Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 21


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu, selama itu juga Radit dan Rena berpisah. Radit yang selama satu tahun berusaha mencari Rena berubah menjadi sosok yang lebih kejam dan dingin dari sebelumnya. Setelah kepergian Rena Radit menyibukkannya dirinya dengan bekerja dan bekerja terus. 


 


Di bandara terlihat sosok perempuan cantik dengan seorang anak kecil yang berada dalam gendongannya sedang berjalan ke sebuah mobil yang sudah menunggu mereka


" Dengan non Rena" tanya sopir mobil tersebut


" Ah iya pak saya Rena" kata Rena tersenyum


" Saya Lukman non sopir keluarga Bagaskara, mari non biar saya bawa barang-barangnya" kata pak lukmLu


" Ah terimakasih pak" kata Rena lalu masuk ke dalam mobil


" Eughhh,, momy apakah kita sudah sampai" tanya seorang anak kecil yang berumur satu tahun. Meskipun baru berumur satu tahun namu dia sudah lancar birbicabe dan berjalan pelan-pelan


" Iya sayang kita sudah sampai" kata Rena kepada putranya.


 


Rayhan adalah putra dari Rena dan Serena. Wajah Rayhan sangat mirip dengan Raditya. Di umurnya yang masih satu tahun dia sudah lancar berbicara dan berjalan pelan-pelan. Namun Rayhan sulit sekali ketika menyebut huruf R menjadi L.


" Momy apakah kita akan tinggal di lumah besal" tanya rayhRa


" Iya sayang kita akan tinggal di rumah besar seperti rumah grandma dan grandpa " kata Rena mengusap kepala anaknya


" Wah belalti layhan punya banyak mainan dong momy" kata rayhan antusias


" Iya dong sayang" kata Rena 


Satu jam di perjalanan kini Rena sudah sudah sampai di rumah, sebelumnya keluarga Bagaskara sudah membeli rumah tingkat dua untuk Rena dan Rayhan tinggal. Rena memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan mencari pekerjaan di sana. 


" non kita sudah sampai" kata pak lukman 


" Terimakasih pak" kata Rena lalu menggendong rayhan yang sudah tidur dari tadi.


Rena berjalan masuk ke dalam rumah besar itu. Dia di sambut ramah oleh beberapa pelayan yang sudah di sediakan oleh Rangga. Dia begitu menyayangi Rena sehingga dari hal kecil pun dia selalu hati-hati.


" Selamat datang Nona" sapa pelayan yang di perkirakan berjumlah enam orang tiga laki-laki dan tiga perempuan


" Terimakasih bibi paman" kata Rena tersenyum


" Iya nona sama-sama" kata pelayan itu


" Saya ke kamar dulu bi mau istirahat" kata Rena 


" Mari non biar saya antar" kata salah satu pelayan yang lebih tua dari pelayan lain, namanya Siti 


" Ah iya bi" kata Rena tersenyum


 


 


Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat laki-laki tampan yang sedang fokus dengan layar komputernya.

__ADS_1


" Dit ayo kita pakan dulu" kata sang sekertaris 


" Hmmm, duluan ga" kata Radit 


" Ingat pesan Tante dit, kamu jangan sampe telat makan" kata Arga mengingat sang atasannya sudah beberapa kali masuk rumah sakit karena asam lambung.


" Iya" Jawab Radit singkat


 


 


****


" Bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan orang yang membunuh mama saya? " Tanya seorang lelaki yang duduk di sofa


" Maaf king kami belum menemukan pelakunya" kata seorang laki-laki dengan gemetaran


" Dasar bodoh, mencari itu saja tidak bisa" emosi laki-laki yang duduk di sofa bernama Rendi Bramana anak dari Helen Bramana yang sudah mati di bunuh oleh Radit 


" Maaf king, tapi sepertinya hanya orang black devil saja yang bisa melakukan sesuatu tanpa jejak" kata Anton sang sekertaris Rendi 


" Kamu benar ton, kita harus menyelidiki mafia Black Devil" kata Rendi seringai


 


Di kediaman Bagaskara Rena sedang duduk santai di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa camilan.


( Gimana yah kabar kak Radit? Apa dia sudah menikah lagi dan melupakan aku serta anaknya? Ahh pasti dia sudah menikah dan hidup bahagia dengan keluarganya). Batin Rena melamun


" Momy apakah kita akan ketemu Dady?" tanya Rayhan yang menyadarkan Rena dari lamunannya


" Benarkah momy layhan punya Dady?" Tanya Rayhan memastikan


" Tentu sayang rayhRa punya Dady tapi sekarang Dady lagi kerja" kata Rena terpaksa berbohong


" Baiklah momy setelah layhan ketemu dady nanti layhan akan malah" kata rayhy dengan muka seperti orang marah tapi malah kelihatan menggemaskan.


" Loh kenapa di marah dadynya sayang?" tanya Rena heran dengan perkataan anaknya


" Kalena Dady sudah bikin momy nangis dan sedih" kata rayhan 


" Memangnya kapan momy nangis sayang?" tanya Rena 


" Momy jangan bohong, layhan tau momy seling menangis kalo layhan sudah tidul, momy seling lihat foto Dady di ponsel" kata rayhan 


" Ah iya sayang nanti kamu marahin Dady kamu ya" kata Rena


" Baiklah momy, layhan akan selalu sayang momy" kata Rayhan memeluk ibunya


" Momy juga sayang sama reyhRe" kata Rena membalas pelukan anaknya


" Momy layhan pengen pelgi ke taman belmain besok" kata Rayhan


" Iya sayang besok momy akan ajak kamu jalan-jalan di taman bermain" kata Rena tersenyum

__ADS_1


" Terimakasih momy, momy terbaik, umach" kata Rayhan mencium pipi Rena


" Ayo sayang kita bobo" kata Rena 


" Yes mom, I want to sleep" kata Rayhan


Mereka pun tidur dengan nyenyak 


 


Sementara di kediaman Prasetyo, Radit sedang duduk di sofa kamarnya sambil memangku laptopnya. Yaps semenjak tidak ada Rena, Radit memutuskan untuk tinggal bersama ibunya Vivi.


 


Drrttttt


Bunyi ponsel menghentikan kegiatan Radit yang dari tadi fokus kerja. Ternyata yang menelepon adalah Joni tangak kanannya di mafia


" Ada apa?" Tanya Radit to the poin 


" Ada informasi dari anak buah kita bos tentang keberadaan nyonya Rena " kata 


Mendengar itu Radit langsung berlari keluar dan tak menghiraukan panggilan Vivi yang heran melihat anaknya.


Radit langsung menancapkan gas mobilnya menuju markas, setelah sampai di markas dia langsung masuk dan mencari keberadaan Joni


" King, ayo ikut ke ruangan hacker" kata Joni


Yah di markas mafia Black Devil tersedia juga ruangan bagi para hacker yang handal.


" Selamat datang king" sapa para hacker yang melihat Radit memasuki ruangan


" Informasi apa yang kalian dapatkan? " Tanya Radit 


" Lihatlah di video ini king, bukankah ini nyonya Rena " kata Joni menyerahkan laptop kepada Radit


Radit langsung menerimanya dan dia melihat seorang wanita yang selama ini dia cari sedang turun dari sebuah pesawat sambil menggendong seorang anak kecil. Dan betapa terkejutnya Radit saat melihat dengan jwlje wajah anak laki-laki itu sangat mirip dengannya.


" Kapan ini?" Tanya Radit 


" Tadi pagi king, pesawat itu penerbangan dari  New York" kata Joni


" Baiklah aku ingin kalian mencari tau dimana mereka tinggal sekarang" kata Radit senang


" Baik king" kata mereka


 


Radit pun pulang ke rumah dengan senyuman yang tak pernah luntur di bibirnya sehingga membuat Vivi heran dengan tingkah anaknya. Tadi pergi dengan buru-buru sekarang pulang sambil senyum-senyum sendiri.


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2