Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 17


__ADS_3

Enam bulan sudah usia pernikahan Rena dan Radit. Pernikahan mereka baik-baik saja, rasa cinta sudah mulai tumbuh di hati Radit untuk Rena namun dia belum mengungkapkannya. Arga dan Stella sudah pacaran meskipun setiap hari seperti tom dan Jerry. Alexa dan Bianca sudah mulai merencanakan niat jahat mereka tinggal tunggu waktu yang tepat. Yah selama ini Bianca tidak menemui Radit lagi supaya rencananya bisa berjalan dengan lancar tanpa Radit curigai.


" Em Rena bagaimana kalo sebentar kita ke restoran sama kak Panji" kata Alexa mulai aksinya


" Em gimana yah tapi, ya sudah deh tapi sebentar siang yah jangan malam" kata Rena yang tak tega melihat wajah memohon Alexa 


" Oke nanti aku hubungi ya, aku sudah booking restoran dekat hotel bintang supaya kita bisa lebih dekat lagi" kata Alexa alasan


" Oke deh " kata Rena tanpa mencurigai Alexa 


 


Siang harinya mereka sudah sampai di restoran. Semua makan sudah ditata rapi di meja makan, mereka pun mulai duduk


" Alexa kenapa restorannya sepi" tanya Panji yang heran


" Iya kak aku sengaja buat booking restoran siang ini supaya kita lebih leluasa ngobrolnya, kita juga biasa dekat dan menjadi keluarga yang sesungguhnya meskipun tidak ada mama dan papa setidaknya kan kita saudara jadi ya sudah saatnya kita menjadi keluarga yang utuh" kata alexa meyakinkan Panji


" Ohhhh baguslah kalo kamu mau balikan sama Rena" kata Panji tersenyum kearah Rena 


" Sebentar kak aku pesan makan dulu, kalian tunggu di sini ya" kata Alexa sengaja karena dia sudah melihat ada orang suruhan Bianca yang mengambil foto Panji dan Rena sedang tersenyum


Ckleekkk


Ckleekkk


Ckleekkk


" Mbak tolong masukin ini di makan teman saya yah, sesuai dengan rencana kita kemarin" kata Alexa kepada pelayanan yang bekerjasama dengan Bianca dan Alexa 


" Baik Bu saya akan lakukan sesuai rencana ibu" kata pelayan itu


Setelah itu Alexa kembali di tempat duduknya.


" Sebentar lagi pesanan kita datang" kata Alexa tersenyum palsu


" Permisi mbak ini pesanannya" kata pelayan tadi lalu menaruh makan di meja lalu tersenyum ke arah Alexa


" Ayo Rena kak kita makan sekarang setelah itu kita jalan-jalan" kata Alexa mulai menyendok makanannya.


Setelah beberapa menit mereka pun selesai makan.


" Aduh kok aku ngantuk banget yah, apa karena kenyang" kata Rena menguap lalu terlelap di kursinya begitu pun dengan Panji yang merasa ngantuk banget ikut tertidur di kursi


" Ayo bawa mereka ke hotel kemarin" kata Alexa kepada anak buahnya yang baru datang bersama Bianca 


" Baik bos" kata anak buah tersebut


Mereka pun membopong tubuh Rena dan Panji menuju hotel yang tidak terlalu jauh. Kebetulan manager hotel adalah teman lama Bianca jadi mereka leluasa melakukan rencananya.


" Letakkan mereka di kasur lalu buat seolah-olah merek berpelukan" perintah bianca dan langsung di lakukan oleh anak buahnya.


Setelah itu mereka mengambil beberapa foto Rena dan Panji yang sedang berpelukan.


Ckleekkk


Ckrelkkkk

__ADS_1


Ayo bawa mereka keluar lagi dan masukkan ke dalam mobil Alex.


Mereka pun melakukan sesuai perintah Bianca


Setengah jam kemudian Panji dan Rena terbangun di dalam mobil, melihat itu Alexa juga pura-pura seperti orang Yanga baru bangun supaya Panji dan Rena tidak curiga


" Loh kok kita tiduran di mobil" kata Panji yang tersadar 


" Iya nih kak Alexa juga nggak tau tiba-tiba setelah makan Alexa ngantuk" kata Alexa pura-pura menguap


"Mungkin karena terlalu kenyang kali yah" kata Rena terkekeh


"Ya sudah Rena aku antar kamu pulang yah" kata Alexa tersenyum


" Nggak ngerepotin kak" tanya Rena 


" Nggak dong kan aku yang ajak kamu keluar jadi aku juga yang harus antar kamu pulang" drama Alexa


" Ya sudah deh kak" kata Rena tersenyum


Alexa pun menjalankan mobilnya menuju rumah Rena.


" Terimakasih kak" kata Rena setelah turun dari mobil


" Iya sama-sama lain kali kita jalan-jalan lagi ya" kata Alexa tersenyum tipis


" Iya kak, Rena masuk dulu hati-hati ya" kata Rena lalu masuk ke dalam rumah. Alexa pun pulang dengan senyum mengembang karena rencananya berhasil


 


Di rumah Rena langsung masuk kamar dan dan membersihkan badannya. Setelah itu dia langsung merebahkan badannya. Sementara itu di kantor Radit mendapatkan sebuah notifikasi dari nomor asing lalu membukanya. Setelah membukanya terlihat matanya memerah dengan rahang yang mengeras menandakan dia sedang menahan emosi. 


Malam harinya Radit pulang dengan keadaan mabuk dan kacau. Dia langsung menuju kamar Rena dan menendang pintunya hingga membuat Rena terlonjak kaget.


"Kak Radit " ucap Rena lalu menghampiri Radit yang mabuk belum sempat Rena memegang tangan Radit sebuah tamparan keras melayang di pipinya


Plakkkk


PLAKkk


Dua tampar yang keras membuat rena jatuh terduduk dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


" Dasar perempuan ja**ng, kamu benar-benar perempuan murahan" kata Radit yang membuat Rena merasakan sesak di dadanya


"Apa maksudnya" tanya Rena dengan suara bergetar


" Jangan pura-pura kamu pe**cur, sudah berapa laki-laki yang kamu tiduri hah, selama ini pura-pura polos ternyata wanita penggoda" kata Radit dengan nada tinggi


" Aku nggak tau apa-apa kak" kata Rena berusaha berdiri namun belum sempat dia benar-benar berdiri Radit menarik tangannya dengan kadar dan melemparkan tubuh Rena di kasur 


" Ayo layani saya ja**ng, saya akan bayar mahal tubuhmu dan berkali-kali lipat dari laki-laki yang pernah kau tiduri" kata Radit lalu menindih tubuh Rena


" Kak jangan lakukan itu, kamu mabuk kak Rena mohon, hiks, hiks" kata Rena sambil menangis namun Radit tak mendengarkannya


Srekkkk


Radit langsung merobek baju tidur Rena hingga tinggal pakaian dalam saja Yanga tersiksa

__ADS_1


Dengan paksa dia berusaha membuktikan semuanya, Rena yang tidak kuat untuk melawan pun pasrah.


Hingga terjadilah malam panas itu. Rena terus menangis dan menangis.


" Setelah ini kamu boleh keluar dari rumah ini" kata Radit lalu tidur di samping Rena yang menangis karena kesuciannya di renggut paksa oleh suaminya sendiri. Meskipun Rena tau itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri namun ia tidak mau melakukan itu tanpa rasa cinta. Rena pun bangun dan memakai baju yang baru setelah itu dia mengeluarkan cincin nikah yang melingkar di jari manisnya serta ATM dan mencabut semua perhiasan yang di pakainya lalu meletakkannya di atas meja rias dan mengambil tas lempengan miliknum. Terdapat ATM dan hp milik Rena sendiri lalu ia berjalan keluar kamar. Dia tidak membawa apa-apa, dia hanya membawa ATM yang isinya Ungaran 5 M hadiah menang dari kompetisi, hp serta pakaian yang melekat di dalam tubuhnya.


Angin malam yang dingin tidak bisa menghalangi jalan Rena, dia terus berjalan hingga menemukan sebuah taksi yang lewat lalu memberhentikannya.


" Pak ke Surabaya yah" kata Rena asal entah mengapa nama Surabaya keluar dari mulutnya


" Iya non" kata sopir itu lalu menjalankan mobilnya


( Aku membencimu kak radit, kamu jahat, kamu jahat laki-laki brengsek). Batin Rena sambil terisak


" Neng mau jenguk keluarga yah di Surabaya" tanya sopir taksi


" Nggak pak aku nggak punya keluarga di Surabaya" kata Rena pelan namun masih bisa di dengar oleh sopir


" Terus neng ke sana ngapain" tanya sopir itu


" Emm sebenarnya saya ke sana juga baru pertama kali pak dan rencananya mau cari kontrakan di sana" kata Rena berbohong


" Sudah dapat belum kontrakannya neng soalnya kita sampai di sana pasti pagi banget neng" kata sopir itu


" Belum pak baru aja mau kesana" kata Rena 


" Ya sudah neng kebetulan sepupu bapak punya kontrakan kosong di samping rumah bapak untuk sementara kamu tinggal sama istri dan anak bapak saja biar besok siang baru kita pindah, kebetulan anak bapak seumuran dengan kamu" kata pak sopir itu merasa tak tega sama kepada Rena


" Ya sudah pak terimakasih banyak pak, emm terus kenapa bapak ada sini" tanya Rena 


" Kebetulan neng tadi ngantar keluarga dekat sini" kata pak sopir


" Ohhhh terimakasih banyak pak" kata Rena tersenyum


" Iya neng sama-sama" kata pak sopir


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2