," kata Bambang emosi melihat Panji membela Rena.
"Sudahlah ayah lagian seorang Raditya Prasetyo nggak bakalan mungkin melepaskan miliknya begitu saja, sekrasek yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya sip Radit menceraikan si Rena, audio dan video yang kita suruh orang kirim kemarin saja nggak mempan," kata Alexa.
"Sudahlah besok kita pikirkan lagi caranya," kata Lastri.
****
Pagi harinya, Rena baru bangun jam 06: 00, karena tadi malam begadang dengan stella kerja tugas. Rena bangkit dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah itu dia keluar kamar dan menuju dapur untuk memanasi makan sisa tadi malam. Setelah itu dia makan sendiri karena dia sadar suaminya sudah berangkat ke luar kota pagi-pagi sekali.
Ting tong
Bunyi bel rumah membuat Rena sadar dari lamunannya, dia pun berlari keluar menuju pagar terlihat di luar pagar Stella berdiri dan tersenyum ke arah Rena.
"Pagi, Rena," sapa Stella.
"Pagi, Stella," jawab Rena tersenyum.
"Yukkk kita berangkat," kata Stella.
"Oke," kata Rena. Mereka pun pergi ke kampus menggunakan motor Stella sampai di kampus mereka langsung berjalan menuju kelas.
"Pagi adik-adik," sapa dosen yang baru masuk.
"Baiklah adik-adik hari ini ada pemberitahuan kepada mahasiswa berdasarkan prestasi selama beberapa hari ini kampus kita memilih Rena dan Stella untuk ikut kompetisi di luar negeri satu bulan lagi dengan semu biaya hidup sampai di sana di tanggung oleh kampus dan bagi mahasiswa yang juara satu dan dua akan mendapatkan hadiah uang sebesar 5 M dan mendapatkan kesempatan untuk kuliah gratis, di mohonkan kepada kedua mahasiswa ini intun mempersiapkan keberangkatan kita sekitar satu bulan lagi," kata dosen tersebut lalu keluar ruangan.
"Rena aku senang banget akhirnya kita bakalan keluar negeri dan mendapatkan uang 5 M di tambah kuliah gratis," kata Stella senang.
"Iya Stella aku juga nggak nyangka bakalan dapet rejeki sebesar itu," kata Rena yang tak kalah senang dia berpikir mungkin dengan uang itu dia bisa bayar hutang kepada Radit. Mengingat itu Rena pun menjadi semangat untuk mendapatkan hadiah itu.
Tak terasa waktu pulang pun tiba, Rena dan Stella pulang ke toko seperti biasa mereka melakukan pekerjaan dengan senang
****
Malam harinya setelah makan malam Rena berniat menelepon mama mertuanya untuk membicarakan tentang kompetisi bulan depan.
"Hallo, Mah," kata Rena setelah teleponnya di angkat.
"Hallo sayang apa kabar?" kata Vivi di seberang sana.
"Kabar Rena baik, Ma, mama sendiri bagaimana?" kata Rena.
__ADS_1
"Kabar mama baik sayang," kata Vivi.
"Oh ya, Ma, Rena pengen ngomongin sesuatu," kata Rena.
"Mau ngomong apa sayang?" tanya Vivi.
"Ohhhh ya berarti kamu cerdas dong sayang, mama senang dengarnya, lalu Radit sudah tau belum," kata Vivi.
"Belum, Mah ini baru rencana mau kasih tau sama kak Radit," kata Rena.
" Ya sudah sayang cepat kasih tau Radit supaya dia tidak khawatir," kata Vivi.
"Ya udah, Mah, Rena matiin dulu yah," kata Rena.
"Iya sayang,." kata Vivi.
Rena pun mematikan teleponnya lalu beralih menelepon Radit namun sudah beberapa kali menelepon tapi nggak di angkat jadi Rena memutuskan untuk mengirim pesan ke Radit
[ Tuan Radit saya ijin satu bulan depan, saya ada ikut kompetisi luar negeri dari kampus]
Send
Dua centang biru namu setelah menunggu beberapa saat tak kunjung ada balasan dari Radit akhirnya Rena memilih untuk masuk kamar dan belajar.
Drrttttt
Hp Rena berdering terlihat di layar terpampang nama Stella yang sedang melakukan panggilan video, Reba pun mengangkatnya.
"Hai Rena," kata Stella.
"Hei Stella," kata Rena.
"Ohhhh iya besok libur baby karena setiap sabtu Minggu toko kita tutup kecuali ada perlu yang penting," kata Stella memberitahu Rena.
"Oke, tapi kita nggak ketemu dong besok," kata Rena.
"Tenang saja baby besok kita ketemuan di kafe dekat kampus" kata Stella.
"Oke deh kalo begitu sampai jumpa besok," kata Rena.
"Oke, Beby," kata Stella.
Panggilan video pun berakhir dan Rena pun tidur.
__ADS_1