
Setelah sampai di kampus, Rena masuk ke kelas setelah di bertemu dengan rektor berkaitan dengan jurusan dan kelas yang dia pilih.
"Hai mahasiswa baru ya," tanya seorang perempuan yang duduk di samping Rena.
"Ah, iya," kata Rena tersenyum.
"Kenalin aku Stella baru dua minggu masuk kampus ini," kata perempuan yang bernama stella sambil mengulurkan tangannya ke pada Rena.
"Aku Rena," kata Rena menerima uluran tangan Stella sambil tersenyum.
"Selamat pagi adik-adik," kata dosen yang baru masuk
"Pagi, Pa," kata semua mahasiswa.
Dua jam mengikuti pelajaran akhirnya kini waktu untuk beristirahat.
"Rena kamu tinggal di mana?" tanya Stella
"Aku tinggal bersama sua, ahh maksudnya aku tinggal sama majikan aku?" kata Rena yang hampir keceplosan bilang suami.
"Ohhhh ya terus kamu di ijinin kerja," tanya Stella.
"Iya asal kan pekerjaan rumah di kerjakan pagi hari biar pulang kampus langsung masak makan malam saja," kata Rena
Wah baik banget majikan kamu, berapa gajinya," tanya Stella yang antusias
"Emm aku nggak di gaji karena biaya kuliah pake uang majikan jadi gajinya nggak di terima langsung ke aku biar ganti uang majikan aja," kata Rena berbohong
"Wah bagaimana kalo pulang kampus kamu ikut aku kerja di tokoh kue mama aku, biar kamu dapat uang jajan sedikit atau mungkin ada keperluan mendadak nantinya," kata Stella kepada Rena
"Emmm memangnya gajinya berapa," tanya Rena ragu-ragu
"Em sedikit sih satu juta per bulan tapi kalo misalkan kerjanya dari pulang kampus sampai malam sore jam enam dan pekerjaan kita bagus sekaligus rajin kita dapat bonus lima ratus ribu," kata stella
"Okedeh aku mau," kata Rena senang.
"Ya udah kalo begitu kita langsung pulang saja soalnya hari ini hanya satu mata kuliah saja," kata Stella.
"Oke," jawab Rena.
Mereka pun keluar kampus dan langsung menuju toko kue milik mama Stella yang lumayan besar.
"Mah kenalin ini teman stella namanya Rena," kata Stella setelah sampai di ruangan mamanya.
"Siang Tante saya Rena," kata Rena sopan.
"Ohhhh saya Rini nak mamanya Stella," kata Rini.
"Mah, Rena mau lamar kerja di sini," kata Stella kepada sang mama.
"Ohhhh yah kebetulan mama lagi cari karyawan buat ngantar kue ke pelanggan, kamu bisa bawa motor Rena," kata Ririn.
__ADS_1
"Bisa Tante kalo motor metik," kata Rena tersenyum.
"Ya sudah kalo begitu sekarang kamu sudah mulai kerja tapi untuk mengantisipasi kue pelanggan mungkin hari lainnya saja soalnya kamu kan baru masuk jadi kamu boleh mengelilingi toko kue Tante atau kenalan dengan teman-teman kerja lainnya," kata Ririn.
"Ahh makasih, Tan," kata Rena
"Ya sudah mah aku bantuin Rena buat kenalin ke teman-teman kerjanya biar akrab," kata Stella sambil menarik tangan Rena.
"Iya sayang," kata Ririn yang bahagia melihat anaknya kembali tersenyum setelah sebulan kematian ayahnya karena serangan jantung. Yah setelah kematian ayahnya stella mengurung dirinya di kamar dan sering menangis karena dia paling dekat dengan ayahnya. Ririn bersyukur sekarang anaknya sudah mulai kembali seperti dulu setelah bertemu Rena walupun pertemuan pertamanya.
"Selamat siang semuanya kakak-kakak yang cantik dan ganteng," kata Stella semangat dan itu semua tidak luput dari pandangan Ririn.
"Selamat siang princess," kata karyawan yang senang melihat Stella sudah kembali seperti dulu lagi. Mereka juga jadi saksi di mana setelah kematian ayahnya stella menjadi kepribadian tertutup tapi sekarang sudah kembali seperti dulu. Semua karyawan di toko kue milik Ririn memang baik dan ramah sehingga mereka seperti keluarga yang saling menyayangi dan membantu tidak pernah merasa iri dan dengki kepada sesama. Mereka juga sangat sayang kepada Stella.
"Oke kakak-kakak cantik dan ganteng kenalkan ini teman Stella yang juga akan menjadi keluarga toko kue ramah tamah kita, ayok mari kita sambut dia," kata Stella Versorbe.
"Selamat datang di toko kue ramah tamah Rena, semoga betah di sini," kata semua karyawan secara bersamaan.
"Terimakasih mbak cantik dan ganteng," kata Rena yang juga ikutan semangat.
"Oke mari kita lanjutkan perjuangan kita membuat kue," kata stella sambil menarik tangan Rena.
Sore hari sekitar jam lima Rena sudah tiba di rumah Radit dengan di antar Stella.
"Wow gede banget rumah majikan kamu Rena seperti istana saja," kata Stella mengagumi rumah mewah di depannya.
"Biasalah Stella orang kaya," kata Rena terkekeh.
"Iya hati-hati yah," kata Rena.
" Oke baby," kata Stella lalu menjalankan motor metik ya.
Setelah Stella pulang, Rena langsung masuk ke dalam rumah mewah yang sunyi itu karena pemiliknya belum pulang. Rena pun langsung menuju kamar belakangnya tempat dia istirahat atau lebih tepatnya kamar tidurnya.
[ Ya tuhan terimakasih telah memberikan saya teman yang baik] batin Rena mengingat Stella,Tante Ririn dan teman kerjanya sangat baik. Sekarang Rena sedang menyiapkan makanan di meja makan meskipun dia tau suaminya tidak akan mau menyentuh makanannya. Jam menunjukkan pukul 23: 30 namu yang di tunggu pun belum pulang.
"Kak Radit belum pulang yah," kata Rena yang terus memandang ke arah pintu masuk rumah. Setelah orang yang di tungu-tunggu belum muncul kini Rena duduk sendiri di meja makan sambil menyendok nasi ke dalam mulutnya, mata Rena selalu melihat ke arah pintu berharap suaminya pulang. Setelah makan Rena pun membereskan sisa makanannya lalu menyimpannya.
****
Pagi hari seperti biasa Rena bangun dan membersihkan badannya, lalu dia keluar kamar dan pergi ke dapur untuk memanasi makan sisa tadi malam yang masih layak di makan setelah semuanya tertata di meja makan, rena pergi ke kamar Radit untuk memanggilnya makan, namun sudah lima belas menit dia berdiri dan mengetuk pintu tak ada jawaban sama sekali pun dari dalam, dengan hati-hati Rena membuka pintu kamar.
Cklekkkkk
Setelah masuk dia sama sekali tidak menemukan orang yang dia cari, terlihat kamar masih bersih dan rapi, kamar mandi pun kosong lalu dia pun keluar dari kamar itu.
"Heiii Rena," panggil Stella yang melihat Rena turun dari ojek online.
"Haii Stella, udah lama," kata Rena.
"Belum lama sih, ayo masuk hari ini ternyata hanya satu mata kuliah saja jadi kita bisa pulang cepat," kata Stella.
__ADS_1
"Ayo kalo gitu kita masuk kelas," kata Rena menggandeng tangan Stella. Tak terasa pelajaran kini selesai, Rena dan Stella pulang ke toko menggunakan motor Stella.
"Loh udah pulang yah," kata Ririn yang melihat Stella dan Rena masuk ke ruangannya
"Iya mah hari ini cuma satu mata kuliah saja jadi pulang cepat," kata Stella tersenyum
"Ohhhh iya Ten hari ini kamu dapat orderan dari pelanggan untuk mengantar kue, ini alamatnya," kata Ririn sambil menyodorkan sebuah kertas yang tertulis alamat di situ
"Oke Tante Rena kerja dulu," kata Rena lalu berjalan keluar ruangan Ririn
"Hei Rena ini aku sudah siapkan kue-kue buat di antar katanya ini kue buat Arisa," kata dini karyawan tertua di toko tersebut.
"Oh iya makasih mbak, Rena pamit dulu," kata Rena.
"Iya hati-hati dan semangat," kata Dini tersenyum.
"Okeee," kata Rena sambil mengangkat jempol ke arah dini yang membuat Dini terkekeh. Rena pun menjalankan motornya menuju ke alamat yang di verberi Ririn, sesampainya di alamat tersebut Rena Rena memarkirkan motornya di depan rumah.
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu, Non," tanya satpam yang melihat Rena berdiri di depan pintu gerbang.
"Ahh iya pak ini saya mau antar kan kue pesanan ibu Salma dari toko kue ramah tamah," kata Rena.
"Baik, Non, ayo masuk," kata satpam tersebut.
"Maaf, Pak, saya tunggu di sini saja, bisa minta tolong buat bawa kuenya ke dalam nggak untuk biayanya sudah di kirim ke rekinire kue ramah tamah oleh ibu salma," kata Rena kepada satpam.
"Baik, Non nanti saya akan bawa ke dalam," kata satpam tersebut.
"Terimakasih, Pak, kalo begitu saya permisi," kata Rena lalu menjalankan motornya.
Rena menjalankan motornya hingga sampai di lampu merah matanya tak sengaja bertemu dengan mata Arga yang juga memperhatikannya dari dalam mobil radit. Rena buru menoleh ke arah lain dan menutup helm yang terlihat gelap dari luar luarnya.
"Dit bukannya itu Rena yah," kata Arga kepada Radit yang duduk di sampingnya sambil melihat dokumen.
"Yang mana dia lagi kuliah," kata Radit tanpa menoleh.
"Nggak, Dit tadi dia juga melihat saya dan langsung buru-buru menoleh ke arah lain dan sengaja menutup helmnya," kata Arga yang membuat Radit melihat ke arah luar dan memang di sebelahnya ada motor Rena namun Radit tidak mengenalinya.
"Cik mata kamu buta kali Arga, lihat di bajunya tertulis toko kue ramah tamah, mana mungkin dia mau jadi pengantar kue," kata Radit.
"Mungkin aku salah lihat kali yah atau mungkin perempuan di luar hanya mirip saja," kata Arga.
Rena menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi supaya Radit dan arga tidak melihatnya. Setelah sampai di toko Rena langsung berlari ke dalam dan mengambil minum lalu meneguknya dengan cepat yang membuat Stella bingung
"Rena kamu kenapa kok kayak orang yang lihat setan saja," tanya Stella.
"Ahh nggak apa-apa kok Stella cuma lagi haus banget jadinya buru-buru," kata Rena berbohong.
"Ya udah yuk kita istrahahat makan dulu," kata Stella.
"Oke," kata Rena. Mereka pun berjalan ke arah dapur tokoh terlihat karyawan sedang duduk bercanda sambil menunggu makanan mereka.
__ADS_1