Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 22


__ADS_3

" Radit kenapa kamu senyum-senyum sendiri" tanya Vivi yang penasaran


" Ma, Rena sudah kembali" jawab Radit senang


" Benarkah, lalu di mana dia sekarang dit, mama pengen ketemu sama Rena " kata Vivi pura-pura tidak tahu, yah sebenernya Vivi sudah tau tentang kepulangan Rena


"Radit belum tau tempat tinggal Rena sekarang ma, suruhanku lagi mencari informasi tentang tempat tinggal Rena, tapi Rena sekarang punya anak ma, apa mungkin dia sudah menikah lagi" kata Radit dengan nada sendu


" Yah padahal mama kangen sama Rena dit, tapi nggak apa-apa yang penting sekarang dia ada di Jakarta, untuk soal anak kita kan belum tau dit itu anak siapa. Mungkin saja itu anak kamu dit" kata Vivi mencoba menyemangati putranya


" Radit juga berharap begitu mah" kata Radit 


" Sudah kamu istirahat sekarang besok kita cari tau terntang keberadaan Rena " kata Vivi mengelus punggung Radit 


" Iya ma, Radit ke kamar dulu" kata Radit sambil berdiri


" Iya sayang" kata Vivi tersenyum


 


 


 


****


" Momy apakah hali ini kita jalan-jalan" tanya Rayhan


" Iya sayang, ayo kita sarapan dulu setelah itu kita jalan-jalan di taman bermain" kata Rena 


" Ok momy" kata Rayhan lalu duduk di kursi sebelah Rena 


Setelah selesai sarapan Rena dan anaknya berangkat di antar sopir. Tidak lama di perkaperja mereka pun sampai di taman bermain dan ternyata di situ sudah banyak orang karena hari libur.


" Wah momy banyak olang di sini" kata Rayhan semangat


" Iya sayang apakah kamu suka" tanya Rena 


" Iya mom sangat suka, kalo begitu layhan pelgi main dulu ya mom" kata Rayhan lalu berlari ke tengah taman bermain.


" Hati-hati sayang" teriak Rena melihat anaknya yang berlari


 


 


Sementara itu di kediaman Prasetyo Radit masih bergelut dengan selimutnya.


" Radit ayo bangun ini pagi loh" kata Vivi yang berusaha membangunkan Radit


" Lima menit lagi ya mah" kata Radit tanpa membuka matanya


" Ya ampun dit ini sudah mau siang loh, kamu nggak mau cari tempat tinggal Rena " kata Vivi sambil menarik selimut Radit


Mendengar itu secepat kilat Radit berlari ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. SetwSet tiga puluh menit dia pun sudah berpakaian santai dengan baju kaos putih di padukan dengan celana jeans hitam.


" Ma, aku pergi dulu yah" kata Radit mencium tangan Vivi


" Iya sayang hati-hati" kata Vivi


Radit berlari keluar rumah dan memasuki mobil Lamborghini miliknya.


 

__ADS_1


Saat di jalan dia tidak sengaja melihat sosok Rena di taman bermain, dia pun menjalankan mobilnya ke parkiran taman bermain lalu mencari sosok Rena namun tak menemukannya. Dia pun kecewa dan hendak pergi ke mobil namun sebuah bola mengenai kakinya, dia pun berbalik dan melihat anak kecil sedang berlari ke arahnya


" Om itu bolanya layhan" kata anak kecil itu yang ternyata Rayhan


Radit yang melihat Rayhan pun terkejut, bagaimana tidak wajahnya persis seperti Radit waktu kecil


" Hei boy ini punya kamu" kata Radit tersenyum


" Iya om itu punya layhan" kata Rayhan sambil mengembungkan pipinya


" Kamu dengan siapa ke sini boy" tanya Radit 


" Tentu saja dengan momy ku om, eh om kenapa wajah om milip dengan dadynya Rayhan" kata Reyhan mengelus pipi Radit.


Entah kenapa hati Radit menghangat dan gembira mendengar kata Rayhan


" Oh ya memangnya Dady kamu kemana boy" tanya Radit 


" Kata momy Dady pelgi kelja om Cali uang" kata rayhan


Mendengar itu perasaan Radit tak nyaman


" Mau makan eskrim nggak" tawar Radit 


" Mau om layhan mau lasa coklat" kata Rayhan tersenyum senang


" Let's go boy" kata Radit lalu memegang tangan rayhRa


Sementara itu posisi Rena sekarang sedang panik dan kwartir karena tidak menemukan Rayhan. Akhirnya dia pun berjalan keluar taman bermain dan menemukan Rayhan sedang makan eskrim dengan seorang pria. Rena tidak mengetahui kalo pria itu adalah Radit karena posisi Radit membelakangi Rena dan rayhan, dia sedang mengangkat telepon dari seseorang


 


" Rayhan" panggil Rena saat sampai di tempat duduk Rayhan 


 


Jantung Radit berdebar karena mendengar suara yang sangat familiar lalu dia pun melihat kebelakang, betapa terkejutnya dia melihat Rena sedang membersihkan sisa eskrim di bibir rayhan


" Momy maaf kan layhan, pasti Momy Cali layhan" kata Rayhan memeluk Rena 


" Iya sayang nggak apa-apa, lain kali jangan gini ya momy sangat takut tidak menemukan kamu di taman tadi" kata Rena yang belum menyadari keberadaan Radit 


" Rena" panggil Radit pelan namun masih bisa dengar oleh rena


Mendengar namanya di panggil Rena pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan betapa kagetnya Rena melihat Radit


"Momy apakah kamu kenal dengan om ini" tanya Rayhan


" Ah emhh sayang kita pulang yuk" kata Rena mengalihkan pebpembicar


" Tapi kan momy bilang hali ini kita mau ketemu sama Dady" kata rayhan cemberut


" Ah sayang lain kali saja yah, Dady lagi sibuk kerja" kata Rena berusaha membujuk Rayhan


 Sementara Radit masih berdiri mematung di dekat Rena. Saat Rena hendak pergi dengan Rayhan Radit menarik tangannya dan memeluk erat Rena 


" Rena akhirnya aku menemukan kamu" kata Radit memeluk Rena tanpa sadar air matanya jatuh. 


" Aku sudah lama mencari kamu, maafkan aku Rena, maaf" lanjut Radit


" Momy kenapa kalian pelukan" tanya Rayhan polos 


" Ahh sayang nggak apa-apa kok" kata Rena setelah terlepas dari pelukan Radit 

__ADS_1


" Rena kamu mau kan maafin aku" kata Radit 


" Momy ayo pulang" kata Rayhan menarik tangan Rena


" Sayang bukankah kamu mau ketemu Dady" kata Rena 


" Tapi kan Dady kelja momy" kata Rayhan cemberut


" Nggak kok sayang sekarang kita bisa ketemu Dady" kata Rena tersenyum


" Benarkah momy, aku lasa om ladit milip Dady" kata Rayhan yang membuat Rena terkejut


" Sayang kamu tau dari mana" tanya Rena 


" Rena apakah kamu sudah menikah lagi" tanya Radit menahan sesak di dadanya


" Bukan begitu kak, a-aku,," kata-kata Rena terputus


" Sebegitu bencinya kamu sama aku sampai kamu menikah dan punya anak padahal kita belum cerai" kata Radit menahan air matanya


" Kak ak-aku, em Rayhan sebenarnya aku" Rena tidak tau harus berkata apa untuk menjelaskan kepada Radit bahwa Rayhan adalah anaknya


" Kamu nggak usah teruskan Rena,aku pergi dulu ada urusan" kata Radit lalu pergi dari hadapan Rena 


" Rayhan anak kandung kamu kak" teriak Rena


Radit pun menghentikan langkahnya mendengar teriakkan Rena yang mengatakan bahwa Rayhan anaknya. Dia pun berbalik dan bertanya kepada Rena 


" Maksud kamu apa Rena," tanya Radit


" Nanti aku jelaskan kak, tapi kita harus cari tempat yang aman dulu" kata Rena


" Baiklah kita pergi ke redtrest dekat sini" kata Radit


Mereka pun pergi ke restoran dekat taman bermain. Setelah sampai di sana mereka duduk dan memesan makanan karena kebetulan sudah jam makan siang. Setelah selesai makan keadaan di tempat duduk mereka itu hening karena tidak ada yang mulai pembicaraan


" Apakah kamu tidak mau menjelaskan sesuatu Rena " tanya Radit yang memulai pembicaraan


" Aku nggak tau harus mulai dari mana kak, tapi yang jelas Rayha adalah darah daging kamu" kata Rena menunduk menahan air matanya


" Tolong katakan dengan jelas Rena " tanya Radit yang was-was 


Akhirnya Rena pun menjelaskan semuanya yang terjadi, dia mengatakan dengan jujur kepada Radit tanpa ada yang di sembunyikan. Radit yang mendengar penjelasan Rena pun menangis dan memeluk Rena dan Rayhan, dia sangat menyesal dan merasa bersalah atas semua yang terjadi kepada Rena 


" Maafkan aku sayang, aku menyesal, aku salah maaf kan aku, boy maafkan Dady" kata Radit masih memeluk Rena dan Rayhan


" Iya aku udah maafin kak Radit" kata Rena membalas pelukan Radit.


Yah Rena sudah tau semuanya dari mama Vivi bahwa dia di jebak oleh kakak angkatnya dan juga waktu itu Radit dalam keadaan mabuk.


" Apakah kamu mau hidup bersama aku" tanya Radit berharap.


" Tentu saja Dady, apakah Dady tau momy selalu menangis melihat foto dady" kata Rayhan membuat pipi Rena merah menahan malu


" Benarkah boy, lalu apa kah kamu juga menangis" kata Radit merasa bersalah


" Layhan tidak menangis Dady, kalena layhan adalah jagoan" kata Rayhan 


" Wah hebat banget anak Dady, mau ketemu Oma nggak" kata Radit sambil mengangkat tubuh Rayhan


" Benarkah Dady, layhan mau ketemu Oma" kata rayhan semangat


" Iya sayang benar" kata Radit berjalan keluar restoran sambil menggenggam tangan Rena 

__ADS_1


 


 


__ADS_2