Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 15


__ADS_3

Hari ini Rena sedang jalan-jalan dengan mertuanya Vivi.


" Rena ayo kita ke panti asuhan, udah lama nih nggak ke sana lagi" kata Vivi yang masih berada di rumah Radit untuk beberapa hari sebelum Rena benar-benar sembuh karena dia sudah menganggap Rena sebagai putrinya sendiri


" Iya mah, Rena sampe lupa lagi, Rena siap-siap dulu mah tunggu sebentar" kata Rena lalu berlari ke arah kamar


" Jangan lari Rena lagian mama nggak buru-buru" kata Vivi yang kwartir melihat Rena berlari di tangga


" Iya ma Rena hati-hati kok" kata Rena


Setelah lima menit bersiap-siap akhirnya Rena turun dari tangga dan berjalan ke arah Vivi


" Ayo mah Rena sudah nggak sabar pengen cari tau orang tua kandung Rena " kata Rena bersemangat dengan senyuman yang tidak lepas dari bibir tipisnya.


" Iya sayang nanti mama juga akan bantu cari informasi di panti yah, kan pemilik panti juga teman mama " kata Vivi yang memperhatikan raut senang dari wajah menantunya


" Terimakasih mah, Rena sayang mama" kata Rena lalu memeluk Vivi


" Mama juga sayang Rena, ayo kita berangkat tadi mama sudah pesan kotak makan buat ke sana " kata Vivi


Mereka pun berangkat di antar sopir. Sampai di panti asuhan" Kasih Sayang" mereka di sambut baik oleh anak-anak panti dan juga beberapa pengurus panti yang mengenal Vivi


" Selamat datang kembali di panti kasih sayang nyonya Prasetyo" canda teman Vivi pemilik panti asuhan


" Ah Maya bisa aja kamu" kata Vivi tersenyum


" Mari nyonya Prasetyo, dan gadis cantik ini siapa Vivi" kata Maya heran melihat Rena yang tersenyum terus memandang bangunan panti asuhan tempat dia tinggal dulu.


" Masa kamu lupa sih Maya ini kan mantu saya " kata Vivi mencubit perut Maya


" Ohhhh nak Rena pantasan nggak ingat semakin cantik aja" kata maya yang membuat Rena tersenyum malu


" Terimakasih tante" kata Rena 


" Oh iya Maya kami ke sini sebenarnya ada perlu penting ini berkaitan dengan orang tua Rena, aku harap kamu tau soal itu" kata Vivi


" Maksudnya Rena pernah tinggal di panti ini" tanya Maya heran


" Iya Maya katanya pernah tinggal di sini mungkin saja Bu Surti tau" kata Vivi


" Sebentar aku panggil ibu Surti dulu" kaya Maya lalu berdiri


" Mudah-mudahan ada petunjuk ya sayang" kata Vivi


" Iya Rena sangat berharap" kata Vivi


Tak lama kemudian Maya datang dengan seorang perempuan yang tua rambutnya penuh dengan uban


" Ini Vi coba tanya sama Bu Surti siapa tau dia ingat" kata Maya


" Iya may, Bu apa kabara" tanya Vivi kepada wanita tua di depannya


" Vivi, kabar ibu baik bagaimana dengan kamu" tanya ibu Surti


" Vivi baik Bu, oh iya Bu kenalkan ini Rena menantu saya istrinya Radit " kata Vivi


" Rena Bu" kata Rena 


" Ah nak Rena selamat datang di sini" kata Bu Surti tersenyum


" Jadi begini Bu Rena ini katanya pernah tinggal di panti asuhan ini waktu kecil lalu di adopsi sama keluarga Pratama" kata Vivi yang membuat Bu Surti kaget


" Berarti kamu Serena Narayana" kata Bu Surti

__ADS_1


" Ibu masih ingat" tanya Rena tersenyum


" Tentu saja nak, bagaimana kabar kamu" kata Bu Surti


" Kabar Rena baik Bu" kata Rena tersenyum


" Jadi begini Bu Surti tujuan kami datang ke sini mau tanya tentang orang tua kandung Rena" kata Vivi


" Ibu juga nggak tau nak, dulu ibu ketemu Rena itu di jalan sedang menangis karena tak tega akhirnya ibu bawa pulang ke sini" kata Bu Surti yang membuat Rena menunduk sedih


" Jadi ibu nggak tau apa-apa soal orang tua kandung Rena" tanya Vivi memastikan


" Iya nak ibu nggak tau apa-apa soal itu" kata Bu Surti


" Huffff yang sabar ya sayang mama janji bakalan suruh orang cari tau tentang orang tua kamu" kata Vivi kepada Rena yang terlihat murung


" Iya nak Rena nanti kita juga banti-bantu cari tau" sahut Maya yang duduk di samping Bu Surti


" Nak maaf kan ibu ya mungkin kalo saja dulu ibu tidak bawa kamu pulang ke sini pasti kamu masih berkumpul dengan keluarga kamu" kata Bu Surti merasa bersalah


" Iya Bu nggak apa-apa, Rena justru berterimakasih karena ibu sudah mau menampung Rena di sini dulu, bagaimana kalo misalkan Rena di culik orang jahat pasti nggak bakalan bisa berdiri di atas tanah ini mengirupm kan udara " kata Rena dengan tersenyum getir


" Iya nak itu memang tugas ini untuk menjaga anak-anak yang tidak tau kejelasan orang tuanya, em apakah Rena nggak ingat sama wajah orang tua nak Rena" kata Bu surti


" Rena nggak ingat sama sekali Bu" kata Rena


" Ya sudah sayang kamu jangan sedih, tuhan pasti mempertemukan kalian dengan cara lain yang penting kita sudah usah " kata Vivi menyemangati menantunya


" Iya mah terimakasih" kata Rena tersenyum


" Iya sayang sama-sama, oh ya Bu surti dan Maya kami pamit dulu ya ini udah mau sore terimakasih banyak waktunya" kata Vivi berdiri


" Iya nak Vivi sama-sama" kata Bu surti


" Iya pasti may, kami pulang dulu ya" kata Vivi 


" Bu Tante kami pulang dulu, terimakasih atas waktunya hari ini" kata Rena berdiri


" Iya nak hati-hati yah" kata Maya dan Bu Surti


Vivi dan Maya pun telah sampai di rumah sekitar pukul 17:15.


" Mam Vivi ke kamar dulu ya mau mandi lengket banget badan Rena" kata Rena 


" Iya sayang mama juga mau mandi dulu" kata Vivi


Rena pun berjalan ke arah kamarnya dan langsung mandi setelah itu ia merebahkan badannya. Tak lama kemudian hp nya berdering


Drrttttt


Drrttttt


Terpampang nama Stella di sana dengan cepat Rena pun mengangkatnya.


" Halo Rena" kata Stella di seberang telepon


" Iya Stella ada apa" kata Rena


" Ren aku kangen tau, kapan kamu masuk kampus lagi, nggak ada kamu rasanya dunia ini kiamat, aku udah nggak punya semangat hidup tanpa kamu" cerocos Stella yang membuat Rena terkekeh


"Aku juga kangen Stella mungkin besok atau lusa aku aku akan ke kampus" kata Rena


" Oke deh aku tunggu kamu ya, dahhh" kata Stella mengakhiri teleponnya

__ADS_1


 


****


Sementara di sebuah bangunan tua terdengar suara jeritan seorang wanita yang sedang duduk di sebuah bangunan dengan kedua tangan dan kaki di ikat


" Lepaskan, siap kalian hah beraninya kalian menculik ku" teriak wanita yang tak lain adalah Helen Bramana.


Yah selama ini karena terlalu sibuk Radit sampai melupakan Helen yang dia kurung di markasnya dan hari ini dia baru datang di maraks


" Siap kalian kenapa kalian menculik" tanya Helen menjerit


" Hallo ketemu lagi nyonya Helen Bramana" ucap seorang pria yang berdiri di depan Helen


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2