Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 7


__ADS_3

Hari pernikahan kita telah tiba, di sebuah kamar besar Rena sedang di dandani oleh MUA. 


" Nona anda sangat cantik sekali" kata MUA tersebut


" Terimakasih mbak" kata Rena


" Sama-sama nona, semuanya sudah selesai kami keluar dulu" kata MUA tersebut 


" Sayang kamu cantik sekali" kata Vivi


" Terimakasih mah" kata Rena tersenyum


" Iya sayang sama-sama" kata Vivi


" Wow pengantin wanitanya cantik sekali" kata Luna yang baru masuk


" Terimakasih tante" kata Rena


" Iya sayang sama-sama" kata Luna


" Sayang mama keluar sebentar ya mau lihat Radit" kata Vivi


" Iya mah" kata rena


 


 


****


Di sebuah kamar yang tak kalah besar terlihat Radit sudah siap dengan jas pengantinnya.


" Sayang kamu sudah selesai" kata Vivi yang baru masuk


" Iya maha" kata Radit


' sebentar lagi kamu sudah jadi suami jadi jangan pernah menyakiti hati istrimu, wanita itu tipis sekali perasaannya jika kamu menyakit hatinya dia akan memaafkan kesalhkes itu tapi dia akan selalu ingat dengan rasa sakit hatinya" nasehat Vivi


" Iya mau, Radit janji tidak akan melakukan itu" kata Radit


" Ayo jemput pengantin wanitanya, kalian harus bergandengan tangan menuju altar" kata Vivi 


" Ah iya ma" kata Radit lalu berjalan keluar kamar


 


 


****


Tak terasa acara pernikahan pun kini telah selesai dan para undangan sudah pulang dari tadi. Kini di sebuah kamar besar terlihat sepasang pengantin yang masih canggung. 


" Ekhemmm, kamu mandi duluan saja" kata Radit berdehem


" Ahh iya kak" kata rena gugup


Di kamar mandi Rena kesusahan menurunkan resleting gaun pengantinnya, terpaksa ia keluar lagi dan meminta Radit melepaskannya


" Kak Radit bisa minta bantuannya" tanya Rena


" Bantuan apa" jawab Radit


"Emm ini, ah itu kak em bisa tolong bantu Rena buat nurunin resleting gaunnya soalnya dari tadi nggak visa-bisa" kata Rena menunduk


" Berbaliklah" kata Radit

__ADS_1


Rena pun berbalik dengan meremas ujung gaunnya


Glukkkk


Susah paya Radit menelan ludahnya jateka melihat punggung Rena yang mulus dan putih bersih


" Makasih kak, " kata Rena lalu berlalu ke kamar mandi dengan berlari kecil yang membuat Radit terkekeh


Tiga puluh menit di dalam kamar mandi akhirnya Rena keluar dengan menggunakan handuk yang sebatas lutut lalu ia berlalu ke ruang ganti. Setelah melihat Rena keluar Radit pun berlalu ke kamar mandi. Saat akan keluar Radit terlonjak kaget mendengar suara teriakkan Rena yang ada di tempat tidur


" Aaaaaaaa" teriak Rena sambil menutup matanya


" Nggak usah teriak-teriak nanti juga lihat" kata Radit yang membuat Rena malu


" apaan sih kak sana ganti bajunya" kata rena lalu mengambil selimut menutup seluruh tubuhnya.


" Rena buka selimutnya" kata Radit yang sudah memakai baju


" Ehhm" kata Rena sambil membuka selimutnya 


" Aku mau bicara dama kamu" kata radit


" Bicara apa kak" kata Radit


" Ini lihat ini" kata Radit sambil memberikan sebuah kertas


" Ini apa kak" tanya Rena 


" Baca saja" kata Radit yang dingin


" Ah iya kak" kata Rena lalu membuka kertas tersebut sesaat membacanya matanya membulat


" Jadi kamu mengerti kan" kata Radit menatap Rena tajam


" Tapi kenapa kak, kenapa kakak nggak bilang dari awal" kata rena menangis


" Tapi kak kalo memang pernikahan kita hanya pernikahan kontrak kenapa selama ini kakak begitu baik kepada saya" tanya Rena dengan mata berkaca-kaca


" Itu karena demi mama, semua yang saya lakukan selama ini demi mama, ingat harus bersikap layaknya suami istri di depan mama." Kata radit 


" Baik kak saya akan tanda tangan ini tapi selama kakak tidak cinta sama saya kita tidak boleh melakukan hubungan suami istri pada umumnya" kata Rena lalu menanda tangani surat kontrak pernikahan mereka


" Oke kamu tidur lah saya akan tidur di sofa" kata Radit lalu berdiri dan duduk di sofa


Rena pun menutup tubuhnya lalu berbalik membelakangi sofa tempat Radit duduk


(Ya tuhan aku pikir pernikahan ini akan membuat saya mendapatkan secuil rasa bahagia, tapi ternyata semua ini hanya mimpi, jujur saja ya tuhan aku sudah mencintai kak Radit, aku mohon tuhan kuatkan lah hati ini menerima segala kenyataan ini). Batin Rena menangis


 


 


**Flashback ***


Radit sedang duduk di kursi besarnya di kantor RP dia sedang membaca sebuah dokumen kerja sama antara RP crop dengan Surya Group. Saat sedang fokus terdengar notifikasi dari HP milik pribadinya.


Ting, Ting, Ting 


Tiga kali bunyi notifikasi barulah dia membukanya terlihat nomor asing di sana mengirim sebuah video dan sebuah audio. Di audio terdengar suara Rena yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki di audio itu seorang laki-laki itu menyuruh Rena masuk ke dalam keluarga Prasetyo dan mengambil hartanya dan di audio itu Rena menyetujuinya. Lalu dia beralih ke sebuah video yang menampilkan Rena dan seorang laki-laki berpelukan namun wajah laki-laki itu tidak terlalu jelas karena blur. Melihat itu Radit langsung menelpon nomor itu namun tidak masuk dan ternyata nomor itu sudah terblokir. Emosi radit langsung meledak lalu segera ia memanggil Arga.


" Ada apa dit" tanya Arga


" Urus surat pernikahan kontrak saya dengan Rena " kata Radit yang masih menahan rmose


" Kenapa dit, jadi kamu menikah dengan Rena untuk apa" tanya Arga yang heran

__ADS_1


" Buat kan saja " kata Radit dingin


" Tapi apa alasannya, masa kamu tega mempermainkan perasaan Rena" kata Arga yang kesal dengan pernyataan Radit


" Ini dengar dan lihat itu" kata radit menyerahkan handphonenya kepada Arga. Lalu Arga membukanya dan betapa kagetnya dia mendengar dan melihat itu namun dia tetap saja tidak percaya


" Nggak mungkin dit Rena melakukan ini, lagian kita kan nggak tau ini benar-benar dia atau hanya di edit" kata Arga


" Sudahlah aku pengen bukti kan sendiri dengan membuat surat kontrak pernikahan ini dalam waktu empat bulan" kata Radit


" Baiklah" kata Arga pasrah


 


** Flashback end**


Setelah kejadian itu Radit kembali bersikap dingin kepada Rena dan membuat surat kontrak itu walaupun sebenarnya dia tidak rela harus menikah dengan cara kontrak namun untuk membuktikan kejadian itu dia harus melakukannya


 


Pagi hari yang cerah sinar matahari mulai nampak di permukaan bumi, terlihat gadis yang tidur itu mulai membuka matanya perlahan-lahan lalu setelah mengumpulkan kesadarannya dia bangun dan melihat Radit sudah tidak ada di sofa, dia pun tak memikirkan itu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu Rena mengganti pakaiannya dan turun ke lantai satu terlihat di meja makan hanya ada Vivi seorang


" Pagi ma" sapa Rena


" Pagi sayang, ayo sarapan" kata Vivi tersenyum


" Kak radit mana mah" tanya Rena yang menyadari bahwa lelaki yang baru tadi malam menjadi suaminya tidak ada di meja makan


" Radit sudah ke kantor sayang, tadi katanya kamu cape makanya di tidak tega membangunkan kamu" kata Vivi


" Oh iya ma cape tadi malam" kata Rena tanpa sadar


" Iya sayang memang begitu kalo malam pertama pasti cape bertempur" kata Vivi yang salah mengartikan kata cape dari mulut Rena


" Bukan itu mah Rena cape" kata Rena di potong oleh Vivi


" Udah sayang mama ngerti kok ayo sarapan" kata Vivi


" Ah iya mah" kata Rena yang mengalah


Setelah selesai sarapan merek langsung pergi ke taman belakang rumah dan duduk di sebuah bangku.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2