
Sesampainya di kediaman Prasetyo mereka langsung masuk ke dalam rumah.
" Omaaa" teriak Rayhan yang melihat Vivi duduk di sofa
" Hey cucunya Oma udah pulang ya" kata Vivi tersenyum
" Iya dong Oma" kata Rayhan turun dari gendongan Radit
"Ma, apa kabar" tanya Rena sambil mencium tangan Vivi
" Baik sayang, oh iya bagaimana kabar mama papa kamu" tanya Vivi
" Mereka baik kok ma, sebulan lagi mereka pindah ke sini " kata Rena langsung duduk di sebelah Vivi
" Gimana hubungan kalian" tanya Vivi
" Udah naikkan kok ma" kata Radit tersenyum
" Syukurlah kalo begitu" kata Vivi senang
" Oma layhan sudah ketemu Dady" kata Rayhan tersenyum sambil memeluk erat Radit
" Oh ya Rehan nggak sedih lagi dong" kata Vivi tetaeters
" Iya dong Oma, momy nggak nangis lagi lihat foto Dady" kata rayhan membuat pipi Rena merah merona
"Memangnya momy kamu kenapa nangis lihat foto Dady kamu" tanya Radit penasaran
" Kata uncle Langga kalena momy Lindu Dady" kata rayhan polos
" Oh iya berarti momy kamu rindu Dady ya" tanya Radit menggoda Rena
" Iya Dady, layhan aja Lindu sama Dady, kata momy Dady lagi kelja makanya nggak pelnah belmain sama layhan" kata rayhan membuat hati Radit teriris. Dia menyesal karena tidak ada di samping Rena saat masa kehamilan, melahirkan dan juga menemani Rena bermain dengan anaknya.
" Oh iya boy mau nggak main sama Dady" kata Radit
" Mau Dady ayo, layhan pengen sepelti teman layhan main sama Dady nya" kata Rayhan
" Oke boy ayo kita bermain" kata Radit sambil mengangkat tubuh Rayhan
" Sayang nanti nginap disini ya" kata Vivi
" Ahh iya ma lagian juga Rayhan pasti nggak akan mau pulang" kata Rena tersenyum
" Kamu nggak tinggal sama Radit saja sayang" tanya Vivi
" Entahlah ma, nanti Rena pikirkan" kata Rena
" Iya sayang mama harap kalian bersatu dan menjadi keluarga yang bahagia" kata Vivi
" Amin ma, oh iya kok di sini sepi ya ma" tanya Rena
" Pekerja rumah sudah pulang ke rumah mereka kalo hari libur sayang" kata Vivi
" Ya sudah ma aku masak makan malam dulu ya" kata Rena lalu berdiri dari tempat duduknya
" Iya sayang" kata Vivi
Satu jam berkutat dengan alat masaknya, kini Rena sudah menghidangkan makanan di meja makan. Lalu dia pergi kamar untuk memanggil Rayhan mandi
" Sayang ayo mandi" panggil Rena setelah berada di kamar Radit
"Momy layhan mau mandi sama Dady, iya kan Dady" kata rayhan
" Iya sayang biar saya yang mandikan rayhan" kata Radit lalu berdiri mengecup kening Rena
" Ah baiklah kalo begitu aku keluar dulu" kata Rena hendak keluar namun tangannya di pegang oleh Radit
" Mandi di sini saja sayang, lagian pakaian kamu ada di sini" kata Radit
" A-aku emm terus kalian mandi dimana" tanya Rena gugup
" Kita mandi setelah kamu selesai sayang" kata rena
" Baiklah" kata Rena lalu pergi ke kamar mandi
Setelah melakukan ritual mandi kini mereka semua duduk di meja makan.
" Dady tolong suapin layhan" kata rayhan yang duduk di pangkuan Radit
" Baiklah boy, Dady suapin" Radit dengan senang hati menyuapi anaknya
" Ayo sayang kita juga makan" ajak Vivi
" Iya ma" kata Rena
Setelah makan mereka pun berkumpul di ruang tamu sambil berbicara dan bercanda
" Momy, layhan pengen tidul dengan momy dan Dady" kata Rayhan dengan pipi chubbynya
"Ah, emhm iya sayang" kata Rena gugup
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing, di dalam kamar Rena tidak bisa tidur karena gugup. Radit yang menyadari itu pun menggenggam tangan Rena.
" Tidurlah, ini sudah malam" kata Radit lalu mencium kening Rena
" Ah iya kak" jawab Rena hendak membelakangi Radit
__ADS_1
" Rena boleh aku minta sesuatu" kata Radit menahan badan Rena
" Apa kak" kata Rena memandang mata Radit
" Bisa tidak kamu jangan panggil saya kakak" pinta Radit
" Lalu aku harus panggil apa" kata Rena
" Emm mas,saya sa,honey,dan baby boleh" kaya Radit tersenyum menggoda ke Rena
" Apan sih, em saya panggil mas aja deh" kata Rena tersipu malu
" Oke boleh, ayo tidur" kata rdadit
" Iya mas" jawab Rena memejamkan matanya
Dan akhirnya mereka pun tertidur dengan pulas.
*****
Pagi hari yang cerah sinar matahari yang mulai menampakan wujudnya seakan memberitahukan kepada penghuni bumi untuk segera bangun dari alalm mimpinya dan menyambut hari baru. Di sebuah kamar terlihat Rena sudah bangun dari tidur dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dulu, setelah itu dia pun membangunkan suami dan anaknya yang masih bergelut dengan alam mimpi.
" Mas ayo bangun, kamu nggak kerja" kata Rena sambil menggincmen tubuh suaminya
" Lima menit lagi ma" sahut Radit yang mengira mama Vivi yang sedang membangunkannya.
" Mas kalo kamu nggak bangun aku pulang sekarang sama Rayhan" ancam Rena
Mendengar itu Radit dengan cepat bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Rena
" Jangan dong sayang, ini aku sudah bangun oke" kaya Radit
" Ayo cepatan mandi mas, nggak kerja kah" kata Rena
" Hari ini aku nggak kerja sayang, aku di rumah aja nemenin kalian" kata Radit lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Rena lalu membangunkan Rayhan untuk segera mandi
" Sayang ayo bangun" kata Rena dengan menghujam banyak ciuman di wajah anaknya sehingga rayhan pun menggeliat dan mengucek matanya
" Momy jangan seling cium aku, hoammm" kata Rayhan sambil menguap
" Memangnya kenapa sayang kok nggak di bolehin cium Rayhan terus" tanya Rena
" Nanti kalo aku besal kan momy cium telus lagi, kata Dady kalo udah besal belalti jangan di cium sama momy nanti Dady cemburu" celoteh rayhan yang membuat Rena melongo
" Sayang kamu nggak usah dengerin kaya Dady yah, kalo momy cium kamu belalti tandanya momy sayang sama kamu" kata Rena tersenyum
" Belalti kalo nggak di cium ngga sayang dong momy" kata anak yang masih berumur satu tahun itu dengan polosnya
" Bukan begitu sayang, cium atau tidak momy dan dan Dady tetap sayang sama kamu" kata rena
" Baiklah momy, Dady kemana momy" tanya Rayhan
" Dady lagi mandi sayang, yuk mandi" kata Rena mengangkat tubuh Rayhan
" Iya sayang" kata Rena
Ckleekkk
Pintu kamar mandi terbuka, nampaklah radit yang keluar hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
" Ayo sayang kita mandi" kata Rena sambil menundukkan kepalanya melewati Radit.
****
Di meja makan sudah ada Vivi dan beberapa pembantu yang sedang menata makanan di atas meja
" Pagi ma" kata Rena saat sampai di meja makan
"Pagi sayang,wah cucu Oma udah wangi nih" kata Vivi kepada rayhan yang ada di dalam gendongan Radit
" Iya dong Oma, hali ini layhan pelgi beli mainan sama Dady" kata Rehan semangat
" Benar kah sayang, bagaimana kalo kita pergi bersama saja dit nanti kita ketemu sama Luna tadi malam dia telepon many" kata Vivi
" Boleh ma, aku juga kangen sama Tante Luna" kata Rena
" Ya sudah ma kita pergi sama-sama saja" kata Radit
" Baiklah, mari kita sarapan dulu" kata Vivi
" Iya ma" jawab Rena dan Radit bersamaan
Mereka pun sarapan dengan tenang, hanya dentingan sendok saja yang terdengar dan celotehan Rayhan. Setelah makan mereka pun berangkat menuju butik Luna sampai di sana sudah ada Stella, Arga dan Tante Luna.
" Renaaaa" teriak Stella lalu berlari ke arah Rena yang sedang masuk ke ruangan Luna
" Hai Stella, apa kabar" kata Rena memeluk Stella
" Aku baik ren, kamu sendiri bagaimana" kata Stella lalu melepaskan pelukannya
" Yah seperti yang kamu lihat, terus bagaimana kabar Tante" kata Rena
" Kabar mama baik kok, sebentar lagi dia juga datang ke sini " kata Stella lalu menarik tangan Rena seperti kebiasaannya dulu yang selalu menarik tangan Rena
" Hei Rena, apa kabar " sapa Arga tersenyum
Dukkk
__ADS_1
" Jangan tersenyum" kata Radit menendang kaki Arga
" Cik apaan sih dit cuman tersenyum doang" kata Arga mengejek
" Kabar aku baik kok Arga" kata Rena
" Hei sayang lupa nih sama Tante" kata Luna yang dari tadi diam
" Nggak kok Tante, apa kabar" kata Rena memeluk Luna
" Kabar baik sayang" kata Luna
Tidak lama kemudian muncul Rini dari arah pintu dan dia terlihat kaget sekaligus senang melihat Rena
" Renaaaa, ini kami nak" kata Rini memeluk Rena
" Iya Tante ini Rena" kata Rena membalas pelukan Rini
" Ya ampun Rena Tante kangen banget " kata Rini lalu melepaskan pelukannya
" Rena juga kangen Tante" kata Rena
Setelah selesai acara kangen-kangenannya kini mereka semua sudah berada di restoran dekat butik Luna
" Oh iya Luna kapan Arga dan stella melangsungkan pernikahan mereka" tanya Vivi
Uhukkk uhukkk
Arga dan Stella sontak terbatuk-batuk mendengar pertanyaan dari Vivi.
" Aku sih terserah mereka Vi maunya kapan, tapi lebih cepat lebih baik" jawab Luna
" Iya kamu benar lun, bagaimana nak Arga dan Stella" tanya Vivi ke Arga dan Stella
" Seminggu lagi " jawab Arga dan Stella bersamaan
" Ekhemmm ngebet banget mau nikah nih" ejek Radit
" Cieeeee kompak banget" lanjut Reba
" Apaan sih Rena" kata Stella tersipu malu
" Ekhemmm baiklah Minggu depan kita sepakati untuk menikahkan Arga dan stella" kata Rini
" Iya jadi mulai hari ini kita harus siap-siap" kata Vivi
" Tapi kita adakan acaranya dimana, di rumah atau di pesan hotel" kata Luna
" Menurut aku di rumah saja Tante, biar tetangga juga ikut serta dalam acara nikah mereka" kata Rena
" Ide bagus tuh sayang, nanti kita tinggal pesan baju dan cincin serta bagi undangan ke semua kerabat dan teman-teman" kata Radit
" Baiklah karena sudah jelas, bagaimana kalo kita makan siang dulu nih dari tadi hanya makan cake saja" kata Luna
" Lihatlah dit anak kamu sampai ngantuk makan cake itu" kata Arga sambil menunjuk ke arah rayhan yang tidur sambil mengunyah cake sehingga mereka semua merasa gemas melihat itu
Mereka pun makan bersama sambil bercanda gurau. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1