Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa
Bab 14


__ADS_3

Setelah seminggu di rawat keadaan Rena sudah sehat dan hari ini di perbolehkan untuk pulang. Hubungannya dengan Radit pun sudah membaik, meskipun tidak ada pernyataan cinta di antara mereka.


" Nanti jangan terlalu beraktivitas dulu" kata dokter memperingatkan Rena


"Iya doker" kata Rena tersenyum


" Kalo begitu kami permisi dulu" kata dokter itu lalu keluar ruangan


" Ayo kita pulang" ajak Radit menggandeng tangan Rena


" Iya kak" kata Rena malu


Mereka pun keluar rumah sakit dan pulang ke rumah. Sesampai di rumah Rena kaget dengan apa yang ia lihat di depannya ada sepuluh orang berdiri menyambut kedatangan mereka


" Kak mereka siapa" tanya Rena kepada Radit


" Mereka pekerja di sini, jadi kamu nggak usah Bekerja lagi" kata Radit


" Tapi aku masih bisa mengerjakannya sendiri kak" kata Rena nggak enak


" Sudah kamu kan baru keluar rumah sakit, jadi jangan terlalu banyak beraktivitas" kata Radit


" Terimakasih kak" kata Rena tersenyum


" Ayo masuk" ajak Radit


" Selamat datang Nyonya dan Tuan" sambut dari para pelayan


" Terimakasih" kata Rena tersenyum


" Selamat datang sayang" kata Vivi yang baru datang dari arah ruang tamu


" Iya mah" kata Rena tersenyum


" Ayo kita makan dulu" ajak Vivi menarik tangan Rena


Mereka pun makan dengan tenang.


Setelah makan Rena langsung pergi ke kamar atas sesuai dengan perkataan Radit. 


" Rena biar saya tidur di sofa saja" kata Radit


" Iya kak" kata Rena lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur tidak lqma kemudian ia terlelap


 


****


Pagi harinya Rena terbangun dan merasa ada benda yang berat melingkar di perutnya saat membuktikan selimut ternyata itu adalah tangan Radit yang memeluk Rena dari belakang.


Rena memandang wajah radit yang masih tidur, dia memandangnya sambil melamun dan tidak sadar sedari tadi Radit sudah membuka matanya namun diam saja melihat Rena


" Aku tau, aku tampan tapi nggak udah gitu kali lihatnya" kata Radit narsis

__ADS_1


" Ahh kak Radit sejak kapan bangun" tanya Rena terkejut


" Sudah dari tadi" jawab Radit lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Rena pun bangun dan mengambil handuk, dia pergi keluar kamar dan mandi di kamar bawah.


Di meja makan kini sudah tersedia hidangan yang lezat. 


" Pagi mah" sapa Rena yang melihat Vivi di meja makan


" Pagi sayang, mana Radit" jawab Vivi


" Masih di kamar kali mah" jawab Rena


" Pagi ma" sapa Radit yang baru tiba di meja makan


" Pagi sayang ayo sarapan" kata Vivi


Seperti biasa Rena melakukan tugasnya sebagai istri. Dia mengambilkan nasi dan lauk untuk Radit setelah itu mereka sarapan dengan tenang.


" Mah Radit berangkat dulu" kata Radit mencium tangan mamanya


" Iya hati-hati" kata Vivi tersenyum


" Rena kakak berangkat dulu ya" kata Radit 


" Iya kak hati-hati" kata Rena mencium punggung tangan Radit


Setelah itu Radit berangkat ke kantor bersama Arga yang sudah menunggunya di depan rumah


Sampai di ruangannya Radit di kaget kan dengan sosok Bianca yang sudah duduk dengan angkuhnya di sofa ruangan itu


" Ngapain kamu ke sini" tanya Radit yang mulai risih dengan Bianca 


" Sayang kok gitu sih, aku kangen tau" kata Bianca manja


" Aku sibuk, keluarlah" kata Radit dingin


" Sayang aku itu ke sini mau tanya kapan kita menikah" tanya Bianca tersenyum


" Itu tidak akan pernah terjadi" jawab Radit dingin membuat Bianca terkejut


" Loh kenapa sayang kita kan udah tunangan, nggak baik loh nunda hal baik" kata Bianca sok ceramah


" Karena itu bukan hal baik" kata Radit singkat


" Tapi kenapa sayang" tanya Bianca memelas


" Karena kamu sudah punya kekasih, bukankah begitu Bianca " kata Radit


" Loh sayang aku punya kekasih kan kamu, aku cinta sama kamu" kata Bianca drama


" Aku sudah menikah Bianca "kata Radit membuat Bianca terkejut

__ADS_1


" Sayang jangan bercanda dong, nggak lucu tau" kata Bianca 


" Aku nggak bercanda, aku sudah menikah jauh sebelum kita bertunangan" kata Radit


" Nggak, nggak mungkin hanya aku yang boleh menikah dengan kamu, hanya aku yang pantas" kata Bianca berteriak


" Keluar" ucap Radit dengan tatapan tajam


" Nggak, aku nggak akan pergi dari sini hanya aku yang pantas jadi nyonya Prasetyo hanya aku" emosi Bianca meledak-ledak


" Ingat Bianca aku tunangan sama kamu karena ayah kamu sendiri yang menjual kamu ke saya, jadi jangan salah kan saya jika perusahaan papa kamu hancur dan siap-siap saja kamu juga jadi gembel" kata Radit tenang


" Aku nggak peduli yang penting aku akan menikah dengan kamu dan satu-satunya nyonya Prasetyo" kata Bianca histeris


" Mau keluar sendiri atau aku seret" kata Radit 


" Kalo aku tidak bisa mendapatkan kamu maka, perempuan lain juga tidak akan bisa sekali pun itu istri kamu" kata Bianca


" Berani kamu sentuh sedikit pun istri saya jangan salahkan saya jika kaki dan tanganku tidak ada di tempatnya" ucap Radit yang membuat Bianca ketakutan lalu berlari keluar ruangan Radit


" Aku harus cari tau siapa istri Radit, aku akan menyingkirkannya dan hanya aku yang pantas jadi nyonya Prasetyo, hanya aku seorang Bianca Maher" kata Bianca setelah sampai luar perusahaan RP crop


Di dalam ruangan Radit sudah menyuruh orang mengikuti Bianca, dia cukup tau bagaimana tempramental Bianca apa yang dia inginkan pasti dia akan mengambilnya sekalipun dengan cara licik.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2