
Di rumah sakit Rangga sedang berbincang dengan dokter yang memeriksa keadaan Rena.
" Bagaimana keadaannya dok" tanya Rangga
" Pasien dan janinnya baik-baik pak, tolong jangan biarkan pasien bekerja yang berlebihan dan juga tolong beri dia makanan bergizi" kata dokter itu
" Apa dok Rena hamil" tanya Irene
" Iya nona usia kandungan sudah satu bulan" kata dokter
" Terimakasih dokter" kata Irene tersenyum
" Sama-sama nona kalo begitu saya permisi" kata dokter itu
Mereka pun masuk ke dalam kamar rawat Rena.
" Rena ada kabar gembira Rena " kata Irene yang tersenyum
" Kabar apa sih Irene " tanya Rena yang masih bersandar di tempat tidur
" Kamu hamil, usia kandungan kamu satu bulan Rena " kata Irene tersenyum
Raut wajah Rena pun berubah menjadi sendu. Bukan ia tak bahagia tapi dia takut suaminya tidak percaya. Dia masih ingat kata-kata Radit di malam itu, sakit hati Rena masih membekas sampe sekarang.
" Bagaimana keadaanmu Rena " tanya Rangga mengalihkan pembicaraan karena melihat raut wajah Rena yang sendu
" Aku baik-baik saja pak, terimakasih sudah membawa saya ke sini" kata Rena tersenyum
Brakkkk
" Mbak Serena kamu nggak apa-apa kan, ya ampun mbak kenapa bisa sampe pingsan begini sih, sudah aku bilang tadi jangan makan pete kalo nggak tahan, mbak Serena nggak apa-apa kan aku sampe ninggalin konteks kecantikan loh karena dengar kabar mbak masuk rumah sakit" cerocos Sisil yang baru masuk dan menarik tangan Galang ke belakang lalu dia mendekat ke brankar Rena dengan mulut yang terus mendumel.
Tuk
" Sisil kamu jangan teriak-teriak ini rumah sakit bukan tempat arisan" kata Irene yang jengah dengan tingkah Sisil yang heboh
" Ya ampun mbak ini namanya panik and kwartir tau" kata Sisil monyong
" Sudah, mbak nggak apa-apa sil cuman kelelahan saja" kata Rena senang karena masih banyak orang yang peduli sama dia
" Sil mbak Rena hamil sebentar lagi kita punya keponakan yang lucu" kata Irene tersenyum
Sisil yang mendengar itupun menampilkan tampang bodohnya
Satu detik......
Dua detik.....
Tiga detik.....
" APAAA" teriak Sisil yang membuat orang-orang di kamar Rena kaget dan refleks menutup telinga
" Nggak usah teriak-teriak sil ini bukan hutan" kata Rena
" Tau nih kami belum tuli tau" timpal Irene
Sedangkan Galang dan Rangga hanya diam saja melihat interaksi tiga orang itu.
" Yah mbak maaf, aku itu apa namanya em reflek mbak hehehe" kata Sisil terkekeh
" Shuttt kamu nggak malu di lihatin sama dua cowok ganteng di sini" kata Irene
" Ya ampun mbak Irene nggak sakit kan" kata Sisil sambil menempelkan tangannya di kening Irene
" Apaan sil masih sehat tau" kata Irene kesal
" Lagian mbak sih, disini itu cuman kita bertiga" kata Sisil yang membuat Rena dan Irene menahan tawa
Ehemmmm
__ADS_1
" Kami di belakang nona" kaya Galang yang berdiri tepat di belakang Sisil
Sisil pun berbalik dan berteriak
Aaaaaaaa
Plakkkk
Semua orang di dalam ruangan itu terkejut melihat Sisil menampar pipi Galang
" Sil kamu ngapain nampar pak Galang" tanya Rena panik
" Maaf mbak refleks, lagian salah sendiri sih ngapain berdiri di belakang" kata Sisil dengan tampang polosnya
Hahaha hahahahha
Semenjak dua manusia lainnya sudah tertawa dari tadi, siapa lagi kalo bukan Rangga dan Irene
Brakkkk
Suara pintu di buka dengan kerasnya hingga menghentikan tawa Rangga dan Irene lalu perhatian mereka tertuju di pintu yang terdapat dua orang berdiri di sana
" Rangga di mana Serena" tanya Manda yang baru masuk
" Iya Rangga mana Serena" tanya Bima
" Ekhemmm itu dia ma, pa" kata Rangga menunjuk ke arah Rena Yanga terlihat bingung melihat Manda dan Bima
Manda dan Bima pun mengalihkan pandangannya ke arah Rena yang memperhatikan mereka
" Serena ya ampun nak hik,hik, akhirnya mama menemukan kamu nak. Hik hiks" tangisan Manda pun pecah di pelukan Rena begitupun Bima yang berusaha menahan air matanya
" Tante om kalian siapa" tanya Rena yang menyandarkan Manda dan Bima
" Ini mama nak, ini mama dan papa" kata Manda yang masih menangis
" Iya nak kami adalah orang tua kandung kamu" kata Bima yang membuat Rena terkejut dan juga kaget
" Yah kamu adalah putri kecil kami yang hilang sayang" kata Manda
" Maaf Tante mungkin kalian salah orang" kata Rena menunduk
" Ya sudah ma, pa biar kita lakukan tes DNA" kata Rangga
" Ya itu yang terbaik" kata Bima
" Bagaimana sayang" tanya Manda kepada Rena
" Ah terserah kalian saja" kata Rena
Akhirnya tes DNA adalah keputusan untuk mengetahui semua kebenarannya dan hasil tes DNA akan keluar satu minggi lagi.
" Ah bagaimana keadaanmu nak" tanya Manda
" Saya baik Tante" jawab Rena tersenyum
" Oh iya panggil mama saja sayang, boleh nggak" mohon Manda
" Iya m-mah" kata Rena gugup
" Ohh iya keluarga kamu mana sayang" tanya Manda . Rena yang mendengar kata keluarga pun menunduk sedih
" Ekhemmm Tante cantik mbak Rena itu nggak punya keluarga selain mertua dan kita-kita" kata Sisil sambil menunjukkan Irene
" Ah memangnya mama papa kamu kemana sayang" tanya Manda semakin penasaran
" Ah saya nggak tau Tante, saya di adopsi oleh orang tua angkat saya dari panti asuhan tapi sekarang mereka nggak butuh Rena lagi" kata Rena menunduk
" Ohh maaf sayang mama nggak tau, panggil mama dong" kata Manda
" Iya mah" kata Rena tersenyum
__ADS_1
" Rangga bagaimana keadaannya" tanya Bima
" Dia hanya kelelahan pa, kata dokter juga di sedang mengandung dan usia kandungannya satu bulan" kata Rangga
" Apa, terus suami kamu kemana sayang" tanya Manda terkejut
" Nah itu dia Tante suaminya nggak tau kalo Rena kabur tapi untungnya mertua mbak Rena itu baik" kata Sisil menyambar omongan Manda
" Maksudnya gimana sih mama nggak ngerti" kata Manda
" Gimana ya Tante penjelasannya, tapi kalo misalkan Rena mengijinkan untuk menjelaskannya" kata Irene tersenyum tipis
" Memangnya siapa suami kamu nak" tanya Bima
" Raditya Prasetyo om" kata Irene
" Maksudnya pemilik RP crop" tanya Rangga
" Iya" jawab Irene singkat yang membuat Galang cekikikan
" Terus kenapa kamu kabur sayang gimana kalo suami kamu cari" tanya Manda lembut
" Em-itu aku-aku," kata Rena terbata
" Rena itu kabur karena laki-laki brengsek itu Tante, untungnya bapak saya yang mengantarkan Rena sampe ke sini" kata Irene
" Mbak jangan sebut laki-laki brengsek, dia itu laki-laki tegas berwibawa berkuasa" cerocos sisil
" Kamu ya giliran laki-laki aja semangatnya" kata Irene kesal
" Hehe maaf mbak, tapi aku juga nggak kalah cantik Lo" kata Sisil narsis
" Oh iya sayang kamu udah makan belum, kamu harus makan yang bergizi biar janin kamu sehat" kata Manda
" Iya Tante,mama" kata Rena tersenyum kikiuk
" Mah aku dan Galang pergi beli makan dan buah dudlu" kata Rangga
" Pak saya juga mau ke kantor, om Tante titip Rena dulu" kata Irene
" Iya sayang" kata Manda
" Sisil juga pulang, om Tante mbak Rena saya pamit dulu" pamit Sisil mengikuti langkah Irene
Kini di dalam ruangan itu tinggal Manda, Bima dan Rena saja.
__ADS_1